home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Seiring bertambahnya usia, sistem pencernaan menunjukkan tanda-tanda penuaan. Masalah pencernaan pun mampu lebih sering menghampiri, seperti konstipasi. Oleh sebab itu, penting bagi lansia untuk menjaga kesehatan pencernaan dengan memperhatikan keberlangsungan bakteri baik alias probiotik di dalam usus.

Apa itu probiotik?

Probiotik adalah kumpulan bakteri baik yang “tinggal” di dalam usus.

Bakteri baik yang ada di dalam tubuh termasuk ke dalam kelompok mikrobiota usus. Mikrobiota usus dapat dibayangkan sebagai sebuah hutan lebat yang diisi oleh berbagai macam mikroba, termasuk bakteri jahat. Sama seperti isi hutan, sejumlah bakteri baik di dalam mikrobiota usus dapat lenyap jika tidak dipelihara dengan baik.

Lalu, mengapa probiotik penting dalam menjaga kesehatan pencernaan manusia?

Mengutip dari Cleveland Clinic, probiotik berperan penting dalam:

  • Menjaga keseimbangan bakteri mikrobiota usus dengan melawan bakteri jahat
  • Membantu pencernaan makanan
  • Berperan dalam pembuatan vitamin
  • Melindungi sel tubuh dari bakteri jahat yang tak sengaja dikonsumsi melalui makanan atau minuman
  • Membantu penyerapan obat

Selain melawan bakteri jahat, berikut manfaat lain probiotik menurut studi Interaksi Antara Mikrobiota Usus dan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia:

  • Mengatur proses biologis dan fisiologis
  • Meminimalisir infeksi
  • Mengatur sistem imun

Manfaat probiotik untuk lansia

kebutuhan vitamin dan mineral

Seperti yang dituliskan sebelumnya, keseimbangan mikrobiota usus memiliki banyak manfaat kesehatan. Kajian The Gut Microbiome of Healthy Long-Living People menyebutkan dampak negatif dari menurunnya keseimbangan mikrobiota usus adalah:

  • Tubuh yang lebih lemah
  • Tingginya risiko peradangan di dalam tubuh
  • Berkaitan dengan penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2
  • Meningkatnya risiko penyakit degeneratif (penyakit Alzheimer dan Parkinson)

Manfaat lain dari probiotik untuk keseimbangan mikrobiota usus lansia adalah membuat beberapa zat yang baik untuk fungsi otak:

  • Asam lemak rantai pendek (SCFA)
  • Serotonin

Menurut studi Gut Microbiota in Common Elderly Diseases Affecting Activities of Daily Living, zat-zat tersebut diklaim menjaga dan meningkatkan fungsi otak. Selain itu, studi yang sama juga menyimpulkan bahwa gabungan kebaikan probiotik dan langkah pencegahan, seperti pola makan dan fisik yang aktif, dapat membantu menjaga tubuh lansia tetap sehat.

Kondisi bakteri di dalam usus akibat penuaan

Sejumlah penelitian yang disebutkan sebelumnya telah menjelaskan kaitan probiotik dengan kesehatan untuk lansia. Sayangnya, keseimbangan mikrobiota usus kemungkinan besar akan mulai menurun seiring bertambahnya usia. Beberapa pemicunya adalah:

  • Keragaman mikrobiota menurun karena penuaan alami
  • Pola makan yang tidak sehat, seperti jarang makan buah dan sayuran,
  • Obat-obatan, seperti antibiotik mampu menurunkan jumlah bakteri baik di usus
  • Gaya hidup

Maka dari itu, ayo simak cara menjaga keseimbangan mikrobiota usus supaya sistem pencernaan tetap sehat ketika menginjak masa lansia.

Tips menjaga probiotik untuk pencernaan lansia

perlukah lansia minum susu

Keberlangsungan probiotik dapat dijaga dengan prebiotik. Sederhananya, prebiotik merupakan “makanan” untuk bakteri baik di dalam tubuh. Tanpa prebiotik, jumlah bakteri baik dapat menurun.

Keseimbangan mikrobiota yang menurun akan menyebabkan disbiosis atau tidak imbangnya jumlah bakteri di dalam tubuh. Sejumlah cara menjaga keseimbangan bakteri baik dalam sistem pencernaan meliputi:

  • Makan makanan kaya serat (beras coklat, bayam, brokoli, apel, pir)
  • Mengonsumsi makanan alami yang bersifat prebiotik, seperti inulin (bawang putih, bawang bombay, kimchi)
  • Makanan sinbiotik

Makanan sinbiotik merupakan produk yang mengandung probiotik dan prebiotik. Kerja sama kedua hal tersebut dalam menghadirkan manfaat untuk tubuh dan dikenal dengan istilah sinbiotik.

Salah satu contoh makanan sinbiotik adalah susu yang dibuat khusus lansia. Perpaduan probiotik dan prebiotik di susu lansia mampu menjaga bakteri baik di dalam tubuh karena memiliki probiotik, seperti Lactobacillus paracasei dan prebiotik, seperti inulin.

Alhasil, fase lansia tetap jauh dari masalah kesehatan, terutama untuk saluran pencernaan. Selalu konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi makanan probiotik, seperti susu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Aging: What to expect. (2018, November 21). Mayo Clinic. Retrieved August 19, 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/healthy-aging/in-depth/aging/art-20046070

Deng, F., Li, Y., & Zhao, J. (2019). The gut microbiome of healthy long-living people. Aging, 11(2), 289-290. https://doi.org/10.18632/aging.101771

Gut bacteria. (n.d.). Physicians Committee for Responsible Medicine. Retrieved August 19, 2020, from https://www.pcrm.org/health-topics/gut-bacteria

Hasibuan, F. E., & Kolondam, B. J. (2017). Interaksi Antara mikrobiota usus Dan sistem kekebalan tubuh manusia. JURNAL ILMIAH SAINS, 17(1), 35. https://doi.org/10.35799/jis.17.1.2017.15221

Pandey, K. R., Naik, S. R., & Vakil, B. V. (2015). Probiotics, Prebiotics and Synbiotics – a Review. Journal of Food Science and Technology, 52(12), 7577-7587. https://dx.doi.org/10.1007%2Fs13197-015-1921-1

Probiotics: What is it, benefits, side effects, food & types. (n.d.). Cleveland Clinic. Retrieved August 19, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/14598-probiotics

Shimizu, Y. (2018). Gut microbiota in common elderly diseases affecting activities of daily living. World Journal of Gastroenterology, 24(42), 4750-4758. https://doi.org/10.3748/wjg.v24.i42.4750

Thursby, E., & Juge, N. (2017). Introduction to the human gut microbiota. Biochemical Journal, 474(11), 1823-1836. https://doi.org/10.1042/bcj20160510

Boost immune system to avoid COVID-19. (n.d.). YaleGlobal Online. Retrieved September 1, 2020, from https://yaleglobal.yale.edu/content/boost-immune-system-avoid-covid-19-guardian

Common eating problems in the elderly. (n.d.). Elderly Health Service | 長者健康服務網站. Retrieved September 1, 2020, from https://www.elderly.gov.hk/english/healthy_ageing/healthy_diet/common.html

Dharmarajan, T. S., Ravunniarath, J., & Pitchumoni, C. S. (2003). Dietary Fiber: Its Role in Older Adults. Semantic Scholar. https://pdfs.semanticscholar.org/81ab/9b5be275419d9289c980ae8f7f075b007350.pdf

Riaz Rajoka, M. S., Shi, J., Mehwish, H. M., Zhu, J., Li, Q., Shao, D., Huang, Q., & Yang, H. (2017). Interaction between diet composition and gut microbiota and its impact on gastrointestinal tract health. Food Science and Human Wellness, 6(3), 121-130. https://doi.org/10.1016/j.fshw.2017.07.003

Vich Vila, A., Collij, V., Sanna, S., Sinha, T., Imhann, F., Bourgonje, A. R., Mujagic, Z., Jonkers, D. M., Masclee, A. A., Fu, J., Kurilshikov, A., Wijmenga, C., Zhernakova, A., & Weersma, R. K. (2020). Impact of commonly used drugs on the composition and metabolic function of the gut microbiota. Nature Communications, 11(1). https://doi.org/10.1038/s41467-019-14177-z

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Willyson Eveiro
Tanggal diperbarui 18/09/2020
x