Berapa Lama Waktu Pacaran yang Ideal Sebelum Menikah? Ini Kata Para Ahli

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 4 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

    Prinsip masing-masing orang tentang pernikahan tidak selalu sama. Ada yang memilih waktu pacaran yang singkat, tapi langsung menikah. Namun, ada juga yang ingin melalui masa kenalan dan pendekatan yang lama dulu supaya mantap melangkah ke jenjang selanjutnya. Memangnya, berapa lama masa pacaran yang ideal sebelum menikah?

    Sebaiknya, harus berapa lama pacaran sampai akhirnya menikah?

    Bagi Anda yang sedang menjalin kasih, baik yang baru berjalan seumur jagung atau sudah bertahun-tahun lamanya, pertanyaan ini nampaknya akan selalu hadir di benak Anda. Ya, karena pada dasarnya pernikahan bukanlah hal yang bisa dianggap enteng.

    Rachel A. Sussman, seorang pakar hubungan di Sussman Counseling di New York, menjelaskan bahwa empat tahun dianggap sebagai masa pacaran yang ideal untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.

    Pernyataan ini diperkuat oleh penelitian dari Emory University, yang dilakukan pada lebih dari 3.000 orang yang telah menikah. Tujuannya untuk mencari tahu berapa lama waktu pacaran dan usia pernikahan mereka sekarang.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang berpacaran dua tahun memiliki peluang perceraian yang lebih rendah ketimbang dengan pasangan yang hanya berpacaran selama satu tahun. Bahkan, peluang perceraian akan semakin menurun hingga 50 persen bagi mereka yang melewati masa pacaran selama tiga tahun atau lebih.

    Memang tidak ada patokan berapa lama masa pacaran yang ideal. Namun jika dilihat dari survei dan penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwa semakin lama waktu pacaran, semakin rendah kemungkinan pasangan untuk bercerai di kemudian hari.

    Alasannya, karena semakin lama Anda menjalin hubungan, maka kemungkinan Anda lebih besar untuk mengenal dan memahami pasangan. Begitu pula sebaliknya.

    tahun pertama pernikahan

    Bagaimana kalau waktu pacaran terbilang singkat?

    Tidak sedikit pasangan yang memutuskan untuk segera menikah, meskipun baru menjalani masa pacaran yang sebentar. Apakah ini menjamin keduanya telah saling mengenal cukup baik?

    Terri Orbuch, Ph.D, seorang profesor di Oakland University sekaligus penulis buku berjudul 5 Simple Steps to Take Your Marriage From Good to Great, mengungkapkan bahwa sangat mungkin pasangan yang baru sebentar pacaran belum mengenal satu sama lain secara utuh.

    Jika Anda mengalami hal ini, coba tanyakan beberapa hal yang sekiranya bisa mengevaluasi diri Anda dan pasangan. Misalnya mengenai rasa saling percaya antara Anda dan pasangan, sejauh mana Anda dan pasangan bisa sama-sama menyelesaikan masalah yang hadir, serta seberapa besar rasa saling memiliki tumbuh dalam diri Anda berdua.

    Menurut Orbuch, biasanya cukup sulit untuk membangun kepercayaan serta benar-benar mengenal kepribadian pasangan lebih dalam, bila hanya dilakukan dalam waktu yang singkat.

    Akan tetapi kembali lagi, jika Anda dan pasangan sudah bisa saling memegang dan menjaga komitmen yang telah dibuat bersama, nantinya pernikahan Anda juga tidak kalah harmonis dengan pasangan yang menjalani masa pacaran cukup lama, kok.

    Sebenarnya, waktu menikah itu tergantung kesiapan diri setiap orang

    Meski begitu, sebenarnya keputusan untuk menikah tidak semata-mata didasari oleh waktu pacaran Anda. Pacaran yang lama maupun sebentar, tidak bisa dijadikan tolak ukur kelanggengan rumah tangga Anda kelak. Sebab pada dasarnya, perceraian dan konflik rumah tangga lainnya merupakan masalah sosial yang sulit diukur hanya dengan angka.

    Daripada harus pusing memikirkan masa pacaran yang ideal, lebih baik tanyakan kembali pada diri Anda dan pasangan sudah siap atau belum untuk mengarungi bahtera rumah tangga nantinya.

    Jika Anda dan pasangan sudah sama-sama mantap untuk melanjutkan ke tahap yang lebih serius, kenapa tidak? Namun bila Anda masih perlu sedikit waktu, tentu tidak masalah untuk kembali mencoba lebih memantapkan hati.

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Was this article helpful for you ?
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

    Waktu bercinta yang paling ideal ternyata bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung usia Anda dan pasangan. Apa alasannya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

    Kapan Waktu Tepat Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai?

    Masih bimbang untuk memulai hubungan baru setelah bercerai? Ketahui dulu apakah Anda sudah siap atau belum pada artikel berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 16 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

    6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

    Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

    Flirting atau menggoda adalah bagian dari komunikasi, tetapi terkadang menjadi ambigu. Pahami apa saja alasan orang menggoda (flirting) ke orang lain, yuk!

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 6 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    alasan takut menikah

    4 Alasan Umum yang Membuat Seseorang Takut Menikah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    dbd saat hamil trauma masa kecil hubungan asmara

    Sulit Mempertahankan Hubungan Asmara karena Memiliki Trauma Masa Kecil?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    KDRT konflik rumah tangga

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    tips menghindari perceraian

    7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit