Amaurosis Fugax

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pengertian amaurosis fugax

Amaurosis fugax adalah kondisi kehilangan penglihatan dalam periode waktu yang singkat. Penyakit ini muncul karena kurangnya aliran darah menuju retina mata. Kondisi ini biasanya terjadi secara mendadak dan menghilang dalam waktu beberapa detik atau menit.

Seberapa umum kondisi ini?

Amaurosis fugax adalah gangguan yang umum pada semua orang. Kondisi ini bisa terjadi pada pria ataupun wanita dari segala usia. Selalu konsultasi kepada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala amaurosis fugax

Gejala amaurosis fugax adalah kehilangan penglihatan secara tiba-tiba dan sementara. Anda akan merasa seolah-olah ada sesuatu yang menutupi kedua mata Anda. Situasi ini dapat muncul secara tersendiri atau bersamaan dengan gejala saraf lainnya.

Dalam kebanyakan kasus, kehilangan penglihatan dapat berlangsung selama beberapa detik hingga menit. Dikutip dari National Center for Biotechnology Information, kondisi ini tidak menyebabkan rasa nyeri. 

Pada beberapa kasus, kondisi ini menjadi salah satu gejala transient ischemic attack  atau stroke ringan. Ini menyebabkan gejala seperti stroke yang bersifat sementara. 

Berikut ini adalah gejala amaurosis fugax yang terkait dengan stroke ringan:

  • Kehilangan penglihatan sementara
  • Kesulitan berbicara
  • Wajah terkulai atau kaku di satu sisi wajah
  • Salah satu sisi tubuh terasa lemah dan kaku mendadak.  

Dalam kondisi yang lebih serius, penyakit ini dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah menuju otak. 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kunjungi dokter segera jika Anda secara mendadak tidak dapat melihat. Anda pun disarankan segera pergi ke rumah sakit terdekat jika mengalami gejala, seperti otot dan saraf yang melemah, sakit kepala, dan pusing. 

Penyebab amaurosis fugax

Penyebab amaurosis fugax adalah penyumbatan aliran darah menuju mata untuk sementara waktu. Umumnya, penyumbatan darah atau plak (sejumlah kecil kolesterol atau lemak) terjadi di dalam pembuluh darah.

Pembuluh darah yang menyempit juga bisa mengurangi aliran darah menuju mata. Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah plak atau bekuan darah yang menghambat arteri karotid. Ini sama seperti ketika seseorang mengalami kebutaan.

Faktor risiko

Kondisi ini biasanya terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Risiko Anda mengalami amaurosis fugax akan menjadi lebih besar jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Hipertensi
  • Kolesterol tinggi
  • Merokok
  • Klaudikasio
  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Penggunaan kokain

Medline Plus menyebut terdapat berbagai kondisi lainnya yang juga bisa meningkatkan risiko Anda terkena amaurosis fugax, meliputi:

  • Masalah mata lainnya, seperti radang saraf optik (neuritis optik)
  • Penyakit pembuluh darah yang disebut poliarteritis nodosa
  • Sakit kepala migrain
  • Tumor otak
  • Cedera kepala
  • Multiple sclerosis (MS)
  • Lupus eritematosus sistemik

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dokter biasanya akan mengecek riwayat kesehatan Anda, meliputi apakah Anda memiliki hipertensi, diabetes, hiperlipidemia, penyakit jantung, serta apakah Anda merokok.  

Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan metode pencitraan (melihat gambaran), untuk mendiagnosis kondisi ini. Beberapa metode pemeriksaan yang mungkin dilakukan untuk memeriksa amaurosis fugax, yaitu:

  • Echocardiography: Pemeriksaan untuk menemukan gumpalan di dalam jantung, dan mengamati proses pergerakan menuju otak.
  • Magnetic resonance angiography (MRA): Menggunakan energi medan magnet dan gelombang suara untuk memperoleh gambar pembuluh darah.
  • Pemeriksaan pembuluh darah: Menggunakan pewarna yang disuntik ke dalam pembuluh darah untuk menangkap film khusus X‐ray.

Apa saja pilihan pengobatan amaurosis fugax?

Kondisi ini akan diobati tegantung dari penyebabnya. Jika amaurosis fugax disebabkan oleh gumpalan darah atau plak, perawatan fokus pada pencegahan stroke. Berikut ini cara yang dapat membantu Anda mengurangi risiko stroke:

  • Hindari makanan berlemak
  • Kurangi konsumsi alkohol 
  • Olahraga teratur, yaitu selama 30 menit per hari jika Anda tidak kelebihan berat badan dan 60-90 menit per hari jika Anda kelebihan berat badan. 
  • Berhenti merokok 
  • Mengendalikan tekanan darah 
  • Jika Anda mengidap diabetes, penyakit jantung, atau pengerasan arteri, kadar kolesterol jahat (LDL) Anda harus di bawah 70 mg/dL 
  • Patuhi anjuran pengobatan dokter jika Anda mengidap tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, atau penyakit jantung

Selain itu, dokter mungkin juga akan merekomendasikan aspirin, warfarin (Coumadin), atau obat pengencer darah lainnya untuk menurunkan risiko stroke.

Dokter bisa juga tidak memberikan obat-obatan apa pun jika kondisi Anda dinilai masih terkendali. Anda mungkin hanya diminta untuk memeriksakan kesehatan jantung dan arteri karotis Anda. 

Jika amaurosis fugax tidak didiagnosis atau diobati, Anda berisiko terkena stroke berat di kemudian hari. Sebagian besar orang yang tidak diobat berisiko mengalami stroke berat dalam 12 bulan. 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi amaurosis fugax?

Beberapa perubahan gaya hidup atau cara-cara yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengatasi amaurosis fugax adalah:

  • Mengontrol kadar gula dalam darah bila menderita diabetes
  • Mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol dalam darah untuk mencegah aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah
  • Menggunakan obat yang diresepkan dokter dalam proses pengobatan
  • Berhenti merokok. Rokok menyebabkan kebutaan sementara dan penyakit lainnya
  • Berolahraga minimal 30 menit per hari dalam seminggu dapat mengelola kondisi kronis, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi
  • Kebiasaan sehat dan mengambil langkah untuk mempertahankan berat badan ideal bisa membantu seseorang mengurangi risikonya bagi amaurosis fugax.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psikopat

Psikopat adalah gangguan kepribadian yang penderitanya cenderung bertindak kriminal. Simak informasi lengkap mengenai psikopat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apa yang Terjadi pada Pasien Setelah Stroke Berlalu?

Setelah kondisi stroke, terdapat beberapa dampak yang mungkin muncul pada tubuh. Berikut adalah hal yang dapat terjadi pasca stroke.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

4 Jenis Narkotika Populer di Indonesia dan Bahayanya Bagi Tubuh

Dari sekian banyak obat-obatan terlarang, BNN mencatat empat jenis narkotika yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Apa saja? Yuk cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 8 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

oral thrush

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
posisi tidur baik dan buruk

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
komplikasi stroke

13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit