Gummy Smile, Ketika Gusi Lebih Terlihat Saat Tersenyum

Gummy Smile, Ketika Gusi Lebih Terlihat Saat Tersenyum

Gummy smile merupakan masalah gusi yang membuat banyak orang tidak percaya diri saat tersenyum. Kondisi ini membuat gusi tampak lebih dominan ketimbang gigi.

Apakah masalah gusi ini berbahaya? Perlukah Anda mendapatkan penanganan?

Apa itu gummy smile?

Gummy smile adalah kondisi yang membuat senyum Anda lebih banyak memperlihatkan gusi daripada gigi. Dalam dunia medis, kondisi ini lebih dikenal dengan excessive gingival display.

Biasanya, seseorang dianggap mengalami excessive gingival display jika gusinya terlihat 3–4 mm saat tersenyum. Namun, tidak ada definisi pasti terkait hal ini.

Sebenarnya, gummy smile tidak berbahaya. Namun, orang-orang yang memilikinya sering kali merasa tidak percaya diri dengan kondisi gusi mereka.

Terlebih, dikutip dari bab berjudul Excessive Gingival Display terbitan StatPearls, disebutkan bahwa senyum yang normal hanya memperlihatkan gusi sekitar 1 hingga 2 mm. Jika tampilan gusi 3 mm atau lebih, senyum dinilai kurang menarik.

Umumnya, masalah ini lebih sering ditemui pada wanita dibanding pria. Setidaknya, diperkirakan ada 14% wanita yang memiliki kondisi ini, sedangkan pria hanya 7 persen.

Penyebab gummy smile

gummy smile

Penyebab masalah gusi ini tidak diketahui secara pasti. Namun, berikut beberapa faktor yang dipercaya meningkatkan risikonya.

1. Perbedaan ukuran bibir atas dan bawah

Ukuran bibir atas yang lebih kecil dapat membuat gusi lebih terekspos saat tersenyum. Terlebih jika pergerakan otot bibir atas hiperaktif, bibir atas akan makin terangkat ketika Anda senyum.

2. Jaringan gusi yang berlebih

Anda mungkin merasa memiliki ukuran gigi dan bibir yang normal. Namun, ukuran gusi yang lebih besar daripada biasanya dapat menghasilkan gummy smile.

3. Efek pengobatan

Beberapa jenis obat dapat mengakibatkan pembesaran gusi. Efek samping ini biasanya terjadi ketika Anda mengonsumsi obat seperti:

  • imunosupresan,
  • obat epilepsi (phenytoin), dan
  • obat sakit jantung (verapamil, diltiazem, dan nifedipine).

4. Gingival hyperplasia

Gingival hyperplasia merupakan pertumbuhan jaringan gusi yang terjadi secara abnormal. Berikut beberapa faktor yang dapat menjadi penyebabnya.

  • Peradangan gusi akibat infeksi bakteri di dalam mulut.
  • Efek konsumsi obat-obatan tertentu.
  • Produksi kolagen yang berlebih.
  • Gejala penyakit seperti leukemia, HIV, diabetes, anemia, hingga limfoma.
  • Kekurangan vitamin.
  • Kehamilan.

5. Genetik

Faktor genetik ikut berperan dalam terjadinya kondisi gusi ini. Jika Anda memiliki keluarga dengan rahang besar, bibir atas kecil, atau gusi besar, risiko masalah serupa akan lebih besar.

6. Buruknya kebersihan mulut

Kebersihan mulut yang buruk dapat menyebabkan pembentukan plak di sela-sela gigi. Jika tak segera dibersihkan, plak dapat menyebabkan infeksi yang ditandai dengan gusi membesar dan bengkak.

Komplikasi gummy smile

infeksi gusi

Gummy smile sebenarnya tidak perlu mendapatkan penanganan. Masalah gusi ini umumnya tidak akan menyebabkan komplikasi pada pemiliknya meski dibiarkan.

Namun, apabila kondisi ini terjadi akibat infeksi bakteri, penanganan harus segera dilakukan. Jika tidak, masalah gusi dapat berkembang menjadi lebih serius.

Infeksi gusi yang tidak ditangani dapat mengakibatkan:

  • trench mouth (gingivitis ulseratif akut kronis/ANUG),
  • penyakit jantung,
  • stroke,
  • pneumonia, hingga
  • komplikasi kehamilan.

Cara mengatasi gummy smile

Cara mengatasi gummy smile harus sesuai dengan kondisi yang mendasarinya. Maka dari itu, sebelum memilih tindakan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Berikut sejumlah tindakan penanganan yang biasa dilakukan.

1. Root planing

Cara ini cocok untuk mengatasi pembengkakan gusi yang disebabkan karang gigi. Root planing membersihkan karang hingga ke bagian akar gigi.

2. Crown lengthening

Crown lengthening dilakukan dengan memperbaiki struktur gusi dan rahang. Dengan begitu, ukuran gusi menjadi tidak berlebihan dan gigi Anda bisa terlihat lebih dominan saat tersenyum.

3. Gum contouring

Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan jaringan gusi yang berlebihan menggunakan laser. Dengan begitu, senyum bisa menjadi lebih proporsional karena tidak didominasi gusi.

4. Lip repositioning

Lip repositioning merupakan cara mengatasi gummy smile akibat pergerakan otot bibir atas yang hiperaktif. Pergerakan otot bibir atas akan dibatasi agar bibir tidak terangkat berlebihan saat senyum.

5. Operasi rahang

Tujuan dari operasi rahang yaitu menyeimbangkan panjang rahang. Lewat operasi ini, posisi rahang atas akan diperbaiki agar tak menampilkan terlalu banyak area gusi saat tersenyum.

6. Pemasangan behel

Pemasangan behel bisa memperbaiki tampilan gusi berlebihan akibat adanya masalah pada rahang. Prosedur ini bekerja dengan memperbaiki bentuk rahang sehingga gusi bisa terlihat normal.

Beberapa prosedur mungkin tidak dapat langsung memperbaiki tampilan gusi dalam satu sesi. Untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikan ke dokter.

Fakta seputar <em>gummy smile</em>

  • Membuat gusi tampak lebih lebar atau dominan daripada gigi saat tersenyum.
  • Dapat dipicu berbagai macam faktor, seperti otot bibir atas yang hiperaktif, peradangan pada gusi, hingga efek penyakit tertentu.
  • Bukan merupakan kondisi yang berbahaya, asalkan tidak disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Cara mengatasinya bisa dengan operasi kecantikan hingga pengobatan sesuai penyebabnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gummy Smile: Why Are My Gums Big and What Can I Do About It?. (2022). Retrieved 1 November 2022, from https://www.dentaly.org/us/cosmetic-dentistry/gummy-smile/

Gummy smile. (2022). Retrieved 1 November 2022, from https://medicalorthodontics.org/gummy-smile/

Excessive Gingival Display. (2022). Retrieved 1 November 2022, from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29262052/

Storrer, C., Valverde, F., Santos, F., & Deliberador, T. (2014). Treatment of gummy smile: Gingival recontouring with the containment of the elevator muscle of the upper lip and wing of nose. A surgery innovation technique. Journal Of Indian Society Of Periodontology, 18(5), 656. doi: 10.4103/0972-124x.142468

Zawawi, K., Malki, G., Al-Zahrani, M., & Alkhiary, Y. (2013). Effect of lip position and gingival display on smile and esthetics as perceived by college students with different educational backgrounds. Clinical, Cosmetic And Investigational Dentistry, 77. doi: 10.2147/ccide.s53359

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Bayu Galih Permana Diperbarui 6 days ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa