Sirosis

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sirosis hati?

Sirosis atau cirrhosis adalah tahap akhir luka (fibrosis) pada hati yang disebabkan oleh banyak penyakit dan kondisi pada hati, seperti hepatitis dan alkoholisme kronis.

Dalam sirosis kondisi, cedera hati meninggalkan bekas luka, dan ini membuat hati tak lagi bekerja normal, seperti membuat protein baru, melawan infeksi, menyingkirkan zat tidak berguna dari darah, mencerna makanan, dan menyimpan energi. 

Hati yang terluka tidak dapat berfungsi, sehingga menyebabkan masalah di seluruh bagian tubuh. 

Setiap kali terluka, entah karena penyakit atau konsumsi alkohol, hati Anda mencoba untuk memperbaiki dirinya sendiri. Dalam proses tersebut, jaringan parut terbentuk. Semakin berkembangnya sirosis, semakin banyak pula jaringan parut yang membuat hati sulit berfungsi (sirosis dekompensasi). 

Tahap akhir luka di hati dapat mengancam jiwa. Meski sama-sama berbahaya, sirosis hati berbeda dengan kanker

Umumnya, kerusakan hati karena sirosis tidak dapat diperbaiki. Namun, diagnosis dini dan pengobatan terhadap penyebabnya dapat memperbaiki kondisi.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Sirosis umum terjadi pada orang yang mengonsumsi alkohol, makanan laut mentah, dan pemakaian obat berlebih. 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sirosis hati?

Dikutip dari American College of Gastroenterology, tanda dan gejala sirosis hati mungkin tidak muncul atau tidak spesifik pada tahap awal. Gejala non-spesifik awal, termasuk kelelahan dan gatal-gatal. 

Ketika jaringan parut menggantikan jaringan yang sehat dan fungsi hati memburuk, berbagai gejala yang berhubungan dengan hati dapat muncul.

Fatigue atau kelelahan adalah gejala yang umum dari sirosis hati. Banyak pasien dengan sirosis juga mengalami kehilangan massa otot, sehingga memperburuk fatigue.

Kelelahan karena tahap akhir luka di hati dapat menjadi sulit untuk diobati dan penting untuk mencari penyebab sirosis lain yang masih bisa diobati. Namun, kondisi itu tidak berhubungan langsung dengan penyakit hati (contohnya anemia).  

Selain itu, gejala kondisi yang paling umum di tahap awal adalah:

  • Lesu
  • Napsu makan sedikit atau tidak ada
  • Mual
  • Kehilangan berat badan
  • Pembesaran hati
  • Telapak tangan merah

Gejala tahap akhir adalah:

  • Mata dan kulit menguning
  • Urin coklat atau kuning gelap
  • Rambut rontok
  • Perubahan pembuluh darah di kulit dan di sekitar pusar
  • Pertumbuhan payudara pada pria
  • Mudah memar dan berdarah
  • Muntah darah atau BAB hitam seperti aspal
  • Gangguan mental berupa kebingungan
  • Perut bengkak dari akumulasi cairan dan kaki bengkak
  • Limpa membesar
  • Koma

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum. Jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap gejalanya, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Karena hati melakukan banyak fungsi metabolisme yang kompleks, berbagai komplikasi mungkin terjadi akibat sirosis. Selain itu, beberapa komplikasi muncul lebih umum pada penyakit tertentu yang menyebabkan sirosis. 

Kapan sebaiknya ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas, silakan konsultasikan dengan dokter Anda. Gejala tahap awal termasuk kelelahan, muntah, dan kehilangan napsu makan. Setiap tubuh seseorang bereaksi berbeda. Lebih baik diskusikan dengan dokter Anda apa yang terbaik untuk kondisi Anda.

Penyebab

Apa penyebab sirosis?

Dari sekian banyak penyebab, yang biasanya jadi penyebab utama adalah kecanduan alkohol.

Tahap akhir luka di hati terjadi ketika struktur normal hati terganggu oleh jaringan parut. Salah satu fungsi normal hati adalah menyaring darah yang kembali ke jantung dari sistem pencernaan. 

Dalam kondisi sirosis, kehadiran jaringan parut meningkatkan kekebalan terhadap aliran darah melalui hati. Ini menghasilkan tekanan tinggi yang berkembang di pembuluh darah yang mengalir ke hati, atau disebut dengan proses hipertensi portal. 

Penyebab lainnya dari penyakit sirosis hati adalah:

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sirosis hati?

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini adalah:

  • Konsumsi alkohol dan senyawa lainnya yang beracun/toksik untuk hati
  • Penyakit lain seperti diabetes atau obesitas
  • Lemak tinggi dalam darah

Komplikasi

Komplikasi apa yang mungkin terjadi jika saya mengidap kondisi ini?

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah kemungkinan komplikasi yang dapat ditimbulkan akibat sirosis hati:

  • Hipertensi portal. Sirosis memperlambat aliran darah normal melalui hati, sehingga meningkatkan tekanan pada vena yang membawa darah ke hati dari usus dan limpa. 
  • Pembengkakan di kaki dan perut. Peningkatan tekanan di vena portal dapat menyebabkan cairan menumpuk di kaki (edema) dan di perut (asites).
  • Pembesaran limpa (splenomegali). Hipertensi portal juga dapat menyebabkan perubahan dan pembengkakan limpa. Kondisi tersebut juga dapat membuat sel darah putih dan trombosit terperangkap. 
  • Perdarahan. Hipertensi portal dapat menyebabkan darah dialihkan ke vena yang lebih kecil. Karena tekanan berlebih, pembuluh darah kecil ini bisa pecah dan menyebabkan perdarahan yang serius.
  • Infeksi. Jika Anda memiliki sirosis, tubuh Anda mungkin kesulitan melawan infeksi. 
  • Malnutrisi. Sirosis dapat mempersulit tubuh Anda untuk mencerna nutrisi, sehingga menyebabkan kelemahan dan penurunan berat badan.
  • Penumpukan racun di otak (ensefalopati hepatik). Hati yang rusak oleh sirosis tidak dapat membersihkan racun dari darah dan juga hati yang sehat. Racun ini kemudian menumpuk di otak dan menyebabkan kesulitan berkonsentrasi. 
  • Penyakit kuning. Penyakit kuning terjadi ketika hati yang sakit tidak mengeluarkan bilirubin yang cukup.
  • Penyakit tulang. Orang dengan sirosis hati kehilangan kekuatan tulang dan punya risiko tinggi mengalami patah tulang. 
  • Meningkatkan risiko kanker hati. Sebagian orang yang mengalami kanker hati mempunyai kondisi sirosis.
  • Sirosis akut-kronis. Beberapa orang akhirnya mengalami kegagalan banyak organ dalam satu waktu.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sirosis hati?

Kunci dari pengobatan penyakit sirosis adalah menghilangkan penyebabnya. Langkah pertama adalah berhenti meminum minuman beralkohol dan berhenti merokok.

Pengobatan berikutnya adalah sebagai pendukung saja, dan termasuk diet tinggi protein dan garam (natrium) dan membatasi cairan (untuk mengontrol akumulasi cairan). Untuk akumulasi cairan yang parah di perut atau edema, bisa diberikan obat-obatan diuretik. Obat lain yang diberikan adalah untuk kebingungan mental dan koma.

Pengobatan untuk komplikasi yang diakibatkan peningkatan tekanan di pembuluh darah di perut tergantung pada berat badan. Obat-obatan dan endoskopi bisa digunakan untuk pengobatan pembuluh darah yang membesar di kerongkongan (varises esofagus) untuk mencegah perdarahan.

Operasi, melangsir pembuluh darah, dan transplantasi hati juga dapat dilakukan jika beberapa pilihan pengobatan di atas tidak berhasil.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dokter menggunakan rekam medis dan pemeriksaan fisik untuk diagnosis. Tes darah, x-ray, CT scan, dan biopsi hati bisa dilakukan untuk diagnosis dan mengetahui apakah ada penyebab lain di luar penyakit hati. Dalam biopsi, tes terbaik untuk diagnosis, dokter mengambil bagian kecil dari hati untuk dipelajari.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sirosis hati?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi penyakit sirosis adalah:

  • Berhenti minum alkohol
  • Makan diet seimbang. Anda boleh rutin minum kopi, tetapi dengan pengawasan.
  • Mengubah aktivitas Anda sesuai gejala
  • Hubungi dokter Anda jika selama menjalani pengobatan mengalami muntah darah atau ketika BAB tinjanya hitam, ada darah merah terang dalam tinja Anda, ada peningkatan akumulasi cairan di perut atau kaki, atau demam

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

    Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki

    Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

    Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki

    Benarkah Temulawak Bisa Dijadikan Obat Hepatitis?

    Penyakit hepatitis membutuhkan pengobatan agar tidak semakin parah. Namun, tahukah Anda bila temulawak bisa jadi obat alami untuk hepatitis?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    7 Pantangan Penderita Hepatitis yang Penting Dihindari

    Penderita hepatitis perlu mengindari beragam pantangan agar penyakit yang dideritanya tidak semakin parah. Berikut adalah pantangan bagi penderita hepatitis

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Direkomendasikan untuk Anda

    diabetes dan kanker hati

    Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020
    diabetesi

    Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
    manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

    6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
    camilan untuk penderita diabetes

    Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020