5 Cara Cepat Mendinginkan Emosi Pasangan yang Sedang Marah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bertengkar dengan pasangan adalah hal yang biasa, bahkan bisa dibilang bumbu asmara. Namun ketika ujung-ujungnya jadi amarah, bertengkar tentu sudah jadi tidak sehat lagi dan harus segera dihentikan. Lalu apabila Anda yang jadi target amarah pasangan, apa yang bisa Anda segera lakukan untuk mendinginkan isi kepalanya?

Menghadapi pasangan marah tanpa ikut tersulut emosi

Segera lakukan tindakan berikut untuk meredakan amarahnya.

1. Dinginkan kepala Anda sendiri

Meredakan amarah tentu tidak bisa dengan emosi yang juga sama tinggi. Emosi itu menular. Maka, jangan mudah terpancing emosi ketika pasangan marah. Yang ada, situasi malah makin tambah runyam.

Coba sejenak diam di tengah adu mulut untuk tarik dan hembuskan napas dalam-dalam. Hitung perlahan dari 1-10 dan tenangkan diri Anda agar bisa berpikir jernih.

2. Bikin ia nyaman

Begitu Anda merasa emosinya makin menjadi-jadi, segera ajak dia duduk di sofa atau pergi ke luar rumah untuk menghirup udara segar. Misalnya dengan berkata, “Kita bicarain ini sambil duduk aja, yuk.” atau “Diskusiin ini di luar saja, yuk. Takut terdengar anak-anak kalau di sini.”

Mengganti suasana bisa mengalihkan perhatiannya sehingga ia punya cukup waktu untuk menenangkan pikiran sejenak.

3. Bicara pelan dan nada yang rendah

Ingat, emosi itu menular. Namun, jangan biarkan emosi yang salah yang justru menular.

Maka daripada bicara dengan nada tinggi apalagi sampai menjerit-jerit, kecilkan suara Anda. Bicaralah dengan tenang, pakai volume pelan dan nada yang rendah.

Kalau Anda bisa tenang, pasangan Anda juga lama-lama menyadari bahwa emosian tidak ada gunanya. Ia pun akan ikut tenang dan menurunkan volume suaranya.

4. Akui amarahnya

Marah adalah bentuk reaksi dari ketidakpuasan. Mungkin karena dipicu oleh rasa insecure, kecewa, malu, atau pengkhianatan.

Daripada berkata, “Udahlah! Aku capek dengerin kamu ngomel-ngomel terus!” atau “Lho, kenapa kamu yang jadi marah? Harusnya aku yang ngomel!” yang malah bisa bikin masalah makin runyam, maka ketika pasangan marah, akui perasaannya.

Marah adalah emosi alamiah setiap manusia. Katakan dengan penuh kasih sayang dan lembut bahwa Anda tahu ia sedang marah. Misalnya dengan berkata seperti, “Aku tahu kamu sedang marah dan kecewa sama aku…” atau “Aku tahu kamu mungkin tersinggung, kecewa, sedih, atau bahkan marah. Tapi aku nggak bisa baca pikiranmu. Kenapa kamu marah?”

Pernyataan-pernyataan seperti ini bisa sedikit membantu meredakan amarah pasangan, dan justru membuka ruang diskusi yang lebih manusiawi.

5. Tetap diam dan dengarkan

Setelah bertanya dan ia menjawabnya (meski mungkin masih tetap marah), Anda sebaiknya diam dan dengarkan baik-baik. Memotong pembicaraan saat ngobrol biasa saja bakal bikin bete, apalagi kalau memotong pembicaraan orang yang sedang marah? Bisa tambah panas suasananya.

Jadi, lebih baik dengarkan saja omelannya sampai ia merasa cukup puas dan akhirnya berhenti sendiri. Dengan mendengarkan Anda juga akan lebih memahami apa sumber masalah sebenarnya.

Sementara mendengarkan, tunjukkan ke pasangan bahwa Anda benar-benar tulus mendengarkannya dengan satu atau dua kata, misalnya “oke” atau “iya aku mengerti” tapi tidak bernada memojokkan, serta dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh Anda.

Jangan lupa untuk minta maaf benar-benar dari hati apabila sumber masalahnya memang dari Anda sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Orgasme Wanita Berbeda dengan Pria?

Orgasme wanita bisa dicapai lewat berbagai cara, bahkan berulang kali. Namun, untuk mencapainya tidaklah semudah pria. Simak selengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Seksual, Tips Seks 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Patah Hati

Dari mulai rambut rontok hingga tekanan darah tinggi, semua bisa terjadi hanya gara-gara putus cinta. Mengapa patah hati menyebabkan gangguan kesehatan?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Tidak Pernah Bertengkar dengan Pasangan, Apakah Pertanda Hubungan Sehat?

Tidak pernah bertengkar dengan pasangan belum tentu menggambarkan sebuah hubungan harmoni. Kecenderungan menghindari masalah bisa menjadi penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 13 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

merasa ragu dengan pasangan

3 Hal yang Harus Anda Tanyakan Pada Diri Sendiri Ketika Mulai Ragu Dengan Si Dia

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
alasan suami selingkuh

Laki-laki yang Hobi Selingkuh Ternyata Punya IQ Rendah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
posisi seks menantang

12 Posisi Seks Menantang yang Bisa Anda Coba Malam Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
posisi seks agar cepat hamil

3 Posisi Seks yang Meningkatkan Peluang agar Cepat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit