Bagaimana Cara Mencegah Mata Minus? Simak Tips Berikut Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Mata minus alias miopi adalah gangguan penglihatan yang sudah sangat umum ditemukan. Kondisi ini menyebabkan mata sulit melihat objek yang jauh. Lalu, apakah kondisi mata minus bisa dicegah? Untuk mengetahui bagaimana cara mencegah mata minus, simak terus ulasannya di bawah ini.

Apa yang menyebabkan mata minus?

Miopi atau mata minus merupakan salah satu dari kelainan refraksi mata. Kondisi ini terjadi ketika struktur bola mata berubah menjadi lebih panjang, atau bentuk kornea (bagian depan mata) menjadi cekung. Akibatnya, cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat terfokus dengan baik, dan objek yang jauh akan terlihat kabur.

Para ahli belum mengetahui secara jelas apa penyebab utama dari mata minus. Namun, diperkirakan terdapat beberapa faktor dan kebiasaan sehari-hari yang memengaruhi munculnya mata minus, seperti:

  • faktor genetik atau keturunan
  • kebiasaan membaca yang salah
  • kondisi lingkungan, seperti kurang beraktivitas di luar ruangan

Bagaimana cara mencegah mata minus?

Biasanya, kondisi mata minus mulai terjadi sejak masa kanak-kanak dan berhenti saat memasuki masa remaja. Akan tetapi, tidak semua kasus mata minus berakhir demikian. Tak jarang pula gangguan penglihatan seperti mata minus akan bertahan hingga dewasa.

Lalu, apakah mata minus merupakan kondisi yang bisa dicegah? Sebenarnya, belum ditemukan cara-cara yang pasti bisa mencegah mata minus. Namun, Anda bisa mengurangi risiko terkena mata minus dengan menghindari faktor-faktor risikonya.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda coba untuk mencegah mata minus:

1. Makan makanan bergizi

Tidak bisa dipungkiri bahwa apa yang Anda makan akan berpengaruh pada kesehatan Anda, termasuk kesehatan mata. Oleh karena itu, cara mencegah kondisi mata minus bisa Anda mulai dari mengatur pola makan yang kaya akan nutrisi.

Menurut American Academy of Ophthalmology, memilih menu makanan yang dipenuhi dengan sayur, buah-buahan, dan gandum utuh dipercaya dapat mengurangi risiko terkena gangguan penglihatan. Sebaiknya, pilih sayur dan buah yang mengandung vitamin dan antioksidan yang tinggi, seperti vitamin A, C, dan E. Beberapa contoh makanan yang kaya akan vitamin-vitamin tersebut adalah:

  • sayur dan buah berwarna oranye, seperti wortel, ubi manis, jeruk, aprikot
  • stroberi
  • tomat
  • paprika
  • alpukat
  • kacang almond
  • biji bunga matahari

Selain itu, pilih juga sayur berwarna hijau gelap karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Dalam sayuran hijau, lutein dan zeaxanthin yang menghasilkan warna hijau pada sayur, dan zat-zat tersebut merupakan antioksidan yang dapat melindungi penglihatan kita. Sayuran yang bisa Anda konsumsi meliputi:

  • brokoli
  • bayam
  • selada
  • kacang hijau
  • kangkung

2. Memeriksakan mata ke dokter secara berkala

Selain mencegah dengan cara mengubah pola makan, Anda juga bisa menghindari risiko mata minus dengan melakukan pemeriksaan mata secara rutin. Hal ini penting, terutama pada anak-anak dengan orang tua yang memiliki mata minus, atau orang dewasa yang cukup sering menghabiskan waktu di depan layar gadget.

Melalui pemeriksaan mata, Anda dapat mengetahui apakah Anda memiliki masalah penglihatan tertentu, atau memiliki faktor-faktor risiko yang membuat Anda lebih rentan mengalami mata minus. Dengan demikian, Anda bisa mengambil langkah-langkah pencegahan sejak dini.

3. Tidak melihat atau membaca terlalu dekat

Gangguan penglihatan seperti mata minus juga dipicu oleh aktivitas yang mengharuskan mata untuk membaca atau melihat objek terlalu dekat. Biasanya, hal ini cenderung dilakukan ketika Anda sedang membaca, menulis, atau menggunakan gadget seperti telepon genggam dan laptop.

Maka dari itu, cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah mata minus adalah usahakan tidak melihat atau membaca terlalu dekat. Selain itu, Anda juga bisa mulai membatasi waktu yang Anda habiskan di depan layar gadget untuk mengurangi risiko gangguan penglihatan.

Pastikan Anda membaca dengan jarak pandang minimal 30 cm dari mata. Untuk layar komputer, beri jarak setidaknya 50 cm dari mata. Sementara itu, Anda sebaiknya menonton televisi dengan jarak pandang minimal 2 meter.

4. Hindari membaca di tempat gelap

Kebiasaan membaca atau menulis dengan penerangan yang tidak cukup juga berdampak pada kesehatan mata Anda. Kondisi ruangan yang terlalu gelap menyebabkan mata Anda bekerja lebih keras untuk fokus terhadap objek yang ada di depannya.

Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan pencahayaan yang baik saat sedang membaca sebagai cara mencegah terkena mata minus.

5. Istirahatkan mata saat mulai terasa lelah

Cara lain yang tidak kalah penting untuk mencegah mata minus adalah jangan memaksakan mata Anda. Jika Anda sudah mulai merasa lelah saat menatap layar gadget atau membaca terlalu lama, jangan tunda waktu untuk beristirahat.

Anda bisa memakai aturan “20-20-20” untuk mengistirahatkan mata. Caranya, alihkan pandangan Anda dari gadget setiap 20 menit sekali. Lihatlah objek atau benda yang berjarak setidaknya 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.

Untuk anak-anak, Anda bisa mengajak mereka lebih sering beraktivitas di luar rumah dibanding terlalu lama bermain dengan gadget atau menonton televisi. Anak-anak disarankan untuk menghabiskan waktu di luar ruangan selama 2 jam per hari untuk mencegah kerusakan mata.

Cara mencegah mata yang sudah minus bertambah parah

Terkadang, gangguan penglihatan tidak dapat kita cegah sepenuhnya meski Anda sudah mencoba tips-tips di atas. Kalau sudah terkena mata minus, satu-satunya cara yang bisa Anda lakukan adalah menjaga kesehatan mata untuk mencegah minus bertambah parah. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan minus Anda bisa bertambah di lain waktu.

Salah satu penyebab minus mata bertambah adalah pemakaian kacamata yang kurang tepat. Salah resep kacamata adalah kesalahan yang cukup umum ditemukan selama pemeriksaan mata. Ketika perhitungan lensa sedikit saja meleset satu-dua derajat, Anda akan memiliki kacamata yang berlensa buram dan menyebabkan penglihatan semakin kabur.

Di sisi lain, kesulitan untuk memfokuskan penglihatan pada gambar atau tulisan adalah tanda penuaan yang sulit dielak. Kondisi ini disebut presbiopi dan bisa menyerang kita semua, sehingga sebagian besar dari kita akhirnya harus memakai kacamata.

Banyak kondisi mata, termasuk presbiopia, yang memburuk dengan sendirinya dari waktu ke waktu — dengan atau tanpa kacamata. Cepat atau lambat, suka tidak suka, Anda akan mengalaminya dan tidak banyak yang bisa Anda lakukan terhadap proses penuaan alami ini.

Pertambahan minus pada mata tidak bisa dicegah sepenuhnya. Namun, Anda bisa melakukan cara-cara berikut untuk memperlambat proses bertambahnya minus pada mata:

1. Tetap memakai kacamata Anda

Banyak yang beranggapan bahwa memakai kacamata terus-menerus malah dapat menambah minus mata Anda. Hal ini tentunya salah karena kacamata justru membantu Anda melihat lebih jelas.

Jadi, penglihatan yang memburuk setelah Anda melepas kacamata sebenarnya hanyalah Anda yang kembali dalam mode penglihatan asli Anda, tampak semakin diperjelas karena Anda sudah sangat terbiasa dengan penglihatan yang lebih tajam berkat bantuan lensa kacamata Anda.

Lain ceritanya jika Anda memakai kacamata dengan resep yang salah. Kacamata dengan lensa yang tidak sesuai akan memberikan dampak negatif pada penglihatan Anda dalam jangka panjang.

2. Pemakaian obat tetes atropine

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah minus pada mata bertambah parah adalah menggunakan obat tetes mata berjenis atropine. Pemberian atropine dengan dosis harian tertentu dapat mengurangi risiko perkembangan mata minus sebanyak 50%.

Namun, obat ini masih memiliki efek samping yang cukup kuat, sehingga penggunaannya dalam jangka panjang masih menjadi perdebatan. Selain itu, Anda tentunya tidak disarankan memakai obat ini tanpa resep dan aturan dari dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Jenis-Jenis Yoga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Yoga adalah salah satu jenis olahraga yang diminati banyak orang. Tapi, apakah Anda tahu apa saja manfaat yoga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fitriana Deswika
Latihan Kelenturan, Kebugaran 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Banyak pasangan yang mencoba berbagai cara agar bisa berhubungan seks setiap hari agar cepat. Tapi, apakah benar sering seks bisa hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Mie instan mungkin makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama anak kos di akhir bulan. Namun, tahukah Anda bahaya makan mie instan?

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Tikus terkenal sebagai hewan yang jorok karena bisa menyebabkan penyakit. Berikut adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh tikus yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat vertigo

Berbagai Pilihan Obat Vertigo: Mana yang Paling Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tidak tumbuh jenggot dan kumis

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat sariawan

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit