Jangan Pakai Emosi, Begini Tips Jitu Meminta Pasangan Berubah

    Jangan Pakai Emosi, Begini Tips Jitu Meminta Pasangan Berubah

    Meminta pasangan berubah tak semudah kelihatannya. Nyatanya, Anda mungkin sudah meminta, menuntut hingga mengomel berulang kali karena sikap buruk yang terus diulanginya tetapi hal ini tetap tidak membuahkan hasil. Mungkin Anda perlu cara lain untuk meminta pasangan berubah, misalnya dengan cara yang lebih positif tanpa perlu menarik urat emosi hingga memicu pertengkaran. Namun sebelumnya, yuk cari tahu dulu apakah seseorang pada dasarnya bisa berubah.

    Apakah seseorang bisa berubah?

    bertengkar dengan pasangan

    Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Berbagai kekurangan pada diri sendiri apalagi orang lain terkadang membuat Anda jengkel dan ingin mengubahnya. Lantas pertanyaannya, apakah seseorang bisa berubah? Jawabannya tentu saja bisa. Hanya saja, mengubah perilaku seseorang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

    Kepribadian dan sikap adalah hal yang sudah tertanam di dalam diri dan menjadi pola yang akan terus berulang. Oleh karena itu, butuh usaha lebih dan niat yang sangat kuat untuk mengubahnya.

    Anda butuh komitmen dan komitmen itu harus datang dari dalam diri sendiri. Namun, dorongan dari orang terdekat bisa membantu memotivasi seseorang untuk dapat berubah.

    Cara terbaik untuk meminta pasangan berubah

    komunikasi dengan pasangan komunikasi dalam hubungan

    Berikut ini berbagai cara positif yang bisa Anda coba lakukan untuk meminta pasangan berubah, yaitu:

    1. Bersikap hangat

    Hampir semua orang tidak suka diomeli atau diperlakukan dengan keras, tetapi rata-rata orang lebih suka diperlakukan secara lembut dan sikap yang hangat. Dikutip dari WebMD, sikap ini juga berlaku saat meminta pasangan berubah.

    Memiliki sikap yang hangat artinya menunjukkan pada pasangan bahwa Anda memiliki empati, memiliki belas kasih, dan menjadi pendengar yang baik. Dibandingkan dengan meminta ia mengubah sikap buruknya dengan cara mengomel bahkan berteriak, akan jauh lebih baik jika Anda mengajaknya bicara dan menunjukkan pribadi yang hangat.

    Meski tidak mudah, Anda perlu mencoba cara yang satu ini. Anda bisa menunjukkan sikap empati dan tetap mendukungnya saat Anda sebenarnya sedang kesal karena ia terus mengulangi kesalahannya. Misalnya, Anda tidak suka ketika pasangan selalu menggunakan intonasi suara yang tinggi saat sedang marah dan ingin sekali mengubahnya. Nah, cara yang perlu Anda lakukan ialah tetap bersikap hangat dan mendengarkan omelannya hingga selesai tanpa terpancing emosi.

    Setelah ia menyelesaikan omelannya, barulah Anda kemudian bicara dan menanggapinya dengan cara yang tetap elegan tanpa menunjukkan kemarahan sedikit pun. Dengan cara ini, lama kelamaan pasangan akan menyadari bahwa marah tidak perlu menggunakan intonasi yang tinggi. Selain itu, tujuannya agar pasangan melihat contoh yang baik bagaimana harus bersikap dari sikap yang Anda tunjukkan.

    2. Meminta tanpa menuntut

    Jika ternyata pasangan tak kunjung sadar akan kesalahannya meski Anda telah mencontohkan cara bersikap saat marah padanya, maka lakukan cara yang satu ini. Anda bisa mengajaknya berbicara secara baik-baik dan memintanya tanpa terkesan menuntut.

    Bagaimana caranya? Caranya dengan mengatakan pada pasangan mengenai permintaan Anda dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi hubungan Anda berdua. Jelaskan dengan sabar dan tenang mengenai pengaruh sikapnya terhadap Anda dan juga hubungan. Ingat, Anda hanya perlu menjelaskannya bukan malah memojokkannya apalagi mengungkit-ungkit kesalahannya.

    Pendekatan dengan cara yang hangat dan lembut bisa menjadi cara yang efektif supaya pasangan mau membuka hati dan pikirannya untuk mempraktikkan masukan yang diberikan. Pasalnya, ketika Anda memintanya secara baik-baik maka tidak ada alasan untuk pasangan bersikap defensif. Sebaliknya, ia akan menerimanya dengan terbuka dan mulai memikirkan bahwa apa yang Anda katakan ternyata memang ada benarnya.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Widya Citra Andini · Tanggal diperbarui 23/04/2021

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan