Testis Tidak Turun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu testis tidak turun?

Testis tidak turun adalah penyakit di mana salah satu atau kedua testis tidak turun ke skrotum sebelum dilahirkan. Selama kehamilan, testis anak biasanya terletak di bagian perut. Sesaat sebelum kelahiran, testis bergerak turun melalui perut ke skrotum. Namun, dalam beberapa kasus hal ini tidak terjadi dan menyebabkan testis tidak turun. Biasanya, hanya satu testis yang tidak turun, tetapi terdapat sekitar 10% anak-anak yang mengalami kedua testisnya tidak turun.

Seberapa umumkah testis tidak turun?

Testis tidak turun biasanya terjadi pada sekitar 3% dari anak laki-laki yang lahir normal dan 30% bayi yang lahir prematur. Bahkan hampir 100% dari semua bayi laki-laki yang memiliki berat badan di bawah 0,9 kg lahir dengan testis yang tidak turun.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala testis tidak turun?

Kecuali kalau tidak ada testis yang terlihat maupun terasa ketika diraba pada skrotumnya, anak Anda seharusnya masih sehat. Biasanya, penyakit ini tidak memiliki gejala.

Kemungkinan terdapat tanda-tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tertentu seputar penyakit ini, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Testis yang tidak turun biasanya ditemukan saat pemeriksaan bayi tepat setelah lahir. Jika anak Anda memiliki testis yang tidak turun, tanyakan kepada dokter seberapa sering harus menjalani pemeriksaan. Jika testis belum juga turun ke dalam skrotum saat anak Anda berusia 6 bulan setelah kelahiran, biasanya ini akan menjadi permanen.

Pengobatan yang dilakukan ketika anak Anda masih muda dapat mengurangi risiko komplikasi di masa depan, seperti kemandulan dan kanker testis.

Ketika tumbuh dewasa, jika anak memiliki testis normal tetapi kemudian ia menemukan testisnya tidak lengkap, situasi yang mungkin terjadi adalah:

  • Penyusutan testis: bergerak naik dan turun antara skrotum dan pangkal paha. Skrotum bisa turun kembali ketika dibantu oleh dokter. Ini bukanlah hal biasa dan disebabkan oleh otot refleks skrotum.
  • Testis atau buah zakar ke atas: artinya testis kembali ke inguinal dan Anda tidak dapat menggunakan tangan untuk membuat skrotum ke bawah kembali.

Jika Anda melihat adanya perubahan pada alat kelamin anak Anda atau memiliki kekhawatiran tentang perkembangan anak, silakan bicarakan dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab testis tidak turun?

Penyebabnya masih belum diketahui. Kemungkinan terdapat kekurangan hormon dari ibu atau kekurangan hormon testis untuk membuat pertumbuhan testis yang normal. Beberapa hal dapat menghambat testis bergerak turun. Penggunaan hormon selama kehamilan juga dapat mempengaruhi testis.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk testis tidak turun?

Ada banyak faktor risiko untuk penyakit ini, misalnya:

  • Lahir dengan berat badan rendah
  • Lahir prematur
  • Riwayat keluarga memiliki penyakit ini atau terdapat gangguan dengan perkembangan sistem reproduksi lainnya
  • Patologi yang menghambat pertumbuhan janin, seperti Down Syndrome atau cacat dinding rahim
  • Ibu yang mengonsumsi alkohol selama kehamilan; perokok aktif maupun pasif; kegemukan; diabetes tipe 1 atau diabetes gestasional tipe 2
  • Orangtua yang terpapar pestisida

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk testis tidak turun?

Jika Anda bisa merasakan testis di kanalis inguinalis, mereka biasanya bisa bergerak sendiri ke bawah tanpa pengobatan. Jika bayi sejak lahir hingga ia berusia 6 bulan testisnya masih tidak turun, Anda mungkin perlu mengambil langkah intervensi. Operasi pembetulan testis dapat dilakukan untuk memindahkan testis ke dalam skrotum.

Testis yang tidak turun yang tidak segera ditangani akan menyebabkan masalah reproduksi di kemudian hari, misalnya jumlah sperma rendah. Pria yang memiliki testis tidak turun, bahkan dengan menjalani operasi ataupun tidak, masih berisiko tinggi terkena kanker testis.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk testis tidak turun?

Dokter sering mendeteksi testis yang tidak turun melalui pemeriksaan fisik bayi-bayi yang baru lahir. Dalam 80% kasus, dokter dapat merasakan testis bayi berada di atas kanalis inguinalis (tabung yang terletak di perut bagian bawah).

Jika dokter tidak dapat merasakan testis pada kanalis inguinalis, maka akan dilakukan pindaian USG dengan menggunakan gelombang suara untuk menangkap gambar dalam tubuh.

Dokter Anda dapat meminta tes lain jika USG tidak memberikan gambaran testis. Tomography (CT) dapat memberikan gambar tubuh yang lebih baik. Kadang-kadang, dokter perlu melakukan endoskopi perut. Dalam teknik ini, dokter menggunakan tabung cahaya kecil untuk mengamati bagian dalam perut.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi testis tidak turun?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit ini.

  • Periksa testis untuk memastikan perkembangannya normal, bahkan setelah operasi. Anda dapat membantu dengan memperhatikan proses pertumbuhannya. Periksa lokasi testis pada saat mengganti popok dan mandi.
  • Bicaralah dengan anak Anda tentang testisnya ketika ia tumbuh dewasa. Ketika anak Anda mencapai usia pubertas, bicarakan tentang perubahan fisik yang akan terjadi, serta jelaskan bagaimana cara memeriksa testis. Pemeriksaan testis oleh diri sendiri merupakan langkah penting sejak dini untuk mendeteksi kemungkinan adanya tumor.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran? Ini Hal yang Harus Diketahui!

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Inkontinensia Urin

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 9 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit