home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bahaya dan Komplikasi yang Mengintai dari Penyakit Glaukoma

Bahaya dan Komplikasi yang Mengintai dari Penyakit Glaukoma

Penyakit glaukoma merupakan sesuatu yang tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, glaukoma menyebabkan kerusakan pada saraf-saraf optik di mata sehingga bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan segera. Apa saja komplikasi dan bahaya yang ditimbulkan dari penyakit glaukoma? Ikuti terus penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Komplikasi utama dari penyakit glaukoma

mata malas menyebabkan kebutaan

Ketika seseorang memiliki glaukoma, hal pertama yang biasanya dikhawatirkan adalah kondisi penglihatannya seiring dengan perkembangan penyakit.

Ya, sudah bukan rahasia lagi kalau komplikasi utama dari glaukoma adalah terganggunya penglihatan, yang bisa berujung pada kebutaan total.

Pada mata manusia, saraf-saraf optik terdiri dari sel-sel ganglion retina. Sel-sel tersebut berperan penting dalam proses penglihatan manusia. Terdapat sekitar 1 juta sel ganglion retina di setiap mata kita.

Glaukoma adalah penyakit yang menyerang sel-sel ganglion retina, sehingga sel-sel tersebut mati dan saraf-saraf optik mengalami kerusakan. Biasanya, kerusakan akan memengaruhi penglihatan periferal terlebih dahulu. Penglihatan periferal adalah apa yang mata manusia tangkap di bagian terluar atau pinggir mata.

Oleh karena itu, kebanyakan pengidap glaukoma tidak menyadari komplikasi ini karena penurunan penglihatan terjadi di bagian terluar mata lebih dulu. Kondisi menurunnya penglihatan periferal ini biasanya terjadi pada glaukoma tingkat ringan dan sedang.

Akan tetapi, pada tingkat penyakit yang lebih lanjut, kerusakan pasa penglihatan periferal akan semakin parah. Pasien mungkin mulai mengalami kesulitan dalam kegiatan yang memerlukan penglihatan periferal, seperti menyetir atau menyeberang jalan. Lambat laun, glaukoma akan menyebabkan tunnel vision, kondisi ketika pasien seperti melihat dari dalam terowongan yang gelap.

Seberapa cepat kebutaan akan terjadi?

Seberapa cepat pasien kehilangan seluruh penglihatannya akan tergantung pada jenis glaukoma yang dialami, waktu ditemukannya penyakit, serta pengobatan yang dijalani.

Pada pasien dengan glaukoma sudut terbuka, kebanyakan kasus rusaknya saraf optik terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama. Munculnya gejala-gejala glaukoma dan perkembangan penyakit pun cenderung lebih lambat.

Ditambah lagi, jika pasien terdiagnosis glaukoma pada tahap awal, kemungkinan ia masih akan memiliki kemampuan penglihatan yang normal dalam waktu yang lebih lama. Bahkan, tidak menutup kemungkinan pasien tidak akan mengalami komplikasi kebutaan seumur hidupnya, selama mendapatkan pengobatan glaukoma yang tepat.

Namun, apabila glaukoma ditemukan dokter pada tahap yang sudah cukup parah, peluang pasien untuk mengalami gangguan pada penglihatannya semakin besar. Bila tidak diatasi dengan penanganan medis yang tepat, kebutaan pun mungkin saja terjadi dengan cepat dari waktu ditemukannya.

Menurut sebuah artikel dari Middle East African Journal of Ophthalmology, situasi ketika pasien sudah mengalami kebutaan total dan tingginya tekanan bola mata tidak terkendali lagi disebut dengan glaukoma absolut. Kebutaan yang disebabkan oleh glaukoma ini bersifat permanen dan tak bisa dikembalikan oleh terapi atau pengobatan apa pun.

Namun, Anda mungkin akan tetap mendapatkan pengobatan dari dokter untuk mengurangi rasa sakit akibat tekanan bola mata yang tinggi. Selain itu, Anda mungkin juga akan mendapatkan terapi psikologis sebagai bentuk dukungan pada pasien yang kehilangan penglihatan.

Komplikasi lainnya akibat operasi glaukoma

Operasi katarak merupakan pengobatan yang paling efektif untuk mengatasi katarak.

Untuk mengatasi glaukoma, operasi juga kerap kali menjadi pilihan jika pengobatan lain tak membuahkan hasil. Meski begitu, operasi glaukoma juga bukan berarti tanpa risiko dan bebas efek samping.

Berikut adalah beberapa komplikasi yang dapat timbul, baik sebelum, selama, maupun sesudah operasi glaukoma:

1. Hipotoni

Hipotoni, atau rendahnya tekanan bola mata, merupakan salah satu masalah yang berisiko terjadi pada operasi glaukoma. Tekanan bola mata yang terlalu rendah dapat terjadi karena adanya pembuangan cairan mata yang berlebihan, atau luka operasi yang tidak diatasi dengan baik.

Jika hipotoni tidak segera ditangani, pasien berisiko mengalami masalah lainnya, seperti penumpukan cairan pada kornea, katarak, perdarahan, hingga kebutaan.

2. Hifema

Hifema juga termasuk dalam komplikasi yang cukup umum ditemukan pada operasi glaukoma. Hifema adalah darah yang menumpuk di bagian depan mata, tepatnya di antara iris dan kornea mata. Kondisi ini biasanya terjadi pada 2-3 hari pertama setelah operasi.

Hifema biasanya terjadi karena adanya trauma pada saat operasi, sehingga timbul luka atau robek pada iris mata. Jika penumpukan darah akibat hifema cukup banyak, dokter akan melakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan darah tersebut.

3. Perdarahan suprakoroid

Perdarahan suprakoroid adalah komplikasi yang sangat langka, tapi berpotensi terjadi akibat prosedur operasi glaukoma. Perdarahan terjadi ketika pembuluh darah pada mata mengisi bilik atau celah yang ada di dekat sklera (bagian putih mata).

Selain langka, perdarahan suprakoroid dapat mengakibatkan masalah yang fatal. Apabila terjadi selama proses operasi, pasien berisiko mengalami kebutaan. Namun, perdarahan yang timbul beberapa hari setelah operasi dapat ditangani dengan pengobatan steroid atau operasi pembedahan sklera mata.

Itulah tadi berbagai komplikasi dari penyakit glaukoma. Agar terhindar dari komplikasi-komplikasi di atas, jagalah selalu kesehatan mata Anda dengan melakukan pencegahan glaukoma yang tepat, seperti rutin memeriksakan mata secara berkala.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Glaucoma – Prevent Blindness. (n.d.). Retrieved September 11, 2020, from https://preventblindness.org/glaucoma/#1586744196943-0b7519d7-78e9 

Will you go blind? – Johns Hopkins Medicine. (n.d.). Retrieved September 11, 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/wilmer/services/glaucoma/book/chapter_will_you_go_blind.html 

Ou, Y. (2019). How Long Does it Take to Go Blind from Glaucoma? – BrightFocus Foundation. Retrieved September 11, 2020, from https://www.brightfocus.org/glaucoma/article/how-long-does-it-take-go-blind-glaucoma 

Sadri, E. (2017). The Consequences of Undiagnosed Glaucoma and How to Avoid Them – Glaucoma Research Foundation. Retrieved September 11, 2020, from https://www.glaucoma.org/news/blog/the-consequences-of-undiagnosed-glaucoma-and-how-to-avoid-them.php#:~:text=If%20a%20person%20does%20not,edges%20of%20the%20visual%20field 

Gessesse, G. W., & Damji, K. F. (2013). Advanced glaucoma: management pearls. Middle East African journal of ophthalmology, 20(2), 131–141. https://doi.org/10.4103/0974-9233.110610 

Vijaya, L., Manish, P., Ronnie, G., & Shantha, B. (2011). Management of complications in glaucoma surgery. Indian journal of ophthalmology, 59 Suppl(Suppl1), S131–S140. https://doi.org/10.4103/0301-4738.73689

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal diperbarui 30/11/2020
x