Hindari Melontarkan 5 Kalimat Ini Pada Mereka yang Sedang Berduka

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10 September 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selayaknya seseorang yang baru mencapai keberhasilannya dan mendulang banyak ucapan selamat, orang yang sedang berduka pun demikian. Bedanya, mereka yang sedang diselimuti kesedihan butuh banyak dorongan, semangat, dan motivasi untuk mengurangi kesedihannya. Namun ingat, tidak semua kata-kata positif yang Anda lontarkan itu pantas untuk kondisi berduka cita. Lantas, apa saja kata-kata yang sebaiknya tidak diucapkan pada orang yang lagi berduka?

Jangan mengucapkan kata-kata ini ketika orang sedang berduka

sedang berduka

Kesedihan ditinggal orang terkasih memang tidak mudah untuk dilewati. Namun, siapapun harus siap dengan kondisi itu kapan pun terjadi. Robert Zucker, seorang konselor sekaligus penulis buku The Journey Through Grief and Loss: Helping Yourself and Your Child When Grief Is Shared, menuturkan bahwa kesedihan merupakan respon normal saat terjadi hal yang bertentangan dengan harapan kita.

Anda sebagai orang terdekat yang bertugas untuk menenangkan teman, kerabat, atau anggota keluarga yang sedang berduka, harus pandai memilih kata-kata yang boleh dan tidak boleh diucapkan pada orang tersebut. Beberapa kalimat berikut ini yang sebaiknya Anda hindari untuk diucapkan pada mereka yang sedang berduka:

1. “Lama-lama kamu akan terbiasa”

Menurut Elizabeth Lombardo, PhD, seorang psikolog di Chicago, bahwa sebagian besar orang mungkin akan berusaha untuk menunjukkan kebaikan dan perhatiannya pada orang yang sedang dilanda kalut, tapi tak jarang apa yang Anda ucapkan justru bisa memperkeruh perasaan mereka.

Salah satunya dengan mengatakan mereka akan segera terbiasa dengan kehilangan ini. Ucapan ini memang dimaksudkan untuk menyemangati orang tersebut, tapi untuk saat ini pikiran mereka mungkin masih akan dipenuhi oleh kepergian orang terkasih.

Alangkah lebih baiknya, Anda ganti dengan mengatakan “Saya mungkin tidak paham betul apa yang kamu rasakan, tapi cobalah untuk tetap bangkit”. Lalu biarkan mereka melakukan apa yang dapat membuat mereka merasa lebih lega, mungkin dengan merenungkan atau menangisi hingga perasannya membaik.

2. “Kenapa bisa sampai seperti ini?”

Lumrah untuk mempertanyakan apa yang terjadi di balik peristiwa tersebut, ini termasuk sifat asli manusia. Namun, pernahkah Anda berpikir ada berapa puluh orang yang melayat? Jika semua orang menanyakan hal ini, apa yang dirasakan oleh orang yang sedang  berduka?

Itu sebabnya, hindari untuk melontarkan pertanyaan ini pada mereka yang sedang sedih ditinggal mendiang, karena mereka bisa saja benci untuk harus mengingat lagi dan lagi penyebab kematian orang terdekatnya.

Sebagai gantinya, cukup berada disisinya sampai ia tenang. Bila ingin, ia akan mencurahkan isi hatinya saat itu pada Anda.

3. “Apa yang bisa saya lakukan untukmu?”

Tidak ada yang salah memang dengan menawarkan bantuan kepada orang yang sedang kehilangan, tapi kemungkinan besar mereka hanya akan menggelengkan kepala tanda tidak membutuhkan apapun.

Daripada harus bertanya dan mendapat jawaban yang tidak pasti, lebih baik lakukan apa yang Anda bisa. Entah itu menemaninya sepanjang hari atau membantu di hari pemakaman orang tercintanya, menurut Kenneth J. Doka, PhD, seorang konsultan di Hospice Foundation of America.

Intinya, lakukan apa yang terbaik tanpa harus menyinggung perasaan orang yang sedang berduka.

4. “Dia sudah berada di tempat yang lebih baik”

Tujuannya mungkin baik, yakni untuk menyemangati dan menenangkan perasaan mereka yang sedang diselimuti kesedihan. Meski begitu, tidak semua orang yang sedang bersedih bisa menerima pernyataan ini. Sebaliknya, yang mereka inginkan saat itu mungkin hanyalah orang yang mereka kasihi berada di samping mereka sekarang, bukan di “tempat yang lebih baik”.

Lagi-lagi, sebaiknya temani saja mereka sampai benar-benar mereka tenang atau biarkan mereka meluangkan waktu sendiri untuk mencoba mengikhlaskan kepergian orang yang dikasihi.

5. “Saya mengerti apa yang kamu rasakan”

Hindari mengucapkan kalimat ini bila Anda belum pernah ada di posisi orang tersebut. Sebab tentunya, Anda pasti tidak paham betul kesedihan mendalam seperti apa yang sedang ia rasakan.

Bahkan meskipun Anda pernah mengalami hal yang tidak jauh berbeda, jangan anggap bahwa Anda benar-benar mengetahui persis apa yang mereka rasakan. Semua orang punya cara berduka yang berbeda-beda. Respon yang Anda dan mereka lakukan saat ditinggal orang terkasih mungkin tidak sama.

Di sisi lain, penting juga untuk tidak membandingkan kesedihan yang pernah Anda alami. Namun, Anda tetap bisa memberikan dukungan psikis pada mereka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Terus-terusan Berduka, Ini Dampaknya bagi Hidup Anda

    Pulih dari perasaan berduka memang tidak mudah. Namun, jangan biarkan kondisi ini terus berlanjut. Memangnya, apa akibat dari berduka terus-menerus?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Mental, Gangguan Mood 10 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

    Efek Psikologis yang Muncul Akibat Kematian Seorang Teman Dekat

    Jika teman dekat Anda meninggal, tentu akan ada perasaan sedih dan berduka ketika mengenangnya. Adakah dampak lain dari kematian teman terdekat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 4 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit

    Mengapa Ada Pasien yang Justru Terlihat Membaik Sebelum Meninggal?

    Pasien yang sangat lemah atau hilang kesadaran bisa tiba-tiba sembuh dan membaik sebelum meninggal. Apa ada penjelasan ilmiahnya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan, Informasi Kesehatan 1 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

    Hati-hati, Resistensi Antibiotik Bisa Sebabkan Kematian!

    Resistensi antibiotik saat ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Mengapa hal ini bisa terjadi? Cari tahu jawabannya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Penyakit Infeksi 16 November 2018 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mempersiapkan kematian

    Mendampingi Orang Terkasih Agar Tetap Tegar Sebelum Menemui Ajalnya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
    mengatasi stres karena phk

    Begini Cara Mengatasi Stres Karena PHK Akibat dari Pandemi COVID-19

    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 4 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
    menghukum anak berbohong

    5 Tips Mengatasi Trauma Anak Akibat Kematian Orang Terdekat

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2020 . Waktu baca 6 menit
    sering memikirkan kematian

    Sering Memikirkan Kematian, Normal atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit