Sirosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sirosis hati?

Sirosis atau cirrhosis adalah tahap akhir luka (fibrosis) pada hati yang disebabkan oleh banyak penyakit dan kondisi pada hati, seperti hepatitis dan alkoholisme kronis.

Dalam sirosis kondisi, cedera hati meninggalkan bekas luka, dan ini membuat hati tak lagi bekerja normal, seperti membuat protein baru, melawan infeksi, menyingkirkan zat tidak berguna dari darah, mencerna makanan, dan menyimpan energi. 

Hati yang terluka tidak dapat berfungsi, sehingga menyebabkan masalah di seluruh bagian tubuh. 

Setiap kali terluka, entah karena penyakit atau konsumsi alkohol, hati Anda mencoba untuk memperbaiki dirinya sendiri. Dalam proses tersebut, jaringan parut terbentuk. Semakin berkembangnya sirosis, semakin banyak pula jaringan parut yang membuat hati sulit berfungsi (sirosis dekompensasi). 

Tahap akhir luka di hati dapat mengancam jiwa. Meski sama-sama berbahaya, sirosis hati berbeda dengan kanker

Umumnya, kerusakan hati karena sirosis tidak dapat diperbaiki. Namun, diagnosis dini dan pengobatan terhadap penyebabnya dapat memperbaiki kondisi.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Sirosis umum terjadi pada orang yang mengonsumsi alkohol, makanan laut mentah, dan pemakaian obat berlebih. 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sirosis hati?

Dikutip dari American College of Gastroenterology, tanda dan gejala sirosis hati mungkin tidak muncul atau tidak spesifik pada tahap awal. Gejala non-spesifik awal, termasuk kelelahan dan gatal-gatal. 

Ketika jaringan parut menggantikan jaringan yang sehat dan fungsi hati memburuk, berbagai gejala yang berhubungan dengan hati dapat muncul.

Fatigue atau kelelahan adalah gejala yang umum dari sirosis hati. Banyak pasien dengan sirosis juga mengalami kehilangan massa otot, sehingga memperburuk fatigue.

Kelelahan karena tahap akhir luka di hati dapat menjadi sulit untuk diobati dan penting untuk mencari penyebab sirosis lain yang masih bisa diobati. Namun, kondisi itu tidak berhubungan langsung dengan penyakit hati (contohnya anemia).  

Selain itu, gejala kondisi yang paling umum di tahap awal adalah:

  • Lesu
  • Napsu makan sedikit atau tidak ada
  • Mual
  • Kehilangan berat badan
  • Pembesaran hati
  • Telapak tangan merah

Gejala tahap akhir adalah:

  • Mata dan kulit menguning
  • Urin coklat atau kuning gelap
  • Rambut rontok
  • Perubahan pembuluh darah di kulit dan di sekitar pusar
  • Pertumbuhan payudara pada pria
  • Mudah memar dan berdarah
  • Muntah darah atau BAB hitam seperti aspal
  • Gangguan mental berupa kebingungan
  • Perut bengkak dari akumulasi cairan dan kaki bengkak
  • Limpa membesar
  • Koma

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum. Jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap gejalanya, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Karena hati melakukan banyak fungsi metabolisme yang kompleks, berbagai komplikasi mungkin terjadi akibat sirosis. Selain itu, beberapa komplikasi muncul lebih umum pada penyakit tertentu yang menyebabkan sirosis. 

Kapan sebaiknya ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas, silakan konsultasikan dengan dokter Anda. Gejala tahap awal termasuk kelelahan, muntah, dan kehilangan napsu makan. Setiap tubuh seseorang bereaksi berbeda. Lebih baik diskusikan dengan dokter Anda apa yang terbaik untuk kondisi Anda.

Penyebab

Apa penyebab sirosis?

Dari sekian banyak penyebab, yang biasanya jadi penyebab utama adalah kecanduan alkohol.

Tahap akhir luka di hati terjadi ketika struktur normal hati terganggu oleh jaringan parut. Salah satu fungsi normal hati adalah menyaring darah yang kembali ke jantung dari sistem pencernaan. 

Dalam kondisi sirosis, kehadiran jaringan parut meningkatkan kekebalan terhadap aliran darah melalui hati. Ini menghasilkan tekanan tinggi yang berkembang di pembuluh darah yang mengalir ke hati, atau disebut dengan proses hipertensi portal. 

Penyebab lainnya dari penyakit sirosis hati adalah:

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sirosis hati?

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini adalah:

  • Konsumsi alkohol dan senyawa lainnya yang beracun/toksik untuk hati
  • Penyakit lain seperti diabetes atau obesitas
  • Lemak tinggi dalam darah

Komplikasi

Komplikasi apa yang mungkin terjadi jika saya mengidap kondisi ini?

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah kemungkinan komplikasi yang dapat ditimbulkan akibat sirosis hati:

  • Hipertensi portal. Sirosis memperlambat aliran darah normal melalui hati, sehingga meningkatkan tekanan pada vena yang membawa darah ke hati dari usus dan limpa. 
  • Pembengkakan di kaki dan perut. Peningkatan tekanan di vena portal dapat menyebabkan cairan menumpuk di kaki (edema) dan di perut (asites).
  • Pembesaran limpa (splenomegali). Hipertensi portal juga dapat menyebabkan perubahan dan pembengkakan limpa. Kondisi tersebut juga dapat membuat sel darah putih dan trombosit terperangkap. 
  • Perdarahan. Hipertensi portal dapat menyebabkan darah dialihkan ke vena yang lebih kecil. Karena tekanan berlebih, pembuluh darah kecil ini bisa pecah dan menyebabkan perdarahan yang serius.
  • Infeksi. Jika Anda memiliki sirosis, tubuh Anda mungkin kesulitan melawan infeksi. 
  • Malnutrisi. Sirosis dapat mempersulit tubuh Anda untuk mencerna nutrisi, sehingga menyebabkan kelemahan dan penurunan berat badan.
  • Penumpukan racun di otak (ensefalopati hepatik). Hati yang rusak oleh sirosis tidak dapat membersihkan racun dari darah dan juga hati yang sehat. Racun ini kemudian menumpuk di otak dan menyebabkan kesulitan berkonsentrasi. 
  • Penyakit kuning. Penyakit kuning terjadi ketika hati yang sakit tidak mengeluarkan bilirubin yang cukup.
  • Penyakit tulang. Orang dengan sirosis hati kehilangan kekuatan tulang dan punya risiko tinggi mengalami patah tulang. 
  • Meningkatkan risiko kanker hati. Sebagian orang yang mengalami kanker hati mempunyai kondisi sirosis.
  • Sirosis akut-kronis. Beberapa orang akhirnya mengalami kegagalan banyak organ dalam satu waktu.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sirosis hati?

Kunci dari pengobatan penyakit sirosis adalah menghilangkan penyebabnya. Langkah pertama adalah berhenti meminum minuman beralkohol dan berhenti merokok.

Pengobatan berikutnya adalah sebagai pendukung saja, dan termasuk diet tinggi protein dan garam (natrium) dan membatasi cairan (untuk mengontrol akumulasi cairan). Untuk akumulasi cairan yang parah di perut atau edema, bisa diberikan obat-obatan diuretik. Obat lain yang diberikan adalah untuk kebingungan mental dan koma.

Pengobatan untuk komplikasi yang diakibatkan peningkatan tekanan di pembuluh darah di perut tergantung pada berat badan. Obat-obatan dan endoskopi bisa digunakan untuk pengobatan pembuluh darah yang membesar di kerongkongan (varises esofagus) untuk mencegah perdarahan.

Operasi, melangsir pembuluh darah, dan transplantasi hati juga dapat dilakukan jika beberapa pilihan pengobatan di atas tidak berhasil.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dokter menggunakan rekam medis dan pemeriksaan fisik untuk diagnosis. Tes darah, x-ray, CT scan, dan biopsi hati bisa dilakukan untuk diagnosis dan mengetahui apakah ada penyebab lain di luar penyakit hati. Dalam biopsi, tes terbaik untuk diagnosis, dokter mengambil bagian kecil dari hati untuk dipelajari.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sirosis hati?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi penyakit sirosis adalah:

  • Berhenti minum alkohol
  • Makan diet seimbang. Anda boleh rutin minum kopi, tetapi dengan pengawasan.
  • Mengubah aktivitas Anda sesuai gejala
  • Hubungi dokter Anda jika selama menjalani pengobatan mengalami muntah darah atau ketika BAB tinjanya hitam, ada darah merah terang dalam tinja Anda, ada peningkatan akumulasi cairan di perut atau kaki, atau demam

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    8 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

    Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 5 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Hipoglikemia

    Hipoglikemia atau gula darah rendah, adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah rentang normal. Ketahui penyebab, gejala, dan obatnya di sini!

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

    Untuk mengetahui apakah Anda kena diabetes atau tidak, Anda harus tahu dulu berapa kadar gula darah normal dalam tubuh. Simak ulasannya berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    apakah diabetesi boleh makan mi instan

    Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    penyakit pada lansia

    5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    mengurangi gula

    Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    gejala kanker tiroid

    Kanker Tiroid

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit