4 Trik Cerdas Menghadapi Pasangan yang Sedang Ngambek

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tidak jarang salah satu pihak bisa ngambek dan mendiamkan yang lain ketika sedang bertengkar. Jika saat ini Andalah yang sedang dicuekin oleh si dia, apa yang Anda lakukan? Balik mengabaikannya saja atau malah jadi kepikiran dan merasa serba salah — “Apa dia sakit hati karena aku menyinggung perasaannya?”. Kalau pasangan ngambek, jangan terus dibiarkan apalagi dicuekin balik. Ngambek sebenarnya termasuk perilaku pasif agresif, yang lama-lama bisa berdampak negatif pada hubungan Anda.

Cara jitu menghadapi pasangan ngambek

Didiamkan pasangan sendiri rasanya memang tidak enak dan bikin serba salah. Nah sebaiknya turunkan sedikit ego Anda dan perlahan dekati pasangan Anda dengan berbagai cara jitu ini, supaya hubungan Anda berdua mesra kembali.

1. Cari tahu penyebab pasangan ngambek

tidak mencintai pasangan

Orang yang sedang ngambek itu membingungkan. Sulit untuk mengetahui apa yang sebenarnya ia inginkan karena ia sedang mogok bicara. Namun meski besar kemungkinannya ia masih akan tetap ngambek dengan Anda, tidak ada salahnya untuk mencoba cari tahu apa yang jadi penyebabnya.

Mungkin ada perilaku atau perkataan Anda yang membuat pasangan Anda marah, tapi ia tidak bisa mengungkapkannya. Mungkin ia ngambek sebagai cara untuk memendam emosinya agar tidak menyakiti Anda. Kemungkinan lainnya, ia merasa bahwa Anda tidak bisa memahami keinginannya, tetapi ia tidak bisa marah dan malah mendiamkan Anda sampai Anda menyadari kesalahan Anda.

Dengan terus mencoba memulai percakapan dengannya, Anda menunjukkan padanya bahwa Anda peduli dan ingin memperbaiki hubungan yang sedang alot ini. Bersabarlah saat Anda mencoba untuk mencari tahu akar dari penyebab ngambeknya itu.

2. Berikan pasangan Anda waktu sendiri

bukan pasangan hidup yang tepat

Jika setelah bertanya baik-baik dan ia masih “tetap dingin”, sebaiknya mengalah saja dulu dan berikan waktu untuknya menyendiri sementara. Coba cek kabarnya lagi beberapa jam kemudian atau di hari lain, daripada terus memaksa yang akhirnya bisa berlanjut ke pertengkaran sesi kedua.

3. Tetap tunjukkan rasa peduli pada pasangan Anda

mencari pasangan mirip orangtua

Berbalik mendiamkan pasangan bukanlah strategi perdamaian yang baik. Justru ketika salah satu pihak sedang ngambek, yang lainnya harus tetap berusaha menjaga komunikasi tetap berjalan antar keduanya.

Komunikasi pun tidak hanya selalu ada dalam bentuk ucapan. Tunjukkan dengan sikap dan perilaku bahwa Anda masih perhatian dan peduli terhadapnya saat suka dan duka. Misalnya, dengan diam-diam menyelipkan payung di dalam tas kerjanya sebelum ia berangkat kerja begitu Anda tahu cuaca hari itu akan buruk. Atau, kirimkan makanan favoritnya ke kantor ketika Anda tahu ia sudah berhasil menggolkan proyeknya.

Seperti batu yang akan perlahan hancur ketika terus dibasuh air, sikap keras kepala pasangan pun juga perlahan mereda ketika dibanjiri oleh kasih sayang dan kepedulian Anda.

4. Ajak bicara lagi saat emosi pasangan sudah mulai stabil

pria lebih muda

Setelah emosinya sudah mulai stabil dan ia sudah bisa diajak bicara, coba ajak ia bicara lagi dengan baik. Tanyakan kembali apa yang membuatnya ngambek.

Biarkan pasangan Anda tahu bahwa Anda akan senang jika ia terbuka dengan Anda tentang apa yang ia rasakan. Jelaskan bahwa ia tidak perlu takut dengan reaksi Anda, dan bahwa Anda akan mencoba menerima dan bersama dalam masalah apa pun yang sedang dihadapi. Jika memang Anda yang salah, berbesar hatilah untuk tulus minta maaf padanya.

Sampaikan juga pada pasangan Anda bagaimana sebaiknya Anda berdua menghadapi masalah agar hal ini tidak terjadi lagi di masa depan agar hubungan Anda semakin membaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hilangkan Kebiasaan Cuek Terhadap Pasangan Sekarang

Dianggap tidak peduli oleh pasangan memang sungguh menyakitkan. Yuk, ubah kebiasaan buruk tersebut dengan menghilangkan sifat cuek Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Seksual, Tips Seks 21 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Cara Menghadapi Pasangan yang Cuek

Pasangan yang tidak perhatian alias cuek memang membuat batin sengsara. Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, kenali cara menghadapi pasangan yang cuek.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 15 Januari 2020 . Waktu baca 3 menit

Ternyata Marah-Marah Bisa Bikin Orang Bahagia, Ini Alasannya

Beberapa orang mengakui bahwa marah bisa bikin bahagia. Bagaimana ceritanya Anda merasa bahagia saat marah? Apakah ini hal yang normal?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 27 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Tidak Selalu Buruk, Ternyata Marah Bisa Memberikan 3 Manfaat Ini

Marah biasanya dikaitkan dengan hal yang buruk, padahal tidak selalu demikian. Ada manfaat yang bisa didapat jika Anda menghadapi rasa marah dengan tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 29 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips mengendalikan amarah

10 Langkah Efektif untuk Mengendalikan Amarah

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Dampaknya Bila Orangtua Sering Membentak Anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit
menangis saat marah

Mengapa Ada Orang yang Mudah Menangis Saat Marah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 2 April 2020 . Waktu baca 5 menit
memaafkan orang yang dibenci

5 Langkah Sederhana untuk Memaafkan Orang yang Dibenci

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 31 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit