Apakah Kacamata Anti Radiasi Komputer Efektif untuk Melindungi Mata?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 9 Maret 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan pekerja kantoran menghabiskan sebagian besar waktunya di depan komputer atau perangkat digital lainya. Tidak jarang hal ini membuat mereka lebih rentan mengalami berbagai masalah mata, seperti mata lelah, penglihatan kabur, hingga mata merah. Sebagai upaya mengurangi efek bahaya tersebut, beberapa orang menggunakan kacamata anti radiasi untuk melindungi matanya. Namun, apakah kacamata ini benar efektif atau hanya trik iklan saja? Ketahui ulasan lengkapnya dalam artikel ini.

Apa itu kacamata anti radiasi?

Kacamata anti radiasi merupakan kacamata khusus yang bertujuan untuk melindungi penglihatan Anda saat menatap layar komputer atau perangkat digital lainnya.

Kacamata jenis ini dirancang untuk mengurangi paparan sinar atau silau, meningkatkan kontras, dan mengoptimalkan penglihatan Anda agar lebih mudah dan nyaman melihat layar dalam waktu lama.

Kacamata anti radiasi komputer umumnya menggunakan lensa dengan pelapis anti-reflective (AR). Lensa inilah yang mengurangi silau dengan meminimalisasi jumlah cahaya yang memantul dari permukaan depan dan belakang lensa kacamata Anda. Cahaya yang menyilaukan adalah penyebab utama mata lelah.

Lantas, apakah kacamata anti radiasi efektif untuk melindungi mata?

Dilansir dari lamat Lifehacker, Dr Jeffrey Anshel, seorang spesialis mata, mengatakan bahwa efektivitas kacamata ini amat bergantung pada pemakainya.

Jika Anda sebelumnya tidak memiliki masalah mata tertentu, mungkin penggunaan kacamata ini tidak akan begitu berpengaruh. Namun, jika Anda mengalami masalah penglihatan tertentu (seperti mata merah, mata lelah, mata kering, penglihatan buram, dan lain sebagainya) dan diharuskan untuk bekerja di depan layar monitor dalam waktu yang lama, kacamata jenis ini bisa jadi solusi yang tepat.

Akan tetapi sebelum menggunakan kacamata jenis anti radiasi, ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter mata terlebih dahulu. Biasanya untuk kenyamanan Anda di depan komputer, dokter mungkin akan memodifikasi resep kacamata yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi penglihatan Anda. Hal ini berlaku terutama untuk Anda yang biasanya memakai lensa kontak yang mengalami mata kering dan tidak nyaman selama bekerja depan komputer.

Cara efektif melindungi mata dari paparan sinar komputer

Terlepas dari penggunaan kacamata anti radiasi, sebenarnya ada beberapa hal lain yang tidak kalah penting untuk Anda lakukan supaya mata Anda bisa terlindungi dari paparan sinar komputer atau perangkat digital lainnya, yaitu:

1. Atur jarak pandang dari layar komputer

Para peneliti menemukan bahwa posisi jarak pandang optimal untuk melihat layar komputer adalah sekitar 50–66 cm atau sekitar satu rentangan tangan, sehingga Anda tidak harus meregangkan leher atau membuat mata jadi tegang.

Jika Anda perlu melihat bolak-balik antara kertas dan layar komputer Anda, tempatkan halaman tertulis pada tempat bersebelahan dengan monitor. Jadi, mata Anda tidak berusaha keras bolak-balik melihat ke atas dan bawah pada saat mengetik.

Jika Anda ingin menggunakan lampu meja, pastikan arah sinar tidak ke mata Anda ataupun ke layar komputer Anda. Selain itu, Anda juga perlu mengatur tempat kerja dan kursi Anda dengan ketinggian yang sesuai untuk menjaga postur tubuh selama Anda bekerja di depan komputer.

2. Atur pencahayaan ruang yang sesuai

Menjaga kesehatan mata saat bekerja erat kaitannya dengan seberapa baik Anda mengatur pencahayaan lampu ruangan kantor

Kebanyakan sistem pencahayaan di kantor menggunakan direct lighting, alias menempatkan titik lampu pada titik tengah ruangan atau pada beberapa titik yang dipasang secara simetris dan merata. Teknik ini digunakan untuk menghasilkan sumber cahaya secara terang dan menyeluruh. Padahal, bekerja dengan bermandikan cahaya langsung dari atas kepala membuat mata cepat lelah karena silau sehingga menurunkan produktivitas kerja.

Hindari hanya memiliki lampu ruangan dengan penerangan yang langsung diarahkan ke bawah. Jika memungkinkan, posisikan layar komputer Anda di samping jendela, bukan di depan atau di belakangnya.

3. Atur pencahayaan komputer Anda

Sesuaikan kecerahan layar komputer sehingga kira-kira sama dengan kecerahan di sekitar tempat kerja Anda. Pertimbangkan untuk memasang layar anti-glare pada monitor Anda. Sesuaikan juga kontras ukuran dan warna teks untuk kenyamanan mata Anda, terutama saat membaca atau menulis dokumen yang panjang. Biasanya, teks hitam dengan latar belakang putih merupakan kombinasi terbaik.

Yang juga harus diperhatikan: Color temperature. Ini merupakan istilah teknis yang digunakan untuk menggambarkan spektrum cahaya yang dipancarkan oleh layar. Mengurangi color temperature pada layar Anda akan memberikan kenyamanan dalam penggunaan komputer yang lama.

4. Sering berkedip

Meski terdengar sepele, nyatanya sering berkedip diperlukan saat Anda bekerja di depan komputer. Pasalnya, terlalu lama di depan komputer akan membuat Anda secara tidak sadar jarang berkedip. Padahal dengan berkedip, hal ini akan melembapkan mata Anda sehingga bisa mencegah kekeringan atau iritasi mata.

Sebuah studi mengatakan bahwa seseorang yang berkerja di depan komputer dan hanya berkedip 9 kali dalam semenit (umumnya seseorang berkedip 18 kali/menit) justru lebih berisiko mengalami mata kering, lelah, gatal-gatal, dan terasa mata.

Nah, agar tidak lupa, Anda bisa memasang note yang bertuliskan “Berkedip!” di sudut komputer Anda.

4. Terapkan aturan 20-20-20

Untuk mengurangi risiko mata lelah karena terus-menerus berfokus pada layar komputer, Anda perlu mengistirahatkan mata dengan menerapkan aturan 20-20-20. Aturan tersebut menganjurkan Anda berpaling dari layar monitor setiap 20 menit sekali dan mengistirahatkan mata Anda paling selama 20 detik dengan melihat objek atau benda yang jaraknya sekitar 20 kaki (6 meter).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit