Mengenal Suicidal Thought, Pikiran untuk Bunuh Diri

Mengenal Suicidal Thought, Pikiran untuk Bunuh Diri

Pikiran tentang bunuh diri alias suicidal thought tentu tidak boleh disepelekan. Hal ini bisa saja berujung pada perilaku menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri. Ketahui ciri-ciri seseorang sedang memiliki suicidal thought dan cara menghadapinya melalui pembahasan di bawah ini.

Apa itu suicidal thought?

Maprotiline

Suicidal thought adalah pikiran atau perencanaan seseorang untuk melakukan bunuh diri. Hal ini bisa berupa rencana terperinci atau pertimbangan sekilas.

Pada umumnya, suicidal thought terbagi ke dalam dua jenis, yakni ide aktif dan pasif.

  • Ide aktif: memikirkan dan memiliki niat untuk bunuh diri sehingga mengatur rencana yang rinci untuk mengakhiri hidup.
  • Ide pasif: memiliki keinginan untuk bunuh diri, tetapi tidak memiliki rencana matang untuk melakukannya.

Kebanyakan orang yang mengalami pikiran bunuh diri sedang mengalami gangguan kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, depresi, hingga gangguan bipolar.

Selain itu, kondisi ini juga bisa dialami oleh mereka yang sedang menghadapi berbagai kondisi yang mengganggu kesehatan fisik atau mentalnya.

Apabila orang terdekat Anda memiliki suicidal thought, penting untuk mengambil tindakan untuk membantu mencegah perilaku bunuh diri.

Berapa banyak orang yang melakukan percobaan bunuh diri?

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), ada lebih dari 700 ribu kematian akibat bunuh diri setiap tahunnya. Tentu, dari angka tersebut masih banyak lagi jumlah orang yang melakukan percobaan bunuh diri (suicidal attempt) yang tidak tercatat.

Tanda-tanda seseorang memiliki suicidal thought

Apa beda depresi dan bipolar disorder

Orang yang punya pikiran bunuh diri mungkin akan memperlihatkan secara jelas keinginannya.

Mereka mungkin kerap membicarakan tentang perasaan kosong, putus asa, dan tidak memiliki alasan untuk hidup. Bahkan, tak jarang ini langsung tertuju pada keinginan bunuh diri.

Di sisi lain, banyak orang mungkin merahasiakan pikiran atau perasaannya tersebut, bahkan dengan keluarga, sahabat, atau orang terdekatnya.

Orang dengan suicidal thought biasanya mengalami perubahan emosional seperti berikut ini.

  • Lebih mudah untuk marah dan tersulut emosi, padahal tidak ada pemicu yang jelas.
  • Perubahan suasana hati (mood swing) menjadi sangat sedih, marah, maupun cemas.
  • Perubahan perilaku yang tiba-tiba, seperti dari gelisah atau marah menjadi tenang dan bahkan lebih ceria dari biasanya.

Selain itu, orang dengan pikiran bunuh diri juga mungkin dengan sengaja melakukan perilaku berbahaya seperti berikut ini.

  • Meningkatkan penggunaan alkohol dan bahkan obat-obatan terlarang.
  • Mengemudi dengan sembrono, seperti tanpa menggunakan sabuk pengaman atau berada di bawah pengaruh alkohol.
  • Mengubah rutinitas normal, seperti pola tidur dan makan yang lebih banyak atau sedikit.
  • Melakukan self-harm atau hal-hal yang menyakiti diri sendiri, seperti memotong kulit atau membenturkan kepala ke tembok.
  • Melakukan hubungan seks yang tidak aman.

Penyebab dan faktor risiko suicidal thought

Pada umumnya, suicidal thought timbul akibat masalah kesehatan mental yang dialami seseorang. Namun, sebenarnya ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab bunuh diri.

Bahkan, studi terbaru dalam jurnal Molecular Psychiatry (2018) menemukan bahwa gen tertentu mungkin berperan dalam perkembangan pikiran dan perilaku bunuh diri.

Meski begitu, ide untuk bunuh diri biasanya timbul saat seseorang merasa putus asa. Pada titik ini, mereka tidak mampu lagi menghadapi suatu situasi di dalam kehidupannya.

Beberapa situasi yang dapat meningkatkan risiko munculnya suicidal thought adalah sebagai berikut.

  • Pernah mencoba untuk bunuh diri sebelumnya.
  • Kesulitan dalam kehidupan, seperti masalah keuangan, kematian orang yang dicintai, putus cinta, atau perceraian.
  • Memiliki teman atau orang dekat yang meninggal karena bunuh diri.
  • Memiliki riwayat penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang.
  • Mengalami penyakit kronis atau penyakit parah yang tidak bisa disembuhkan, seperti kanker stadium akhir.
  • Kekerasan dan diskriminasi di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat kerja.

