home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kesadaran untuk Memeriksakan Mata di Indonesia Masih Kurang

Kesadaran untuk Memeriksakan Mata di Indonesia Masih Kurang

Kami melakukan riset melalui survei untuk mengetahui apakah pemeriksaan kesehatan mata di Indonesia dan Asia sudah dilakukan secara benar.

Mata adalah salah satu organ yang paling penting untuk menjaga kualitas hidup manusia. Dengan mata, seseorang dapat melihat keindahan dunia, belajar, serta berkomunikasi dengan orang lain.

Gangguan penglihatan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi. Namun kesehatan mata seringkali luput dari perhatian masyarakat.

Berdasarkan data dari World Health Organization, setidaknya ada sebanyak 2,2 miliar orang yang memiliki gangguan penglihatan jarak dekat atau jauh di seluruh dunia. Setengah dari kasus tersebut belum ditangani dan masih bisa dicegah mengalami perburukan.

Maka dari itu, melakukan pemeriksaan mata secara berkala sangat penting. Pemeriksaan mata bertujuan untuk mengetahui seberapa baik indera penglihatan bekerja dan mendeteksi adanya masalah. Dengan begitu, penanganan lebih awal bisa didapatkan.

Survei pemeriksaan mata

Faktanya, masih banyak orang yang belum pernah memeriksakan kondisi mata mereka. Menurut survei pemeriksaan mata pada pembaca Hello Health terhadap 850 responden di 6 negara di Asia Tenggara, 45% warga Indonesia belum pernah memeriksakan matanya.

Angka ini lebih rendah ketimbang 4 negara lain yakni Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Thailand dengan rata-rata 70% telah memeriksakan matanya. Sementara Kamboja, hampir sama dengan Indonesia, 46% responden di sana belum pernah memeriksakan matanya sama sekali.

Gangguan penglihatan yang paling umum di Asia Tenggara

Gangguan yang berhubungan dengan koreksi penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, dan penglihatan kabur masih menjadi masalah mata yang paling banyak alami oleh orang-orang di Asia Tenggara.

pemeriksaan mata

Kaburnya penglihatan itu juga menjadi keluhan paling banyak, 82% responden di Indonesia, yang membuat seseorang memeriksakan matanya. Banyak masyarakat yang baru pergi ke optik atau dokter spesialis mata ketika penglihatan mulai rabun atau tidak jelas telah mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Ada pula beberapa orang yang datang hanya untuk tujuan estetika seperti membeli bingkai kacamata yang baru. Keluhan lainnya meliputi mata kering dan gatal.

Di Indonesia dan Malaysia, hanya 1 dari 10 orang yang benar-benar pergi ke dokter spesialis mata sebagai bagian dari pemeriksaan rutin.

Begitu pula pada orang-orang yang belum pernah menjalani pemeriksaan mata. Mereka baru merasakan urgensi untuk memeriksakan matanya bila mengalami penglihatan yang mulai rabun (49%) atau gejala lain yang tak biasa (41%). Alasan selanjutnya adalah adanya promo atau diskon pemeriksaan mata.

alasan pemeriksaan mata

Kapan sebaiknya periksa mata?

Terlepas apakah Anda mengalami gangguan penglihatan atau tidak, Anda perlu melakukan pemeriksaan mata secara berkala. Sebab, terkadang gangguan pada penglihatan tidak menimbulkan gejala pada awal kemunculannya.

Dokter bisa mencegah dan melakukan penanganan agar gangguan tersebut tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Selain itu Anda juga akan mendapat tips yang dibutuhkan untuk merawat dan menjaga kesehatan mata.

Saat pemeriksaan, dokter akan mengecek ketajaman visual atau seberapa jelas Anda dapat melihat, bagaimana gerak otot dalam menggerakkan mata, dan seberapa luas lapang pandang Anda.

Dokter juga dapat mengamati adakah tanda-tanda penyakit mata seperti katarak dan penyakit glaukoma atau masalah kesehatan lain termasuk hipertensi dan diabetes dari tampilan mata Anda.

Selain sebagai pemeriksaan rutin, Anda juga harus melakukan pemeriksaan mata bila mengalami gejala seperti di bawah ini.

  • Penglihatan buram atau kabur
  • Sulit melihat ketika malam hari
  • Mata lelah diikuti dengan pusing yang berulang
  • Kesulitan saat beralih memandang dari gelap ke yang terang
  • Penglihatan berbayang atau bergelombang
  • Mata merah dan tertekan

Seberapa sering kebutuhan seseorang untuk periksa mata berbeda-beda tergantung pada usia. Bila mata Anda sehat dan penglihatan baik, Anda harus sudah menjalani pemeriksaan mata lengkap setidaknya satu kali di usia 20-an dan dua kali di usia 30-an.

Setelah itu, Anda bisa melakukan pemeriksaan kembali saat memasuki usia 40 tahun, sebab pada masa tersebut Anda akan lebih rentan mengalami penyakit mata atau kondisi lainnya yang dapat mempengaruhi mata Anda.

Sementara itu, orang-orang yang berusia 65 tahun ke atas perlu periksa mata setiap satu tahun sekali.

Pemeriksaan mata

Survei pemeriksaan mata pada anak-anak

Pemeriksaan mata sesungguhnya tidak harus menunggu sampai tua. Bahkan, kebiasaan ini sebaiknya dilakukan sejak awal anak dilahirkan.

Berdasarkan hasil survei pemeriksaan mata pada pembaca Hello Sehat, 75% orangtua belum pernah memeriksakan mata anaknya pada dokter spesialis mata.

Dari 25% yang memeriksakan mata anaknya, 77% orangtua baru membawa anak mereka ke dokter mata ketika berusia tujuh tahun ke atas, yang mana usia tersebut jauh lebih lambat dari yang disarankan.

Sekitar 54% orangtua memeriksakan mata anaknya setelah anak mengalami gangguan penglihatan seperti mata rabun. Padahal, menjaga kesehatan mata sejak dini sangatlah penting untuk memastikan perkembangan mata anak tetap sehat dan tidak bermasalah.

Alasan lain yang mendorong pemeriksaan mata anak keinginan membeli kacamata (15%) dan saran dari orang lain (15%). Hanya 1 dari 10 orangtua memeriksakan mata anaknya sebagai bagian dari rutinitas pemeriksaan kesehatan.

Kondisi ini sejalan dengan temuan lain, bahwa hanya 1 dari 10 orangtua yang mengetahui bahwa pemeriksaan mata anak sebaiknya dilakukan setidaknya sejak batita.

Selain itu, 72% responden di Indonesia juga tidak mengetahui seberapa sering harus memeriksakan mata anaknya. Angka ini merupakan terendah dibandingkan 5 negara Asia Tenggara lainnya.

Pemeriksaan mata pertama dapat dilakukan sejak bayi baru lahir. Dokter akan melihat apakah pupil bayi merespons terhadap cahaya dengan baik dan refleks merah dapat ditemukan di fundus (ruang belakang) mata.

Kemudian, pemeriksaan harus dilakukan lagi antara 6 sampai 12 bulan guna memastikan keselarasan dan gerakan mata anak sehat. Pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan saat anak berusia antara 3 sampai 5 tahun.

Ketika mulai memasuki masa remaja, masalah seperti rabun jauh rentan menyerang anak. Pada masa-masa tersebut, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan setiap satu hingga dua tahun sekali.

Pemeriksaan dapat mendeteksi masalah pada mata Anda lebih awal. Oleh karena itu, jangan ragu untuk memeriksakan mata Anda ke dokter sebelum penyakitnya muncul.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Eye Exam. (2021). Mayo Clinic. Retrieved 12 October 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/eye-exam/about/pac-20384655

Eye Screening for Children. (2021). American Academy of Ophthalmology. Retrieved 12 October 2021, from https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/children-eye-screening

5 Signs You Might Need an Eye Exam. (2019). Penn Medicine. Retrieved 12 October 2021, from https://www.pennmedicine.org/updates/blogs/health-and-wellness/2019/october/5-signs-you-might-need-an-eye-exam

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui seminggu yang lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.