Heterochromia, Saat Kedua Mata Anda Berbeda Warna

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Heterochromia adalah perbedaan warna pada kedua iris mata manusia. Sangat jarang seseorang bisa memiliki dua mata yang berbeda warna. Di Amerika saja, kondisi ini hanya terjadi pada 11 dari setiap 1.000 orang.  Hal ini biasanya terjadi karena beberapa faktor, dan sebenarnya bisa berkembang seiring berjalannya waktu. Simak penjelasannya di bawah ini. 

Apa itu heterochromia?

Heterochromia

Seperti yang telah disebutkan di atas, heterochromia adalah kondisi ketika seseorang memiliki dua warna yang berbeda pada iris mata mereka. Iris adalah bagian mata yang menentukan warna mata.

Warna iris mata manusia beragam jenisnya. Ada yang warna cokelat terang, biru, hijau, sampai hitam. Warna ini tergantung dari jumlah melanin (zat yang dihasilkan oleh sel melanosit) pada epitelium pigmen yang terletak di bagian belakang iris, jumlah melanin pada stroma (lapisan iris), dan kepadatan sel di stroma.

Heterochromia juga diartikan sebagai ciri umum dari kelainan genetik keturunan. Kelainan mata heterochromia terbagi menjadi dua macam, yaitu:

1. Heterochromia komplet

Jenis heterochromia ini adalah kondisi ketika warna mata yang satu berbeda warnanya dengan mata sebelahnya. Artinya, perbedaan pigmen terdapat lengkap pada satu mata dibanding mata lainnya.

2. Heterochromia parsial

Heterochromia jenis ini merupakan jenis perbedaan warna mata yang terletak pada satu mata. Jadi, seseorang yang mengalami heterochromia parsial, memiliki warna yang beragam pada satu mata. 

Tipe ini kemudian dibagi menjadi sentral dan sektoral:

  • Heterochromia sentral merujuk pada perbedaan warna terletak pada bagian tengah mata
  • Heterochromia sektoral merujuk pada perbedaan warna mata pada satu segmen setempat.

Apa penyebab kelainan mata heterochromia?

Heterochromia

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan heterochromia. Seorang bayi bisa lahir dengan kondisi tersebut, atau mengalaminya sesaat setelah lahir. Dalam kasus ini, kondisi ini disebut dengan heterochromia bawaan. 

Pada kebanyakan kasus, anak yang lahir dengan heterochromia tidak mengalami gejala apa pun. Mereka biasanya tidak memiliki masalah lain pada mata atau mengalami gangguan kesehatan secara umum. Namun, dalam beberapa kasus, heterochromia dapat menjadi gejala dari suatu kondisi tertentu.

Dikutip dari American Academy of Ophthalmology, beberapa kondisi yang menyebabkan heterochromia pada bayi adalah:

  • Sindrom Horner, yaitu kondisi yang dapat menyebabkan warna pupil mata yang terkena lebih cerah daripada mata lainnya. 
  • Sindrom Sturge-Weber, yaitu suatu kondisi yang memengaruhi perkembangan pembuluh darah tertentu, menyebabkan kelainan pada otak, kulit, dan mata sejak lahir.
  • Sindrom Waardenburg, yaitu kondisi genetik yang dapat menyebabkan kehilangan pendengaran dan perubahan warna pada rambut, kulit, dan mata. 
  • Piebaldism, yaitu kondisi ketika melanosit tidak muncul di beberapa area pada tubuh. 
  • Sindrom Bloch-Sulzberger, yaitu kondisi langka yang memengaruhi jaringan pada kulit, mata, gigi, dan sistem saraf pusat.
  • Penyakit von Recklinghausen, yaitu kelainan genetik yang ditandai dengan berkembangnya beberapa tumor pada saraf dan kulit. 
  • Penyakit Bourneville, yaitu penyakit yang ditandai dengan perkembangan beberapa tumor jinak ektoderm embrionik (misalnya kulit, mata, dan sistem saraf).
  • Sindrom Parry-Romberg, yaitu kelainan langka yang ditandai dengan kerusakan perlahan pada kulit dan jaringan lunak setengah wajah. 

Jika warna mata Anda berubah menjadi beda warna (bukan karena bawaan lahir), bicarakan dengan dokter mata Anda. Pasalnya, beberapa kondisi kesehatan bisa menjadi penyebab heterochromia pada orang dewasa, seperti:

1. Trauma mata

Kondisi mata ini disebabkan oleh cedera mata yang bisa disebabkan oleh pukulan, olahraga atau aktivitas yang mencederai mata Anda.

2. Glaukoma

Glaukoma merupakan kelainan pada mata yang menyebabkan adanya penumpukan cairan pada mata dan akhirnya menyebabkan warna iris mata jadi berbeda. Hal ini pada dasarnya dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Namun, deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat menyembuhkan kondisi ini.

3. Obat-obatan tertentu

Beberapa obat-obatan, termasuk beberapa obat glaukoma yang menurunkan tekanan di mata Anda, dapat menyebabkan perubahan warna mata.

4. Neuroblastoma 

Neuroblastoma adalah kanker sel saraf yang biasanya menyerang anak-anak di bawah usia 10. Ketika tumor menekan saraf di dada atau leher, terkadang anak-anak memiliki kelopak mata yang terkulai dan pupil kecil sehingga menyebabkan heterochromia.

5. Kanker mata

Melanoma, atau jenis kanker pada melanosit, dapat menyebabkan warna mata Anda berbeda. Meski demikian, kondisi ini jarang terjadi. Salah satu tanda melanoma atau kanker mata adalah titik gelap pada iris.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

ommetanophobia

Jika bayi Anda mengalami kondisi ini, segeralah memeriksakannya ke dokter mata. Dalam banyak kasus, tidak ada penyakit atau kondisi yang menyebabkan warna mata berbeda satu sama lain. Namun, Anda tetap harus mewaspadainya.

Begitu juga jika Anda melihat perbedaan warna mata ketika dewasa. Dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata terperinci untuk menyingkirkan penyebab dan membuat rencana pengobatan, jika perlu. 

Adakah cara untuk menyembuhkan mata heterochromia?

Sampai saat ini belum ada metode medis tertentu yang dapat menyembuhkan kelainan mata ini. Pengobatan bisa dilakukan tergantung penyebab dan kondisi faktor yang mendasari terjadinya perubahan warna pada mata Anda. 

Dalam situasi tertentu, lensa kontak yang berwarna dapat digunakan untuk menyesuaikan warna mata yang tampak lebih terang atau meringankan mata yang tampak lebih gelap. Dua lensa kontak berwarna berbeda juga bisa digunakan untuk menyamakan warna iris mata.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Menggaruk alat kelamin terkadang sudah menjadi kebiasaan, tapi bisa juga karena memang terasa gatal. Apa saja penyebab buah zakar gatal? Apakah berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit