home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tidak Selamanya Gagal, Ini Alasan Mengapa Jual Mahal Kadang Berhasil

Tidak Selamanya Gagal, Ini Alasan Mengapa Jual Mahal Kadang Berhasil

Istilah ‘cinta adalah medan perang’ mungkin sering terdengar di telinga Anda. Setiap orang memiliki strategi tertentu untuk mendapatkan orang yang mereka sukai dan menjalani pendekatan alias PDKT agar mengenal lebih baik. Salah satu strategi yang paling sering digunakan adalah trik jual mahal.

Baik pria dan wanita kerap menggunakan strategi ini agar tidak terlihat gampangan di depan orang yang mendekati mereka. Tidak sedikit dari mereka yang gagal, tetapi ada beberapa orang yang berhasil menjalani trik ini dengan baik. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Mengapa strategi jual mahal bisa berhasil?

jual mahal pdkt

Bagi beberapa orang, sok jual mahal saat PDKT justru dapat membuat calon pasangan semakin menjauhi mereka. Entah itu karena preferensi atau dinilai tidak menunjukkan ketertarikan menyebabkan orang yang mendekati Anda pun mundur.

Situasi ini biasanya berlaku bagi para wanita. Bagi mereka yang dianggap sulit didekati justru menurunkan minat para pria untuk berkomitmen lebih jauh. Ada banyak faktor yang mendasari kondisi ini, seperti kecenderungan pria kepada wanita yang ramah.

Walaupun demikian, metode hard to get ini ternyata tidak selalu gagal. Hal ini dibuktikan melalui studi yang dimuat dalam Journal of Social and Personal Relationship. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin sulit seseorang didekati, beberapa calon pasangan merasa tertantang dan penasaran kepada orang tersebut.

Di dalam studi tersebut, peneliti membuat tiga percobaan yang berkelanjutan. Para peserta diberitahu bahwa mereka sedang berbicara dengan lawan jenis. Namun, kenyataannya mereka sedang berbicara dengan anggota tim peneliti lainnya.

Pada semua percobaan, peserta juga diminta untuk menjelaskan seberapa sulit mendapatkan orang diajak bicara untuk menjadi seseorang yang spesial. Selain itu, mereka juga ditanyakan seberapa besar peserta ingin melakukan kegiatan seksual dengan lawan bicaranya.

saat masa pdkt

Hasilnya ternyata cukup menarik. Pertama, peserta yang berbicara dengan profil lawan bicara yang sulit didapat alias jual mahal justru lebih menginginkan orang tersebut. Mereka juga merasa dihargai dibandingkan peserta yang berbicara dengan profil yang kurang selektif.

Selain itu, peserta dalam kelompok tersebut juga menilai lawan bicaranya lebih menarik secara seksual meskipun harus berusaha lebih keras demi mendapatkan perhatian.

Peneliti berpendapat bahwa semua orang pastinya ingin berkencan dan memiliki pasangan yang terbaik. Beberapa orang juga ingin beusaha mendapatkan orang yang diinginkan.

Walaupun demikian, tentu saja di dalam penelitian tersebut ada beberapa orang yang tidak menyukai strategi tersebut karena takut akan penolakan. Maka dari itu, trik jual mahal mungkin tidak berhasil setiap saat dan tidak cocok untuk semua orang.

Bagaimana ciri orang yang bersikap jual mahal?

beda prinsip

Kebanyakan orang mungkin melihat sikap tidak tertarik ketika didekati sebagai jual mahal. Pada kenyataannya tidak semua orang yang tidak tertarik menggunakan strategi tarik ulur ini untuk mendapatkan perhatian lawan bicara. Ada kalanya orang tersebut memang benar-benar tidak tertarik pada Anda.

Dilansir dari artikel yang dimuat dalam European Journal of Personality ada beberapa daftar perilaku yang digunakan oleh orang-orang dalam strategi ini, yaitu:

  • percaya diri tetapi tidak banyak mengungkapkan perasaannya
  • berbicara, berkencan, dan menggoda lebih dari satu orang
  • memberikan kontak fisik yang tidak disengaja tetapi terbatas
  • bersikap ramah meskipun sering memperlihatkan sifat sarkasme
  • membuat orang lain berusaha untuk mengejarnya
  • sibuk dan memprioritaskan hal lain
  • menarik ulur lawan bicara, menggoda tetapi menghilang kemudian
  • kadang menanggapi lawan bicara, kadang tidak sama sekali

Beberapa contoh di atas merupakan satu dari sekian banyak sikap yang ditunjukkan oleh seseorang ketika mereka sulit didapatkan. Satu hal yang perlu diingat adalah hal ini dapat terjadi pada semua orang, baik pria maupun wanita.

Tetap berhati-hati menggunakan trik tarik ulur

Mengenali selera humor pasangan

Terlepas dari temuan studi tersebut, tidak ada metode PDKT yang akan berhasil 100% setiap waktu untuk semua orang, termasuk jual mahal.

Terlalu berlebihan menutup diri ketika proses pendekatan justru membuat orang lain melihat Anda sulit didekati atau bahkan tidak menarik. Bagi beberapa orang, sikap tarik ulur ini justru membangun sifat sombong yang justru dapat menjadi bumerang.

Oleh karena itu, para ahli menyimpulkan bahwa pendekatan terbaik mungkin dapat dilakukan dengan semi-tarik ulur. Apabila Anda tertarik pada seseorang yang dapat didekati, jangan terlalu terburu-buru mengungkapkannya.

Beberapa orang mungkin tidak keberatan menggoda mereka yang terlihat sulit didapatkan. Namun, tidak sedikit pula dari mereka yang tidak ingin berlama-lama menghadapi sikap dingin seseorang.

Setidaknya, memberikan sedikit harapan jika memang Anda menyukai orang tersebut bisa dilakukan, tidak perlu selamanya jual mahal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Birnbaum, G., Zholtack, K., & Reis, H. (2020). No pain, no gain: Perceived partner mate value mediates the desire-inducing effect of being hard to get during online and face-to-face encounters. Journal Of Social And Personal Relationships, 026540752092746. doi: 10.1177/0265407520927469. Retrieved 10 June 2020. 

Jonason, P., & Li, N. (2012). Playing Hard-to-Get: Manipulating One’s Perceived Availability as a Mate. European Journal Of Personality, n/a-n/a. doi: 10.1002/per.1881. Retrieved 10 June 2020. 

Why ‘playing hard to get’ may actually work. (2020). University of Rochester. Retrieved 10 June 2020, from https://www.rochester.edu/newscenter/why-playing-hard-to-get-may-work-435602/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 18/06/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x