Pentingnya Kecerdasan Emosional di Tempat Kerja

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kecerdasan emosional atau yang sering disebut juga EQ (emotional quotient) sekarang ini menjadi topik hangat dan menjadi salah satu pertimbangan sebelum sebuah perusahaan mempekerjakan karyawan. Seseorang memiliki kecerdasan emosional apabila dia mampu mengenali dan mengerti emosi diri sendiri dan orang lain.

Pentingnya kecerdasan emosional dapat bermanfaat seperti dalam membuat keputusan, mencari solusi dari sebuah masalah, dan berkomunikasi dengan teman atau partner kerja. Lalu, bagaimana kecerdasan emosional di tempat kerja bisa berpengaruh terhadap karier Anda? Simak ulasannya di bawah.

Apa pentingnya kecerdasan emosional di tempat kerja?

cemas saat wawancara kerja

Apabila Anda memiliki kecerdasan emosional, berarti Anda dapat mengidentifikasi dan mengontrol emosi seperti ketika frustasi atau merasa sedih. Kabar baiknya, kemampuan ini dapat dilatih.

Menurut sebuah survei dari beberapa perekrut pekerja, hampir 75% responden menunjukkan bahwa mereka lebih mementingkan EQ daripada IQ dari calon karyawan. Hal ini menunjukkan, kecerdasan emosional lebih banyak memberi dampak pada pekerjaan, daripada urusan teknis.

Berikut alasan pentingnya kecerdasan emosional di tempat kerja:

  • Membuat keputusan dan menyelesaikan masalah dengan lebih baik
  • Tetap tenang ketika berada di bawah tekanan
  • Menyelesaikan konflik
  • Memiliki empati yang lebih besar
  • Mau mendengar, merefleksikan, dan menanggapi kritik yang membangun

Di sisi lain, apabila tingkat kecerdasan emosional rendah, di tempat kerja akan terdapat situasi seperti:

  • Tidak bertanggung jawab atau playing victim
  • Memiliki gaya berkomunikasi pasif atau agresif
  • Menolak untuk bekerja secara tim
  • Terlalu kritis atau tidak mau menerima pendapat dari orang lain

Di tempat kerja, tidak mudah untuk bergaul atau bersosialisasi karena lingkungannya lebih beragam bila dibandingkan dengan lingkungan rumah.

Anda juga tidak selalu bisa mengerti masalah atau hal apa yang sedang dialami oleh orang lain. Untuk itu, pentingnya kecerdasan emosional dapat membantu mengatasi bagaimana menghadapi karakter orang yang bermacam-macam ini.

Elemen penting dari kecerdasan emosional di tempat kerja

merasa diawasi meningkatkan fungsi otak

Kecerdasan emosional atau EQ terdiri dari empat elemen. Berikut di antaranya:

 1. Kesadaran diri

Sadar diri merupakan kemampuan untuk mengenali emosi diri sendiri dan dampaknya ketika akan membuat sebuah keputusan.

Apakah Anda dapat secara cepat merasakan sesuatu yang salah saat masuk ke dalam ruangan dan bertemu dengan orang asing? Sebelumnya hal ini dikenal dengan “intuisi.” Kemampuan instingtif ini berasal dari tingkat kecerdasan emosional Anda.

2. Manajemen diri

Elemen kedua dari EQ yang dapat memengaruhi pekerjaan adalah manajemen diri. Artinya, Anda perlu menguasai kemampuan untuk mengontrol emosi, perilaku, dan cara untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Selain itu, elemen dari kecerdasan emosional ini dapat menekan rasa marah, kekecewaan, dan rasa takut sehingga emosi tidak memengaruhi Anda ketika akan mencoba menyelesaikan sebuah masalah. Lalu Anda juga dapat membaca keadaan, seperti kapan waktunya untuk mendengar, bertanya, dan meminta bantuan.

3. Kesadaran sosial

Kesadaran sosial dapat membuat Anda merasakan, mengerti, dan tahu bagaimana bereaksi terhadap emosi yang ditunjukkan orang lain serta merasa nyaman untuk bersosialisasi.

Anda juga akan merasakan ketika secara tidak sengaja menyinggung atau membantu membaca emosi dari raut wajah lawan bicara.

4. Manajemen hubungan

Kemampuan ini dapat membuat Anda menjadi seseorang yang inspiratif, berpengaruh, dan tahu bagaimana menjaga hubungan baik dengan orang lain. Selain itu juga Anda akan lebih mudah mengontrol sebuah konflik karena mampu tenang, tapi tetap fokus dalam situasi tertentu.

Pentingnya kecerdasan emosional berdampak tidak hanya pada kesehatan diri tapi juga pada kesuksesan di tempat kerja. Setiap perusahaan memiliki lingkungan yang berbeda.

Terutama bagi Anda yang baru masuk di tempat kerja baru, usahakan untuk selalu terbuka dengan membuka mata, telinga, dan hati mengenai setiap informasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

Makanan probiotik memang baik untuk sistem pencernaan Anda. Namun siapa sangka probiotik ternyata juga bisa meredakan gejala depresi? Ini dia penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari, Menurut Psikolog

Anda tak bisa lepas dari akun media sosial setiap harinya? Awas, Anda mungkin sudah melewati batas wajar menggunakan media sosial sehari-hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Kecanduan 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Meningkatkan Fokus, Juga Mengasah Kreativitas

Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 29 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Semua yang Perlu Diketahui Seputar Atrofi Otak, Ketika Ukuran Otak Menciut

Atrofi otak adalah kondisi rusak atau hilangnya sel otak dan sambungan antar sel otak secara berkelanjuta. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 28 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat sering menangis

Ini Alasan Orang yang Sering Menangis, Justru Mentalnya Sekuat Baja

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mental illness atau gangguan mental

Mental Illness (Gangguan Mental)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
serangan panik atau panic attack

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
depresi pagi hari

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit