Otitis Eksterna

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa yang dimaksud dengan otitis eksterna?

Otitis eksterna atau swimmer’s ear adalah infeksi telinga yang menyerang kulit tipis pembungkus saluran telinga luar, dan dalam beberapa kasus disebabkan oleh bakteri atau jamur. Saluran telinga terhitung dari gendang telinga sampai bagian luar telinga. 

Penyebab paling umum dari infeksi ini adalah bakteri yang menyerang kulit dalam saluran telinga Anda. Otitis eksterna biasanya muncul beberapa hari setelah Anda berenang, dan dapat memburuk menjadi akut dan kronis. 

Otitis eksterna dibagi menjadi beberapa jenis, termasuk:

  • Otitis eksterna akut, yaitu bentuk yang paling umum dan paling sering terjadi pada perenang
  • Otitis eksterna terlokalisasi akut, yaitu bentuk yang terkait dengan infeksi folikel rambut
  • Otitis eksterna kronis, yaitu bentuk yang sama dengan jenis akut, tetapi durasinya lebih lama (lebih dari enam minggu)
  • Otitis eksterna eczematoid, yaitu jenis yang disebabkan oleh penyakit kulit
  • Otitis eksterna ganas, yaitu jenis yang cenderung dialami oleh orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Otomycosis, yaitu infeksi saluran telinga yang disebabkan oleh spesies jamur

Salah satu pilihan pengobatan swimmer’s ear dirawat dengan obat tetes telinga. Perawatan segera dapat membantu mencegah komplikasi dan infeksi yang lebih serius. 

Seberapa umum kondisi ini?

Gangguan telinga ini biasanya terjadi pada anak-anak atau orang-orang yang baru saja berenang. Orang yang lebih rentan terhadap penyakit ini adalah pengidap diabetes mellitus, memiliki alergi kulit tertentu, juga orang-orang yang telinganya tidak dapat memproduksi lilin telinga cukup banyak. 

Kemungkinan Anda terkena infeksi ini dapat dikurangi apabila Anda menghindari faktor risiko. Selalu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari otitis eksterna?

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala swimmer’s ear biasanya ringan pada awalnya, tetapi kondisi ini dapat memburuk jika infeksi Anda tidak diobati atau menyebar. Dokter sering membagi gejala kondisi ini menurut tingkat perkembangan ringan, sedang, dan lanjut.

Tanda dan gejala otitis eksterna termasuk:

  • Sakit telinga yang memburuk setelah memasukkan korek kuping atau menekan telinga;
  • Gatal dalam telinga;
  • Sedikit demam (kadang-kadang);
  • Keluar nanah dari dalam telinga;
  • Kehilangan pendengaran sementara;
  • Kadang-kadang terdapat benjolan kecil atau bisul di dekat saluran telinga. Benjolan tersebut menyebabkan sakit yang luar biasa. Dan apabila kempes, darah atau nanah akan mengucur dari sana.

Selain itu, masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki keluhan yang sama, tolong konsultasikan kepada dokter Anda.

Kapan saya harus menghubungi dokter?

Anda perlu dengan segera menghubungi dokter apabila mengalami beberapa gejala kondisi ini. Hubungi dokter atau langsung pergi ke rumah sakit apabila terdapat keluhan berikut:

  • Sakit luar biasa
  • Demam

Setiap orang memiliki reaksi tubuh yang berbeda-beda. Berkonsultasi dengan dokter adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan.

Penyebab

Apa saja yang menyebabkan otitis eksterna?

Infeksi biasanya mulai terjadi setelah berenang di air yang kotor. Biasanya, bakteri seperti Pseudomonas sp. hidup di air kotor dan dapat menyebabkan otitis eksterna. Pada beberapa kasus yang langka, infeksi yang terjadi dapat disebabkan oleh jamur. 

Pertahanan alami telinga alami

Saluran telinga luar Anda memiliki pertahanan alami yang membantu menjaga kebersihan telinga dan mencegah infeksi. Pelindung pada telinga Anda meliputi:

  • Kelenjar yang mengeluarkan zat lilin (cerumen). Zat lilin ini membentuk lapisan tipis yang anti air pada kulit di dalam telinga Anda. Cerumen juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Cerumen juga menyingkirkan kotoran dan sel-sel kulit mati pada telinga Anda.  
  • Tulang rawan yang sebagian menutupi saluran telinga. Ini membantu mencegah benda asing memasuki telinga. 

Bagaimana infeksi terjadi

Jika Anda memiliki swimmer’s ear, pertahanan alami Anda telah kewalahan. Kondisi yang dapat melemahkan pertahanan telinga Anda dan meningkatkan pertumbuhan bakteri termasuk:

  • Kelembapan berlebih di telinga Anda. Keringat parah, cuaca lembap berkepanjangan, atau air yang tertinggal di telinga dapat memberikan tempat yang menguntungkan bakteri.
  • Goresan atau lecet di saluran telinga Anda. Membersihkan telinga dengan kapas atau jepit rambut, menggaruk bagian dalam telinga dengan hari, atau memakai earbud dapat menyebabkan kerusakan kecil pada kulit yang memungkinkan bakteri tumbuh. 
  • Reaksi sensitivitas. Produk atau perhiasan yang dikenakan di rambut dapat menyebabkan alergi dan infeksi.  

Faktor-faktor risiko

Apa saja yang meningkatkan risiko Anda terjangkit otitis eksterna?

Beberapa faktor berisiko di bawah ini dapat memengaruhi kemungkinan Anda terkena otitis eksterna, yaitu:

  • Berenang secara teratur
  • Berenang pada air yang banyak bakterinya
  • Saluran telinga anak-anak yang sempit, misalnya, dapat dengan mudah menyimpan air dalam telinga sehingga meningkatkan risiko terkena otitis eksterna
  • Membersihkan telinga Anda terlalu sering dengan korek kuping atau objek lain
  • Menggunakan gadget tertentu terlalu sering seperti headset atau alat bantu pendengaran
  • Alergi kulit yang terstimualsi oleh aksesoris tertentu, hairspray, atau bilasan sabun

Pengobatan

Informasi di bawah bukan merupakan pengganti saran medis dari dokter; selalu periksakan diri Anda kepada dokter profesional.

Apa saja pilihan pengobatan yang dapat dilakukan oriris eksterna?

Dokter akan menyarankan beberapa pilihan pengobatan medis untuk otitis eksterna. Tujuan utamanya yakni untuk menghentikan infeksi, sekaligus mengembalikan fungsi telinga seperti semula. Berikut beragam pilihan pengobatannya:

1. Membersihkan telinga

Sebelum memasukkan obat ke dalam telinga, dokter akan membersihkan saluran telinga terlebih dahulu. Tujuannya supaya pengobatan yang diberikan nanti lebih efektif dalam mengatasi mengatasi otitis eksterna.

Mengingat saluran telinga berkelok-kelok, maka dengan membersihkannya akan membuat obat mudah masuk ke bagian yang terinfeksi. Dokter biasanya menggunakan suatu alat penghisap khusus, yang akan mengangkat semua cairan dan kotoran apa pun yang ada di dalam telinga.

2. Obat tetes telinga

Setelah telinga sudah benar-benar bersih, dokter dapat meresepkan obat tetes telinga sebagai pengobatan medis otitis eksterna.  Jenis obat tetes telinga yang diresepkan biasanya disesuaikan kembali dengan tingkat keparahan infeksi.

Berikut kandungan bahan yang biasanya terdapat di dalam obat tetes telinga untuk otitis eksterna:

  • Antibiotik untuk melawan bakteri.
  • Steroid untuk meredakan peradangan.
  • Asam acidic atau suatu bahan kimia tertentu untuk mengembalikan keseimbangan kondisi saluran telinga, agar kuman tidak mudah tumbuh.
  • Obat antijamur untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh jamur.

Selanjutnya, pakai obat tetes telinga sebagai pengobatan medis tersebut dengan aturan penggunaan yang tepat. Akan tetapi, jika ternyata saluran telinga Anda tersumbat karena adanya pembengkakan dan peradangan, dokter mungkin akan menggunakan ear wick.

Ear wick adalah kapas atau kain kasa yang dipakai untuk membantu melancarkan aliran pada saluran telinga, agar obat tetes bisa masuk ke seluruh area yang terinfeksi. Ear wick hanya dipakai ketika kondisi otitis eksterna cukup parah.

3. Obat pereda rasa sakit

Jika infeksi telinga perenang ini tidak mempan dengan menggunakan obat tetes telinga, dokter mungkin akan melakukan tindakan selanjutnya. Dokter dapat merekomendasikan obat pereda rasa sakit yang dijual bebas.

Contohnya seperti ibuprofen, (Advil, Motrin IB, yang lain), naproxen sodium (Aleve, yang lain) atau acetaminophen (Tylenol, lainnya). Atau pilihan lainnya, dokter juga bisa meresepkan pengobatan medis menggunakan obat antibiotik oral sebagai cara mengatasi otitis eksterna.

4. Operasi

Jika terjadi kerusakan pada jaringan penting karena infeksi, seperti dalam otitis eksterna ganas, Anda bisa disarankan untuk melakukan operasi. Operasi dilakukan untuk mengangkat jaringan yang rusak. 

Apa saja jenis tes yang paling umum dilaksanakan pada penderita otitis eksterna?

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan apakah Anda mengalami otitis eksterna tidak. Pemeriksaan ini termasuk pemeriksaan riwayat kesehatan untuk mengidentifikasi kondisi pokok yang dapat melemahkan sistem imun Anda.

Saat pemeriksaan, dokter Anda akan melihat ke dalam telinga untuk melihat adanya infeksi. Dokter juga dapat memeriksa bagian kepala dan belakang telinga Anda.

Jika terdapat cairan yang keluar dari telinga, dokter akan mengambil sampel cairan tersebut. Mereka akan mengirimkan sampel ke laboratorium untuk dianalisis. Ini dapat membantu mengidentifikasi bakteri yang menyebabkan infeksi.

Jika Anda memiliki otitis eksterna ganas, dokter mungkin meminta tes tambahan untuk melihat apabila infeksi telah menyebar. Beberapa tes itu, antara lain:

  • Pemeriksaan neurologis
  • CT scan kepala
  • MRI kepala
  • Radionuclide scan

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan alami untuk otitis eksterna di rumah?

Selain dengan pengobatan medis, cara rumahan juga bisa dilakukan untuk membantu memulihkan telinga akibat otitis eksterna. Berikut berbagai pilihan cara yang bisa Anda lakukan untuk memulihkan nyeri, kemerahan, gatal, serta berbagai gejala infeksi telinga perenang:

1. Kompres hangat

Siapkan satu baskom air hangat dan kain, handuk, atau waslap bersih, kemudian berikan kompres hangat pada bagian telinga yang bermasalah. Usahakan suhu air yang digunakan tidak terlalu panas, tapi cukup hangat sehingga tidak akan melukai telinga Anda.

Lakukan pengobatan alami otitis eksterna ini selama beberapa kali dalam sehari, setidaknya sampai rasa sakitnya cukup mereda.

2. Tetes air sari bawang putih

Kandungan alami di dalam bawang putih diyakini dapat membantu memerangi bakteri penyebab infeksi, sehingga menjadikannya sebagai salah satu pengobatan otitis eksterna. Namun, Anda dianjurkan untuk berhati-hati atau sebaiknya hindari penggunanaan bahan alami ini jika keluar cairan dari telinga.

3. Larutan cuka dan alkohol

Penggunaan larutan cuka yang dicampur dengan sedikit alkohol juga bisa menjadi pengobatan alami otitis eksterna. Agar terjamin keamanannya, sebaiknya gunakan larutan alkohol yang dibuat khusus untuk pengobatan.

Anda bisa menggunakan pengobatan alami untuk otitis eksterna yang satu ini selama beberapa kali dalam sehari, khususnya usai melakukan kontak langsung dengan air. Misalnya sehabis mencuci muka, mandi, dan lainnya.

Tips penting lainnya dalam mengobati otitis eksterna

Bukan hanya rutin menerapkan cara medis dan alami saja untuk mengatasi otitis ekstera atau infeksi telinga perenang yang Anda miliki. Sebaiknya, terapkan beberapa hal berikut ini guna mengurangi risiko perkembangan infeksi yang semakin parah:

  • Gunakan sumbat telinga saat mandi dan berenang guna mencegah air masuk ke dalam telinga
  • Hindari menggaruk telinga bagian dalam
  • Hindari menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga
  • Pastikan telinga selalu dalam keadaan kering dengan rutin membersihkannya setelah beraktivitas

Penting untuk diingat, bahwa infeksi telinga mudah terjadi usai terpapar air yang kotor. Maka itu, hindari berenang, mandi, atau mencuci muka menggunakan sumber air kotor yang rentan mengandung banyak bakteri di dalamnya.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, segara dikonsultasikan dengan dokter profesional untuk mendapatkan solusi medis terbaik. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Infeksi Saluran Kemih (ISK)

    Infeksi saluran kemih (infeksi saluran kencing) adalah ketika ada bakteri pada organ saluran kencing. Apa gejalanya? Bagaimana menangani kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Urologi, Urologi Lainnya 6 Agustus 2020 . Waktu baca 13 menit

    Prostatitis

    Prostatitis adalah penyakit pembengkakan dan peradangan yang terjadi pada daerah prostat. Apa gejalanya? Bagaimana mengatasi kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit

    Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

    Pembesaran prostat jinak adalah kondisi di mana kelenjar prostat pria membesar tetapi bukan karena kanker. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 11 menit

    Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

    Penurunan fungsi pendengaran dapat terjadi pada siapa saja. Namun, Anda bisa menurunkan risiko gangguan pendengaran lewat diet sehat, lho.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Nutrisi, Hidup Sehat 25 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    dermatitis kontak

    Dermatitis Kontak

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 10 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
    makanan untuk penderita eksim

    Mencegah Eksim dengan Menghindari Pantangan, Apa Saja?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    pantangan penderita psoriasis

    Daftar Pantangan Makanan yang Patut Diperhatikan oleh Penderita Psoriasis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
    efek samping paracetamol ibuprofen

    Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit