Floaters Mata

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu floaters mata?

Floaters mata atau vitreous opacities adalah kondisi di mana Anda mengalami eye floaters, bercak kecil yang menghalangi bidang penglihatan Anda.

Floaters mata mungkin terlihat seperti bintik-bintik hitam atau abu-abu, senar atau sarang laba-laba, yang melayang ketika Anda menggerakkan mata Anda dan tampak melesat jika Anda mencoba melihatnya dengan seksama 

Sebagian besar floaters mata disebabkan oleh perubahan karena pertambahan usia karena zat seperti jeli (vitreous) di dalam mata Anda menjadi lebih cair. Serat mikroskopis di dalam vitreous cenderung menggumpal dan dapat memberikan bayangan kecil pada retina Anda. Bayangan itulah yang disebut dengan floaters.

Jika Anda tiba-tiba melihat penambahan floaters pada mata Anda, segera hubungi dokter. Jika Anda melihat cahaya berkedip atau kehilangan penglihatan tepi Anda, segera ke Unit Gawat Darurat. Itu bisa jadi gejala keadaan darurat yang membutuhkan perhatian segera.

Seberapa umum kondisi ini?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala floaters mata?

Gejala umum dari floaters mata adalah:

  • Bercak pada pandangan yang terlihat seperti bintik gelap atau rangkaian material yang mengambang.
  • Bercak yang bergerak saat Anda menggerakkan mata Anda, sehingga saat Anda mencoba melihatnya, bercak akan berpindah dengan cepat ke luar bidang penglihatan Anda.
  • Bercak yang paling terlihat jelas saat Anda melihat latar belakang yang terang dan polos, seperti langit biru atau dinding putih.
  • Bercak yang pada akhirnya memudar dan menghilang dari pandangan Anda.

Sesuai dengan namanya, bayangan ini bergerak di sekitar mata Anda. Bayangan tersebut cenderung menghindar saat Anda mencoba fokus. Begitu Anda mengalami kondisi ini, biasanya kondisi ini tidak akan menghilang, namun dapat membaik seiringnya waktu.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Semakin banyak bayangan pada mata dari biasanya
  • Tiba-tiba muncul bayangan baru
  • Kilatan cahaya
  • Gelap pada bagian samping penglihatan (kehilangan penglihatan periferal)

Gejala-gejala tersebut dapat disebabkan oleh robeknya retina, dengan atau tanpa retinal detachment – kondisi berbahaya yang memerlukan penanganan segera. Anda dapat kehilangan penglihatan jika kondisi ini tidak segera dirawat oleh dokter yang tepat.

Penyebab

Apa penyebab floaters mata?

Kebanyakan floaters adalah bintik kecil dari protein yang disebut kolagen. Bintik kecil ini merupakan bagian dari zat seperti gel pada bagian belakang mata yang disebut vitreous. 

Dengan bertambahnya usia Anda, kualitas penglihatan Anda cenderung menurun. Serat protein yang membentuk vitrous menyusut menjadi bagian-bagian kecil yang menggumpal. Bayangan yang muncul pada retina adalah floaters. Jika Anda melihat adanya kilatan, hal ini disebabkan vitreous telah ditarik dari retina. 

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah beberapa penyebab floaters mata:

  • Perubahan mata yang terkait dengan usia. Kondisi ini paling sering terjadi akibat perubahan pada vitreous yang terkait dengan usia, zat seperti jeli yang memenuhi bola mata dan membantu menjaga bentuk mata. Seiringnya waktu, vitreous mencair sebagian dan menyusut. Sisa-sisa dari vitreous yang menggumpal menghalangi sebagian cahaya yang masuk ke dalam mata, menghasilkan bayangan kecil pada retina.
  • Peradangan di belakang mata. Posterior uveitis adalah peradangan pada lapisan uvea di belakang mata. Posterior uveitis, yang dapat menyebabkan bayangan pada mata, dapat disebabkan oleh infeksi atau penyakit peradangan.
  • Perdarahan pada mata. Perdarahan pada vitreous dapat menyebabkan cedera dan gangguan pada pembuluh darah.
  • Retina yang robek. Robekan pada retina dapat terjadi saat vitreous yang menyusut tersangkut pada retina dan merobeknya. Tanpa perawatan, robekan pada retina dapat menyebabkan retinal detachment – akumulasi cairan di belakang retina yang menyebabkan retina terpisah dari mata. Retinal detachment yang tidak diatasi dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.
  • Operasi dan pengobatan mata. Obat-obatan tertentu yang disuntikkan ke dalam cairan vitreus dapat menyebabkan gelembung udara. Gelembung ini dilihat sebagai bayangan sampai mata Anda menyerapnya. Operasi tertentu menambahkan gelembuk minyak silikon ke dalam vitreous yang juga dapat dilihat sebagai bayangan atau bintik kecil pada mata. 
  • Retinopati diabetes. Diabetes dapat merusak pembuluh darah yang mengarah ke retina. Ketika pembuluh-pembuluh itu rusak, retina mungkin tidak dapat menunjukkan gambar dan cahaya. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk floaters mata?

Ada banyak faktor risiko untuk floaters mata, yaitu:

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Dokter akan melakukan pemeriksaan mata lengkap termasuk dilatasi mata untuk melihat bagian belakang mata dengan lebih jelas.

Bagaimana floaters mata ditangani?

Eye floaters dapat membuat frustrasi, dan menyesuaikan dengan kondisi dapat memakan waktu yang lama. Namun, Anda mungkin akan dapat mengabaikannya atau lebih jarang menyadarinya.

Apabila eye floaters mengganggu pandangan Anda, yang jarang terjadi, Anda dan dokter mata Anda dapat mempertimbangkan perawatan, seperti:

  • Menggunakan laser untuk menghilangkan floaters. Dokter mata akan mengarahkan laser khusus pada floaters di vitreous, yang dapat memecahkan floaters dan membuatnya lebih tidak terlihat. Beberapa orang yang telah melakukan perawatan ini merasakan peningkatan penglihatan, namun beberapa hanya merasakan sedikit atau tidak ada perbedaan sama sekali.
  • Risiko dari terapi laser meliputi kerusakan pda retina apabila laser diarahkan dengan tidak tepat. Operasi laser untuk mengatasi kondisi ini jarang dilakukan.
  • Menggunakan operasi untuk mengangkat vitreous. Dokter mata akan mengangkat vitreous melalui sayatan kecil dan menggantinya dengan cairan untuk membantu mata menjaga bentuknya. Operasi mungkin tidak akan mengangkat seluruh floaters, dan floaters baru dapat muncul setelah operasi. Risiko dari vitrektomi meliputi perdarahan dan kerobekan retina.

Floaters mata jarang menyebabkan masalah tambahan, kecuali jika itu adalah gejala dari kondisi yang lebih serius. Meskipun tidak akan pernah sepenuhnya hilang, kondisi ini dapat membaik selama beberapa minggu atau bulan.  

Pencegahan

Apa yang dapat saya lakukan untuk mencegah atau mengobati floaters mata di rumah?

Kebanyakan eye floaters muncul sebagai bagian dari proses penuaan alami. Walau Anda tidak dapat mencegah eye floaters, Anda dapat memastikan bahwa kondisi ini bukanlah akibat dari masalah yang lebih serius. 

Begitu Anda mulai menyadari adanya eye floaters, kunjungi dokter mata Anda. Dokter dapat memastikan bahwa eye floaters bukanlah gejala dari kondisi yang lebih serius yang dapat membahayakan penglihatan Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Panduan Memilih Dokter Mata Terbaik dan Sesuai Kebutuhan

    Memilih dokter mata yang bagus memang tak bisa sembarangan. Ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk menemukan yang paling cocok buat Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 14/03/2019 . 4 menit baca

    3 Pilihan Pengobatan yang Aman dan Efektif Mengatasi Abrasi Kornea

    Alih-alih redakan mata gatal, mengucek mata justru bisa menggores lapisan kornea dan memicu abrasi kornea. Tenang, obati abrasi kornea dengan 3 cara ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 15/12/2018 . 4 menit baca

    Presbiopi

    Presbiopi (mata tua) adalah hilangnya kemampuan mata untuk melihat objek dalam jarak dekat secara bertahap karena proses penuaan.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Rena Widyawinata
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 28/11/2018 . 1 menit baca

    6 Hal yang Tanpa Disadari Membuat Mata Anda Gampang Bintitan

    Masih banyak orang yang percaya kalau mata bisa bintitan akibat hobi mengintip orang lain. Namun, apa, sih, penyebab mata bintitan yang sebenarnya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 03/11/2018 . 2 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara mengobati kalazion benjolan di mata

    6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . 4 menit baca
    cara mengatasi gejala glaukoma

    3 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma di Rumah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 01/10/2019 . 3 menit baca
    penyakit mata pada anak

    Inilah 5 Penyakit Mata yang Sering Menyerang Si Kecil Selain Mata Merah

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 09/06/2019 . 4 menit baca
    mengobati infeksi mata

    Mata Merah dan Sensitif Akibat Keratitis? Ini 3 Kunci Penting Mengobatinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 20/03/2019 . 4 menit baca