5 Tips Memulihkan Diri dari Pasangan yang Manipulatif

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pasangan yang manipulatif dapat memberikan dampak serius bagi kondisi emosional, sebab Anda harus terus menghadapi emosi negatif selama menjalani hubungan. Bagi Anda yang telah berhasil melepaskan diri pasangan manipulatif, kini saatnya memulihkan diri dan memulai lembaran baru.

Tips memulihkan diri dari pasangan manipulatif

Hubungan manipulatif yang terjadi dalam waktu lama dapat menyisakan perasaan terisolasi, tertindas, bahkan merasa diri tidak berharga. Namun, Anda tetap bisa mengusir semua perasaan ini dengan cara berikut:

1. Menjaga jarak dari mantan pasangan

Orang-orang manipulatif dapat mengubah sikapnya dengan mudah. Mantan pasangan Anda mungkin tampak membutuhkan bantuan Anda saat ini, tapi esok ia bisa menjadi seseorang yang agresif dan hanya ingin menang sendiri.

Jaga kondisi emosional Anda dengan membatasi jarak dengannya. Hindari kegiatan bersama yang tidak diperlukan. Dampak hubungan manipulatif bisa begitu membekas, jadi jangan meruntuhkan pertahanan yang Anda buat dengan luluh kepadanya.

2. Berhenti menyalahkan diri sendiri

Pasangan yang manipulatif memanfaatkan kelemahan Anda dengan membuat Anda merasa bersalah. Rasa bersalah ini dapat bertahan lama dan menimbulkan emosi negatif, bahkan setelah Anda mengakhiri hubungan.

Agar bisa memulihkan diri dari pasangan manipulatif, Anda perlu belajar untuk berhenti menyalahkan diri sendiri. Hal ini memang sulit, tapi Anda bisa mengawalinya dengan menjawab pertanyaan berikut:

  • Apakah Anda telah dihargai dan diperlakukan dengan baik selama menjalin hubungan?
  • Apakah hubungan yang Anda jalani memberikan kebahagiaan bagi kedua pihak?
  • Apakah permintaan dan harapan pasangan Anda masuk akal?
  • Apakah hubungan ini membuat Anda merasa bahagia?

3. Menghargai diri sendiri

Hal terpenting yang perlu Anda lakukan ketika hendak memulihkan diri dari pasangan manipulatif adalah menghargai diri Anda sebaik mungkin. Anda adalah satu-satunya orang yang paling memahami kebutuhan diri sendiri.

Hubungan manipulatif yang Anda jalani telah menghalangi Anda dari kebahagiaan. Jadi, sekarang saatnya mengembalikan kebahagiaan tersebut. Jangan biarkan orang lain menghakimi, merendahkan, atau bahkan mengabaikan Anda.

mencintai diri sendiri

4. Mengelilingi diri dengan orang-orang yang suportif

Tidak mudah memulihkan diri dari pasangan manipulatif seorang diri. Anda memerlukan bantuan orang lain di luar lingkungan hubungan asmara Anda.

Dukungan bisa datang dari teman dekat, anggota keluarga, atau support group/komunitas dengan pengalaman serupa.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan bantuan secara profesional. Terapi bersama psikolog akan membantu Anda mengenali masalah emosional yang saat ini Anda hadapi serta mencari solusinya.

5. Memulai kehidupan yang baru

Jika semua hal di sekitar selalu mengingatkan Anda pada hubungan manipulatif yang telah berlalu, Anda mungkin perlu memulai kehidupan baru. Cobalah temukan kegemaran, hobi, kegiatan, atau hal lain yang sama sekali berbeda.

Bekali diri dengan pengetahuan baru dan kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang memberikan dampak positif bagi hidup Anda. Semua ini akan membuat Anda lebih bisa menghargai diri sendiri setelah lama memendam emosi negatif.

Memulihkan diri dari pasangan manipulatif bukanlah perkara mudah. Anda akan menghadapi berbagai hal yang memicu trauma dan membuat Anda ingin menyerah. Tak jarang, prosesnya dapat memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Akan tetapi, hal ini tidaklah mustahil. Tetaplah konsisten dalam membangun pikiran serta lingkungan positif demi kebahagiaan diri Anda. Ingatlah bahwa Anda tidak sendirian dan Anda selalu bisa meminta bantuan orang lain selama pemulihan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Fenomena bucin alias budak cinta kini marak dibicarakan sebagai orang yang terlalu sayang dengan pasangannya. Begini penjelasan dari sisi psikologis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 24 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

Berselancar di Laut Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Mental, Lho!

Selain baik untuk kebugaran, surfing alias berselancar di laut ternyata juga menawarkan manfaat untuk kesehatan mental Anda. Yuk, kenali apa saja manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 23 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Tanda Hubungan Anda dan Pasangan Berjalan Terlalu Cepat

Hubungan asmara yang berjalan terlalu cepat malah bisa berubah menjadi tidak sehat. Ini tanda-tandanya yang perlu Anda kenali.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 27 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda toxic relationship

5 Tanda Anda Terjebak di Dalam Toxic Relationship, Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyebab pasangan posesif

Sang Pacar Sangat Posesif? 4 Masalah Mental Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
mindfullness

Yuk, Lakukan Mindfullness untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Dampak Buruk Gaslighting dalam Hubungan Asmara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit