home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Trik Cerdas Menghadapi Pasangan yang Sedang Ngambek

4 Trik Cerdas Menghadapi Pasangan yang Sedang Ngambek

Tidak jarang salah satu pihak bisa ngambek dan mendiamkan yang lain ketika sedang bertengkar. Jika saat ini Andalah yang sedang dicuekin oleh si dia, apa yang Anda lakukan? Balik mengabaikannya saja atau malah jadi kepikiran dan merasa serba salah — “Apa dia sakit hati karena aku menyinggung perasaannya?”. Kalau pasangan ngambek, jangan terus dibiarkan apalagi dicuekin balik. Ngambek sebenarnya termasuk perilaku pasif agresif, yang lama-lama bisa berdampak negatif pada hubungan Anda.

Cara jitu menghadapi pasangan ngambek

Didiamkan pasangan sendiri rasanya memang tidak enak dan bikin serba salah. Nah sebaiknya turunkan sedikit ego Anda dan perlahan dekati pasangan Anda dengan berbagai cara jitu ini, supaya hubungan Anda berdua mesra kembali.

1. Cari tahu penyebab pasangan ngambek

tidak mencintai pasangan

Orang yang sedang ngambek itu membingungkan. Sulit untuk mengetahui apa yang sebenarnya ia inginkan karena ia sedang mogok bicara. Namun meski besar kemungkinannya ia masih akan tetap ngambek dengan Anda, tidak ada salahnya untuk mencoba cari tahu apa yang jadi penyebabnya.

Mungkin ada perilaku atau perkataan Anda yang membuat pasangan Anda marah, tapi ia tidak bisa mengungkapkannya. Mungkin ia ngambek sebagai cara untuk memendam emosinya agar tidak menyakiti Anda. Kemungkinan lainnya, ia merasa bahwa Anda tidak bisa memahami keinginannya, tetapi ia tidak bisa marah dan malah mendiamkan Anda sampai Anda menyadari kesalahan Anda.

Dengan terus mencoba memulai percakapan dengannya, Anda menunjukkan padanya bahwa Anda peduli dan ingin memperbaiki hubungan yang sedang alot ini. Bersabarlah saat Anda mencoba untuk mencari tahu akar dari penyebab ngambeknya itu.

2. Berikan pasangan Anda waktu sendiri

bukan pasangan hidup yang tepat

Jika setelah bertanya baik-baik dan ia masih “tetap dingin”, sebaiknya mengalah saja dulu dan berikan waktu untuknya menyendiri sementara. Coba cek kabarnya lagi beberapa jam kemudian atau di hari lain, daripada terus memaksa yang akhirnya bisa berlanjut ke pertengkaran sesi kedua.

3. Tetap tunjukkan rasa peduli pada pasangan Anda

mencari pasangan mirip orangtua

Berbalik mendiamkan pasangan bukanlah strategi perdamaian yang baik. Justru ketika salah satu pihak sedang ngambek, yang lainnya harus tetap berusaha menjaga komunikasi tetap berjalan antar keduanya.

Komunikasi pun tidak hanya selalu ada dalam bentuk ucapan. Tunjukkan dengan sikap dan perilaku bahwa Anda masih perhatian dan peduli terhadapnya saat suka dan duka. Misalnya, dengan diam-diam menyelipkan payung di dalam tas kerjanya sebelum ia berangkat kerja begitu Anda tahu cuaca hari itu akan buruk. Atau, kirimkan makanan favoritnya ke kantor ketika Anda tahu ia sudah berhasil menggolkan proyeknya.

Seperti batu yang akan perlahan hancur ketika terus dibasuh air, sikap keras kepala pasangan pun juga perlahan mereda ketika dibanjiri oleh kasih sayang dan kepedulian Anda.

4. Ajak bicara lagi saat emosi pasangan sudah mulai stabil

pria lebih muda

Setelah emosinya sudah mulai stabil dan ia sudah bisa diajak bicara, coba ajak ia bicara lagi dengan baik. Tanyakan kembali apa yang membuatnya ngambek.

Biarkan pasangan Anda tahu bahwa Anda akan senang jika ia terbuka dengan Anda tentang apa yang ia rasakan. Jelaskan bahwa ia tidak perlu takut dengan reaksi Anda, dan bahwa Anda akan mencoba menerima dan bersama dalam masalah apa pun yang sedang dihadapi. Jika memang Anda yang salah, berbesar hatilah untuk tulus minta maaf padanya.

Sampaikan juga pada pasangan Anda bagaimana sebaiknya Anda berdua menghadapi masalah agar hal ini tidak terjadi lagi di masa depan agar hubungan Anda semakin membaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Respond to Silent Treatment  https://www.livestrong.com/article/58946-respond-silent-treatment/ diakses 17 April 2018.

The Best Way to Handle Your Partner’s Silent Treatment https://www.psychologytoday.com/us/blog/fulfillment-any-age/201802/the-best-way-handle-your-partner-s-silent-treatment diakses 17 April 2018.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 19/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x