Cara menghentikan suicidal thought

klinik psikologi

Pikiran untuk mengakhiri hidup bisa timbul saat seseorang menghadapi krisis di dalam hidupnya. Akan tetapi, ingat bahwa hal ini bukanlah satu-satunya jalan keluar yang harus dipilih.

Apabila Anda atau orang terdekat merasakan suicidal thought, konsultasi dengan psikolog atau psikiater bisa membantu Anda menangani kondisi ini dengan aman.

Selagi mengikuti konseling dengan terapis, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghentikan pikiran bunuh diri.

1. Terapi psikologi

Terapi psikologi atau psikoterapi bertujuan untuk mendalami lebih jauh suatu masalah yang membuat Anda atau orang terdekat merasa ingin bunuh diri.

Ada banyak jenis psikoterapi dengan kegunaan yang berbeda. Terapi perilaku kognitif (CBT) misalnya, dapat membantu Anda belajar memberikan respons yang lebih baik bila pikiran untuk bunuh diri muncul kembali di kemudian hari.

2. Minum obat-obatan

Dokter spesialis kesehatan mental juga dapat meresepkan obat-obatan tertentu, misalnya obat antidepresan, antikecemasan, atau antipsikotik, sesuai dengan kondisi pasien.

Obat-obatan ini membantu mengurangi gejala gangguan mental yang Anda alami sehingga dapat membuat perasaan atau pikiran untuk bunuh diri berkurang.

3. Jauhkan diri dari benda berbahaya

Suicidal thought juga bisa timbul bila orang yang mengalaminya memiliki akses terhadap benda berbahaya, seperti silet, pisau, tali tambang, atau racun serangga.

Jauhkanlah benda-benda berbahaya tersebut, misalnya dengan meletakkannya di dalam lemari yang dikunci.

Apabila orang tersebut memiliki riwayat penyalahgunaan tembakau, alkohol, dan obat-obatan terlarang, jauhkan juga hal-hal tersebut agar tidak memicu kecanduan.

4. Lakukan pola hidup sehat

Menerapkan pola hidup sehat juga bisa membantu mencegah suicidal thought dan mengalihkan pikiran Anda saat berhadapan dengan krisis kehidupan.

Berbagai hal yang bisa dilakukan yakni memperbaiki jam tidur, makan teratur, rutin olahraga, dan mengelola stres dengan melakukan hobi atau meditasi.

Di manakah Anda bisa mendapatkan bantuan?

Jika Anda atau orang terdekat Anda menunjukkan tanda-tanda depresi atau penyakit mental lainnya, maupun menunjukkan keinginan, perilaku, atau ingin mencoba bunuh diri, segeralah hubungi L.I.S.A. Suicide Prevention Helpline (+62) 811-3855-472 atau layanan konseling psikologi SEJIWA hotline 119 (extension 8).

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Suicide. World Health Organization (WHO). (2021). Retrieved 20 September 2022, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/suicide

Suicide Prevention. National Institute of Mental Health (NIMH). (2022). Retrieved 20 September 2022, from https://www.nimh.nih.gov/health/topics/suicide-prevention

What Are Suicidal Thoughts and Do I Need Help for Them?. The Jed Foundation. (2022). Retrieved 20 September 2022, from https://jedfoundation.org/resource/what-are-suicidal-thoughts-and-do-i-need-help-for-them/

Suicide and suicidal thoughts – Symptoms & causes. Mayo Clinic. (2022). Retrieved 20 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/suicide/symptoms-causes/syc-20378048

Suicide and suicidal thoughts – Diagnosis & treatment. Mayo Clinic. (2022). Retrieved 20 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/suicide/diagnosis-treatment/drc-20378054

L.I.S.A. Mental Health and Suicide Prevention Helpline. Movement of Recovery. (2018). Retrieved 20 September 2022, from https://movementofrecovery.org/lisa-helpline/ 

Layanan SEJIWA Lindungi Kesehatan Mental Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2021). Retrieved 20 September 2022, from https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/3178/layanan-sejiwa-lindungi-kesehatan-mental-masyarakat-di-masa-pandemi-covid-19

Coon, H., Darlington, T., DiBlasi, E., Callor, W., Ferris, E., & Fraser, A. et al. (2018). Genome-wide significant regions in 43 Utah high-risk families implicate multiple genes involved in risk for completed suicide. Molecular Psychiatry, 25(11), 3077-3090. https://doi.org/10.1038/s41380-018-0282-3

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Oct 14
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa