home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali, Jenis Lensa Kacamata Berdasarkan Material dan Fungsinya

Kenali, Jenis Lensa Kacamata Berdasarkan Material dan Fungsinya

Penggunaan kacamata dengan lensa korektif sangat dianjurkan bagi Anda yang mengalami mata rabun atau kelainan refraksi mata. Lensa kacamata yang digunakan haruslah sesuai dengan gangguan penglihatan yang dialami, misalnya kacamata minus untuk rabun jauh dan plus untuk rabun dekat. Pilihan lensa yang sesuai juga sangat penting untuk kenyamanan Anda. Apalagi jika kacamata terus digunakan di setiap aktivitas setiap harinya.

Jenis material lensa kacamata yang baik

Awalnya, lensa korektif terbuat dari material kaca. Ini sebabnya alat bantu penglihatan yang digunakan disebut dengan kacamata. Akan tetapi, sebagian besar lensa kacamata baik untuk mata minus ataupun mata plus yang ada sekarang ini terbuat dari plastik.

Meskipun material kaca membuat lensa tidak mudah tergores, lensa dari kaca cenderung menyebabkan kacamata menjadi lebih berat saat dipakai dan mudah pecah.

Material plastik dipilih karena ringan sehingga kacamata lebih nyaman dikenakan, lebih fleksibel, dan tentunya lebih aman dibandingkan kaca. Selain itu, plastik juga memiliki kemampuan menghalau sinar ultraviolet dari matahari yang bisa berbahaya bagi kesehatan mata.

Ada beberapa jenis material plastik yang digunakan untuk lensa kacamata, di antaranya adalah:

1. Polikarbonat

Lensa berbahan polikarbonat termasuk lensa plastik berukuran tipis dan ringan. Meskipun begitu, lensa dari polikarbonat bersifat tahan benturan daripada material plastik pada umumnya. Kelebihan material ini juga terdapat pada perlindungan terhadap sinar ultravolet.

Oleh karena itu, jenis lensa ini sangat direkomendasikan untuk:

  • Orang yang aktif berolahraga.
  • Orang yang sering melakukan aktivitas ekstrem di luar ruangan.
  • Orang yang memiliki pekerjaan berisiko membuat kacamata pecah.

Namun, banyak dari penderita mata silinder yang cukup parah mengeluhkan kualitas perbaikan penglihatan yang buruk dari material ini. Pada mata silinder, lensa polikarbonat bisa memberikan distorsi dan bayangan terang di pinggir mata.

2. Trivex

Lensa berbahan trivex memiliki keunggulan yang sama dengan lensa polikarbonat dalam hal ketahanan terhadap benturan. Namun, lensa dari trivex memiliki kemampuan pembiasan cahaya yang lebih baik dari lensa polikarbonat. Maka dari itu, lensa ini tidak mudah menghasilkan distorsi atau pandangan buram.

Material trivex sendiri merupakan jenis plastik terbaru yang lebih ringan beratnya, tapi tidak setipis polikarbonat. Bentuknya yang lebih tebal dan kuat membuat lensa ini cocok dipasangkan dengan bingkai kacamata yang lebih besar.

3. Lensa indeks tinggi (high-index lens)

Lensa indeks tinggi ini jauh lebih tipis dan ringan. Jenis lensa plastik memiliki derajat yang berbeda-beda dalam hal pembiasan cahaya. Semakin tinggi indeks dari plastik, semakin tipis juga bentuknya.

Lensa plastik ini merupakan pilihan terbaik untuk Anda yang membutuhkan kekuatan lensa kacamata minus atau plus yang cukup tinggi. Pasalnya, memakai lensa plastik biasa seperti polikarbonat dan trivex akan membuat kacamata terlihat tebal.

Bentuknya yang lebih tipis tentunya membuat lensa ini menjadi lebih ringan dan lebih nyaman dipakai dalam waktu lama.

Jenis pelindung lensa untuk penglihatan yang lebih nyaman

Masih berdasarkan materialnya, beberapa jenis lensa di atas juga bisa ditambahkan lapisan pelindung. Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan mata dengan lebih baik. Jenis-jenis pelindung untuk lensa kacamata yang bisa digunakan adalah:

  • Antirefleksi
    Pelindung lensa antirefleksi bekerja mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan sehingga mata bisa menangkap cahaya lebih banyak. Dengan begitu, hasil koreksi dari lensa pun menjadi lebih jelas dan akurat.Penggunaan lensa ini akan sangat membantu untuk melihat di malam hari, terutama untuk orang yang mengalami rabun senja.
  • Antiultraviolet
    Lensa dengan antiultraviolet memberikan perlindungan maksimal terhadap radiasi sinar UV yang bisa meningkatkan risiko munculnya penyakit mata seperti katarak.Pelindung ini mudah dipasangkan pada semua jenis lensa plastik. Ada pula material lensa seperti polikarbonat yang sudah memiliki pelindung sinar UV. Maka dari itu, hampir semua kacamata biasanya telah dilengkapi pelindung lensa antiultraviolet.
  • Lensa photochromatic
    Pelindung lensa ini membuat kacamata bisa berubah dari warna bening saat di dalam ruangan dan menjadi gelap di luar ruangan. Lensa ini memang sangat sensitif terhadap perubahan intensitas cahaya di sekelilingnya.Dengan menggunakan lensa photochromatic, Anda mungkin tak perlu lagi mengganti kacamata hitam saat berada di luar ruangan.

Mengetahui fungsi lensa kacamata yang paling sesuai

Berdasarkan fungsinya, terdapat dua jenis lensa korektif yaitu lensa fokal, yang hanya memiliki fungsi tunggal (minus atau plus saja), dan lensa multifokal, yang terdiri dari lensa dengan dua fungsi berbeda.

Lensa fokal dirancang untuk memperbaiki gejala gangguan penglihatan, yaitu jarak dekat atau jarak jauh. Sementara lensa multifokal bisa mengoreksi gangguan penglihatan jarak jauh dan jarak dekat sekaligus.

Maka dari itu, untuk menentukan jenis lensa kacamata yang tepat, Anda pelu mengenali jenis lensa berdasarkan fungsinya. Berdasarkan kondisi kelainan refraksi mata yang dialami, Anda mungkin membutuhkan lensa seperti:

1. Lensa fokal atau tunggal

Lensa tunggal hanya terdiri dari satu titik fokus. Untuk itu, jenis lensa ini akan diperlukan ketika Anda hanya mengalami salah satu gangguan penglihatan.

Jika mengalami rabun jauh (miopi), Anda membutuhkan jenis lensa cekung atau dikenal juga dengan lensa kacamata minus.

Sebaliknya, saat Anda menderita rabun dekat (hipermetropi), lensa cembung atau lensa kacamata plus perlu digunakan agar mata bisa kembali melihat objek dengan jelas dalam jarak dekat. Lensa plus juga dipakai pada kacamata baca yang diperuntukkan untuk penderita mata tua (presbiopi).

2. Lensa multifokal

Jenis lensa multifokal memiliki kemampuan perbaikan ganda, yakni dapat mengatasi rabun jauh dan rabun dekat secara bersamaan. Artinya, terdapat lensa minus dan plus dalam satu kacamata. Orang yang sering menggunakan lensa ini adalah yang mengalami mata tua yang telah memiliki masalah mata minus.

Terdapat 4 jenis lensa multifokal, yaitu:

  • Bifokal
    Bifokal adalah jenis lensa multifokal yang paling umum dan digunakan untuk mengatasi presbiopi. Lensa ini memiliki dua titik fokus. Satu titik fokus berada di bagian atas yang berfungsi memperbaiki penglihatan jarak jauh, yang lainnya berada di bawah untuk memperbaiki mata plus. Biasanya, terdapat batas yang jelas di kacamata Anda sebagai pemisah titik fokus.
  • Trifokal
    Lensa kacamata ini memiliki tiga titik fokus yang masing-masing terletak di bagian atas, tengah, dan bawah. Secara berurutan, titik fokus pada lensa dari atas, tengah, dan bawah berfungsi memperbaiki penglihatan dari jarak dekat, tengah, dan jauh.
  • Progresif
    Lensa progresif memiliki kemampuan yang sama dengan lensa bifokal ataupun trifokal. Perbedaannya terletak pada transisi yang lebih halus pada perubahan titik fokus lensa.Pada lensa progresif tidak terdapat bidang pembatas yang jelas antar-titik fokusnya. Jadi, kacamata Anda hanya akan terlihat seperti biasa saja.. Pergantian titik fokus dalam bidang lensa terjadi secara berangsur.Meskipun transisinya fokusnya terasa lebih mulus, lensa kacamata ini terkadang membuat penggunanya tidak nyaman.Menurut American Academy of Ophthalmologist, area titik fokus pada lensa progresif biasanya tidak terlalu luas karena sebagian bidang lensa dipergunakan untuk area transisi. Kondisi ini membuat lensa progresif cenderung lebih mudah menimbulkan distorsi penglihatan (mata buram) dibandingkan jenis lensa kacamata lainnya.
  • Lensa kacamata khusus untuk layar komputer
    Jenis lensa multifokal ini didesain khusus untuk memfokuskan penglihatan pada layar komputer. Lensa ini mengatur pandangan agar tetap dalam jarak ideal, yakni 50-55 cm dari depan mata. Lensa kacamata ini dapat mencegah gangguan mata lelah dan tegang sekaligus memudahkan mata beradaptasi saat berganti fokus dari layar komputer ke objek lainnya.

Untuk mengetahui kekuatan lensa yang sesuai dengan kondisi mata, Anda perlu menjalani pemeriksaan refraksi atau tes visus mata.

Pada pemeriksaan ini, ketajaman penglihatan akan diukur berdasarkan jarak tertentu. Dari hasil tes visus mata, Anda akan mendapatkan resep kacamata yang sesuai untuk mengoreksi gangguan penglihatan yang dialami.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Academy of Ophthalmology. (2020). How to Choose Eyeglasses for Vision Correction. Retrieved 24 September 2020, from https://www.aao.org/about/2015-year-in-review/glasses

Mayo Clinic Optical. (2020). Lens Materials | Eyeglass Lenses | Products and Services | Retrieved 24 September 2020, from http://opticalstore.mayoclinic.org/products-and-services/eyeglass-lenses/lens-materials.php

American Academy of Ophthalmology (2015). Eyeglasses for Vision Correction. Available at: https://www.ophed.net/system/files/2019/09/Eyeglasses%20for%20Vision%20Correction%20-PPP.pdf

Roberts, J. (2011). Ultraviolet Radiation as a Risk Factor for Cataract and Macular Degeneration. Eye & Contact Lens: Science & Clinical Practice, 37(4), 246-249.  https://doi.org/10.1097/icl.0b013e31821cbcc9

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal diperbarui 22/12/2020
x