Mata Lelah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu mata lelah?

Mata lelah atau astenopia adalah kondisi saat mata Anda mengalami kelelahan akibat penggunaan yang intens. Misalnya seperti selama berkendara jauh dengan waktu lama, membaca, atau bekerja di depan komputer.

Mata lelah merupakan kumpulan gejala, bukan sebuah penyakit khusus. Biasanya hal itu bisa dengan cepat ditangani jika Anda mengistirahatkan mata.

Mata lelah juga bukan kondisi yang serius. Pencegahan umum di rumah, tempat kerja, dan di luar ruangan dapat membantu mengurangi kelelahan mata. Namun, terkadang, kelelahan mata adalah pertanda dari kondisi lain yang memerlukan perawatan medis.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Mata lelah atau astenopia sangat umum terjadi. Namun, jika Anda menghabiskan lebih dari dua jam di depan layar komputer, gejala itu akan lebih mudah muncul.

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa saja. Mata lelah dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. 

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala mata lelah?

Menurut Mayo Clinic, astenopia bisa muncul setelah Anda merasakan beberapa gejala seperti yang disebutkan di bawah ini: 

  • Mata yang lelah, perih, atau gatal
  • Mata berair atau kering
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada leher, bahu atau punggung
  • Bertambahnya sensitivitas pada cahaya
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Merasa seperti tidak dapat membuka mata

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Ada beberapa gejala astenopia yang membuat Anda tak bisa menahannya. Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Rasa tidak nyaman
  • Pandangan ganda
  • Perubahan signifikan pada penglihatan
  • Gejala tidak kunjung hilang setelah perawatan sendiri

Penyebab

Apa penyebab mata lelah?

American Academy of Ophthamology dari Amerika Serikat mengatakan bahwa melihat perangkat digital sebenarnya tidak merusak mata. Akan tetapi, lama-lama hal ini bisa menimbulkan ketegangan dan gejala yang mengganggu pengelihatan Anda.

Manusia biasanya berkedip selama 15 kali tiap menitnya. Namun, saat menatap ke layar gadget maka jumlah kedipan akan turun. Kedipan mata bisa berkurang hingga setengah atau 3 kali lipatnya. Kondisi inilah yang menyebabkan mata cepat lelah karena dipaksa bekerja fokus menatap layar tanpa banyak berkedip.

Selain itu, berikut daftar penyebab umum astenopia:

  • Membaca tanpa jeda untuk mengistirahatkan mata
  • Berkendara jarak jauh dan melakukan aktivitas lain yang memerlukan fokus jangka panjang
  • Terekspos pada cahaya terang
  • Memaksakan untuk melihat pada cahaya yang redup
  • Memiliki masalah pada mata, seperti mata kering atau penglihatan yang tidak diperbaiki (kesalahan bias)
  • Stres atau kelelahan
  • Paparan pada udara kering dari kipas, pemanas atau pendingin ruangan

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko mata saya lelah?

Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko mata lelah. Jika Anda melakukan hal-hal di bawah ini, Anda mungkin lebih sering terkena gejala tersebut.

  • Menghabiskan lebih dari empat jam perhari di depan layar komputer
  • Melakukan aktivitas yang membuat mata lelah, seperti membaca dengan jangka waktu yang panjang, atau menonton TV terlalu lama
  • Tinggal di iklim yang kering
  • Belum memeriksakan mata ke dokter untuk melihat apakah Anda memerlukan kacamata

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Dokter mata Anda akan menanyakan pertanyaan tentang faktor yang dapat menyebabkan gejala. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan mata, termasuk menguji penglihatan Anda.

Stanforld Health Care menyebut pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan rutin satu tahun sekali. Hubungi dokter ketika gejala mata lelah tak kunjung hilang dan Anda mulai merasakan pusing yang terus menerus.

Catat kondisi kesehatan hingga pertanyaan Anda

  • Urutkan gejala yang Anda rasakan dan berapa lama Anda merasakannya.
  • Urutkan informasi kesehatan Anda, termasuk jika Anda punya gejala kesehatan yang lain, melakukan pengobatan, atau sedang mengonsumsi vitamin dan suplemen.
  • Catat aktivitas yang membuat Anda mengalami mata lelah, seperti melihat perangkat digital, membaca, dan terpapar sinar.
  • Catat pertanyaan yang akan Anda tanyakan ke dokter. Daftar pertanyaan bisa membuat Anda memanfaatkan waktu secara maksimal saat berkonsultasi dengan dokter.

Apa saja pengobatan untuk mata lelah?

Umumnya, perawatan untuk mata lelah melibatkan perubahan pada kebiasaan sehari-hari atau lingkungan. Namun, beberapa orang memerlukan perawatan untuk kondisi mata tertentu. 

Untuk beberapa orang, mengenakan kacamata yang dikhususkan untuk aktivitas khusus, seperti menggunakan komputer atau membaca, dapat membantu mengurangi mata lelah.

Dokter dapat menyarankan Anda untuk melakukan latihan mata rutin untuk membantu mata fokus pada berbagai jarak berbeda.

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi mata lelah?

Mata lelah bisa diatasi dengan mengubah gaya hidup Anda sehari-hari. Pengobatan rumahan berikut ini juga bisa Anda lakukan untuk mengatasi gejala tersebut.

  • Atur pencahayaan layar gawai Anda
  • Beristirahatlah sejenak dari pekerjaan yang mengharuskan Anda menatap layar
  • Batasi waktu di depan layar
  • Gunakan air mata buatan untuk membantu mencegah dan meredakan mata kering
  • Tingkatkan kualitas udara pada ruangan, seperti menggunakan humidifier, mengatur suhu termostat untuk mengurangi hembusan air dan menghindari asap
  • Kenakan kacamata atau lensa kontak ketika bekerja di depan komputer

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah mata lelah?

Metode 20-20-20 bisa menjadi solusi yang tepat cegah astenopia. Setiap 20 menit di depan layar gadget, istirahatkan mata selama 20 detik dengan mengalihkan pandangan dari layar gadget ke objek-objek yang berjarak minimal 20 kaki (6 meter) dari tempat Anda. 

Para dokter menyarankan metode 20-20-20 ini sebagai kebiasaan yang harus ditanamkan untuk menjaga kesehatan mata, apalagi pada anak-anak.  Berikut penjelasannya.

Jarak 20 kaki

Melihat sesuatu yang berjarak 20 kaki (6 meter) tidak perlu Anda ukur. Kuncinya adalah, istirahatkan mata untuk fokus pada sesuatu yang jauh dari tempat Anda.

Jika ruangan Anda kecil, cobalah untuk jalan keluar sejenak ke tempat yang lebih luas agar mata Anda bisa melihat banyak benda-benda yang jauh di tempat tersebut. 

Durasi 20 detik

Metode ini hanya membutuhkan waktu selama 20 detik untuk membuat mata Anda menjadi lebih rileks. Saat Anda mengistirahatkan mata, ada baiknya sambil bangun dari tempat duduk dan sedikit bergerak atau berpindah.

Setiap 20 menit

Selama 20 menit di depan layar, biasanya mata semakin menegang melihat layar. Maka setiap 20 menit mata seharusnya diistirahatkan agar tidak cepat lelah dan supaya Anda bisa mencegah gangguan mata lainnya, misalnya mata kering.

Untuk mengingatkan diri sendiri kapan harus beristirahat melihat layar tiap 20 menit, Anda bisa membuat tulisan di depan layar Anda. Anda juga bisa memasang alarm sebagai pengingat.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

    Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Merasa Pusing Saat Pakai Kacamata Baru, Normal atau Tidak?

    Mungkin Anda pernah merasa pusing saat pertama kali pakai kacamata atau mengganti kacamata baru. Tergolong normalkah hal tersebut?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 15 April 2020 . Waktu baca 4 menit

    Pilihan Obat dan Cara untuk Mengatasi Sakit Mata pada Anak yang Aman

    Segera periksakan jika terlihat masalah pada mata anak. Diagnosis dari dokter dapat membantuk Anda menentukan obat mata apa yang sesuai dan aman untuk anak.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Kesehatan Anak, Parenting 31 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit

    5 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma, Mulai dari Obat Herbal hingga Makanan

    Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang menjadi penyebab kebutaan. Kabar baiknya, ada cara rumahan untuk membantu mengatasi glaukoma. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 1 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

    Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
    Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    mata silinder (astigmatisme)

    Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    gla

    Ciri-ciri Ada Cacing di Mata Anda dan Bagaimana Mengobatinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 7 September 2020 . Waktu baca 5 menit
    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 8 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit