Operasi Katarak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu katarak?

Katarak adalah ketika lensa alami mata Anda menjadi kabur, biasanya disebabkan oleh bertambahnya usia. Katarak menyebabkan penglihatan kabur atau fokus pada mata berubah.

Kapan saya harus menjalani operasi katarak?

Jika lensa mata Anda kabur dan penglihatan Anda mulai menjadi berkabut, Anda mungkin memiliki katarak. Operasi katarak adalah operasi untuk menghilangkan kabut lensa pada mata Anda (katarak) dan menggantinya dengan lensa tiruan yang jernih. Meskipun katarak umumnya berhubungan dengan usia, beberapa faktor bisa menyebabkan masalah ini muncul di usia yang lebih muda. Tidak peduli berapa usia Anda, operasi katarak dapat membantu menambah kualitas hidup Anda.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani operasi katarak?

Anda bisa menjalani operasi katarak pada tahap apapun; Anda semestinya tidak perlu menunggu sampai penglihatan Anda sudah makin buruk.

Satu masalah yang bisa terjadi setelah operasi katarak adalah kekeruhan posterior capsular. Kondisi ini terjadi ketika sel dari lensa yang dicabut tertinggal setelah operasi dan mulai tumbuh kembali. Ini menyebabkan masalah pada penglihatan Anda yang mirip seperti katarak. Anda bisa menggunakan pengobatan laser untuk memperbaiki masalah sehingga lensa tidak perlu diganti.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum melakukan operasi?

Anda mungkin menjalani tes pra-operasi. Seorang ophthalmologist (dokter spesialis kesehatan mata, termasuk operasi mata) akan mengukur mata dan penglihatan Anda. Tes ini membantu memutuskan apakah lensa buatan akan baik bagi Anda, sehingga penglihatan Anda akan sama bagusnya setelah operasi.

Anda bisa membantu diri Anda sendiri dengan menyiapkan pertanyaan untuk bertanya tentang risiko, manfaat, dan prosedur alternatif. Ini akan membantu Anda untuk mendapatkan semua informasi yang diperlukan sebelum Anda memberi izin pada dokter untuk melakukan operasi. Anda mungkin dapat diminta untuk menandatangani formulir persetujuan.

Bagaimana proses operasi ini?

Biasanya operasi ini memakan waktu sekitar 30 menit.

Dokter bedah akan meneteskan obat mata pada mata Anda untuk melebarkan pupil dan merelaksasikan otot mata Anda. Ini akan mempermudah untuk memeriksa mata Anda dan mencabut lensa. Mereka juga akan menaruh bius lokal berupa obat tetes mata ke mata Anda dan menutupi wajah Anda dengan kain bersih. Kain ini akan membentuk tenda kecil di atas wajah Anda jadi Anda tetap bisa bernafas dan berbicara. Dokter bedah Anda akan menggunakan klip kecil untuk menahan kelopak Anda supaya tetap terbuka jadi Anda tidak perlu khawatir akan berkedip pada momen yang salah.

Ketika obat bius sudah mulai bekerja, dokter bedah Anda akan membuat irisan kecil pada permukaan mata Anda. Meskipun mata Anda terbuka dan Anda akan berada dalam keadaan sadar, Anda tidak akan bisa melihat alat apa yang digunakan. Namun, Anda bisa melihat cahaya dan beberapa gerakan. Anda tidak akan merasakan sakit.

Cara yang paling umum untuk menghilangkan katarak adalah dengan jenis operasi yang disebut phacoemulsification. Dokter bedah Anda akan menggunakan alat khusus yang menggunakan USG (gelombang suara) untuk memecah kabut lensa. Anda dapat mendengar suara bising sedikit ketika alat ini digunakan. Dokter bedah akan menghilangkan lensa yang rusak dari mata Anda. Ia kemudian akan menaruh lensa buatan yang akan berada di dalam mata Anda secara permanen.

Dokter bedah Anda biasanya akan membiarkan mata Anda untuk sembuh secara alami tanpa jahitan.

Apa yang harus saya lakukan setelah operasi?

Setelah dibius, akan memerlukan beberapa jam sebelum mata Anda bisa merasakan lagi. Mata Anda mungkin akan ditutup dengan pelindung protektif, yang akan Anda gunakan sepanjang malam.

Anda mungkin diberikan obat tetes antibiotik untuk digunakan di rumah untuk membantu mencegah infeksi. Anda juga mungkin diberikan obat tetes steroid untuk membantu mengendalikan pembengkakan mata Anda. Penting untuk mengikuti nasihat dokter bedah Anda tentang seberapa sering meneteskannya.

Biasanya Anda diperbolehkan pulang beberapa jam setelah operasi, ketika Anda merasa siap. Pastikan seseorang mengantarkan Anda pulang, dan minta seseorang untuk tinggal dengan Anda sehari atau beberapa hari sampai pengaruh obat biusnya hilang.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Seperti halnya dengan setiap prosedur, ada beberapa risiko yang berhubungan dengan operasi katarak. Risikonya bergantung pada kondisi Anda, sehingga akan berbeda-beda pada setiap orang. Tanyakan dokter bedah Anda untuk menjelaskan bagaimana risikonya pada Anda.

Komplikasi operasi katarak jarang terjadi tapi bisa termasuk:

    • ada sobekan pada kapsul lensa
    • masalah dengan lensa baru, misalnya jenisnya salah atau ada masalah dengan posisinya di mata Anda
    • infeksi mata parah
    • retina terlepas (ketika garis tipis di belakang mata Anda terpisah dari pembuluh darahnya)
    • perdarahan di dalam mata (suprachoroidal haemorrhage) – dokter bedah Anda mungkin perlu menghentikan operasi dan Anda harus melakukannya di hari lain

Jika ada komplikasi yang terjadi, ini dapat memengaruhi penglihatan Anda dan Anda mungkin perlu untuk melakukan operasi lain. Minta dokter bedah Anda untuk menjelaskan risikonya secara detail pada Anda.

Masalah paling umum yang bisa Anda dapatkan setelah operasi katarak disebut posterior capsule opacification (PCO). Ini terjadi ketika sel dari lensa yang dilepas tertinggal setelah operasi dan mulai tumbuh kembali. Ini akan menyebabkan masalah pada penglihatan Anda yang gejalanya mirip dengan katarak. Anda bisa melakukan pengobatan laser untuk memperbaiki ini.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan kulit agar lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Transplantasi Ginjal

    Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

    Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara untuk mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    atrofi otot

    Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    pencegahan anemia

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit