Apa itu rabun jauh (miopi)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu miopi (rabun jauh)?

Miopi atau rabun jauh adalah kondisi penglihatan di mana Anda tidak mampu melihat benda dalam jarak jauh, tapi mampu melihat benda terdekat dengan jelas. Jika Anda rabun jauh, Anda akan kesulitan melihat benda jauh. 

Misalnya, Anda tidak bisa membaca rambu jalan raya sampai mereka hanya berjarak beberapa meter dari Anda. Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan atau dengan cepat, sering kali memburuk selama masa kanak-kanak dan remaja.

Seberapa umum miopi (rabun jauh)?

Kondisi kesehatan ini umum muncul mulai umur 8 dan 12 tahun, tapi dapat mempengaruhi pasien pada semua umur. Rabun jauh bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja jenis miopi (rabun jauh)?

Mayo Clinic membedakan miopi menjadi dua jenis, yaitu:

Miopia tinggi

Ini adalah bentuk yang lebih serius daripada miopi, di mana bola mata tumbuh lebih panjang dari ukuran normal. Selain membuat Anda sulit melihat benda yang berjarak jauh, kondisi ini juga meningkatkan risiko Anda terkena kondisi lain, seperti retina robek, katarak, dan glaukoma

Miopia degeneratif

Kondisi ini disebut juga sebagai miopia patologis atau ganas, jenis rabun jauh langka yang biasanya warisi dari orang tua. Pada kondisi ini, bola mata memanjang dengan sangat cepat dan menyebabkan miopi parah, yang biasanya terjadi pada remaja atau orang dewasa awal. 

Jenis rabun jauh ini bisa semakin parah saat dewasa. Selain membuat Anda kesulitan melihat benda yang berjarak jauh, Anda akan semakin berisiko mengalami retina lepas, pertumbuhan pembuluh darah abnormal pada mata (neovaskularisasi koroid), dan glaukoma. 

Gejala

Apa saja tanda dan gejala miopi (rabun jauh)?

Tanda dan gejala rabun jauh adalah:

  • Penglihatan buram ketika melihat benda dalam jarak jauh
  • Harus menyipitkan mata atau sebagian menutup kelopak mata untuk melihat dengan jelas
  • Sakit kepala karena kelelahan mata
  • Kesulitan melihat saat berkendara, terutama pada malam hari

Rabun jauh biasanya sudah terdeteksi sejak kecil dan didiagnosis saat usia sekolah hingga remaja. Anak-anak dengan rabun jauh mungkin merasakan gejala di bawah ini.

  • Terus-menerus menyipitkan mata
  • Harus duduk lebih dekat dengan televisi, layar lebar, atau di depan kelas
  • Tampak tidak menyadari adanya benda jauh
  • Mengedipkan mata secara berlebihan
  • Terus menggosok mata.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda mengalami kesulitan melihat sesuatu yang jauh atau kualitas penglihatan Anda mengganggu keseharian Anda, segera hubungi dokter. Segera cari pertolongan jika Anda:

  • Tampak bintik kecil seperti melayang yang mengganggu penglihatan Anda
  • Tampak kilatan cahaya di salah satu atau kedua mata
  • Mengalami serangan cahaya atau bayangan yang menutupi sebagian daerah penglihatan.

Gejala di atas merupakan tanda ablasio retina,  yaitu komplikasi miopi yang sangat jarang terjadi. Kondisi tersebut merupakan keadaan darurat yang butuh pertolongan medis segera. 

Penyebab

Apa penyebab rabun jauh (miopi)?

Rabun jauh dapat disebabkan oleh fakta bahwa bola mata Anda terlalu panjang atau memiliki kornea yang melengkung terlalu curam. Ini berarti, bukannya fokus dalam retina, cahaya malah memasuki setiap mata untuk fokus di depan retina, dan ini mengakibatkan gambaran yang buram.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko miopi (rabun jauh)?

Ada banyak faktor risiko rabun jauh, termasuk:

  • Riwayat keluarga

Kondisi ini cenderung menurun dalam keluarga. Anda lebih berisiko jika salah satu atau kedua orangtua Anda rabun jauh. Risiko lebih tinggi mengintai Anda jika kedua orangtua mengalami kondisi tersebut. 

  • Terlalu banyak membaca

Orang yang banyak membaca, menulis, dan melakukan pekerjaan di depan komputer mungkin punya risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi rabun jauh. Jumlah waktu yang Anda habiskan untuk main video games atau menonton TV juga mengambil peran. Bahkan, memegang benda terlalu dekat dengan mata juga bisa dihubungkan dengan miopi. 

  • Kondisi lingkungan 

Beberapa penelitian menyebutkan kurangnya waktu untuk beraktivitas di luar rumah bisa meningkatkan risiko miopi. 

Komplikasi

Komplikasi apa yang mungkin saya alami karena miopi (rabun jauh)?

Ada beberapa hal yang mungkin Anda alami setelah menderita miopi, yaitu:

  • Mengurangi kualitas hidup

Rabun jauh bisa memengaruhi kualitas hidup Anda. Anda mungkin tak akan bisa melakukan semua aktivitas, sesuai harapan. Keterbatasan penglihatan Anda juga akan mengurangi rasa semangat dalam menjalani hidup sehari-hari.

  • Mata lelah

Kondisi tersebut mungkin juga menyebabkan lelah pada mata Anda karena berusaha mempertahankan fokus. Ini bisa meningkatkan risiko mata lelah dan sakit kepala. 

  • Mengganggu keselamatan

Keselamatan Anda sendiri atau orang lain mungkin akan terganggu jika Anda memiliki masalah penglihatan. Ini bisa menjadi masalah serius jika Anda mengendarai mobil atau mengoperasikan alat berat. 

  • Kerugian finansial

Biaya lensa perbaikan, pemeriksaan mata, dan perawatan medis akan menambah pengeluaran Anda. Terlebih, jika Anda mengalami rabun jauh kronis.

  • Masalah mata lainnya

Rabun jauh parah akan meningkatkan risiko Anda terkena masalah mata lainnya, seperti retina robek, glaukoma, hingga katarak. Jaringan pada bola mata panjang akan mengembang dan menipis karena air mata, peradangan, pembuluh darah lemah dan gampang berdarah, dan luka.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis miopi (rabun jauh)?

Anda dapat terdiagnosis mengidap rabun jauh melalui pemeriksaan mata. Dalam pemeriksaan mata lengkap, Anda mungkin harus menjalani serangkaian tes. 

Dokter mata mungkin menggunakan beragam alat, mengarahkan cahaya terang langsung ke mata Anda, dan meminta Anda untuk melihat melalui beberapa lensa. 

Manfaat tes ini adalah untuk mendeteksi berbagai aspek mata dan penglihatan, serta mengidentifikasi jenis resep yang Anda butuhkan untuk memiliki penglihatan yang jelas dengan bantuan kacamata atau lensa kontak.

Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati miopi (rabun jauh)?

Untuk mengobati rabun jauh, Anda harus melatih penglihatan untuk membantu memfokuskan cahaya pada retina, dengan bantuan lensa korektif atau operasi refraktif.

Jika Anda memilih untuk memakai lensa korektif untuk mengobati rabun jauh, hal ini membantu Anda dengan mengurangi peningkatan kelengkungan kornea atau panjang mata. 

Anda bisa mencoba kacamata dengan berbagai jenis seperti bifokal, trifokal, dan kacamata membaca; atau lensa kontak yang langsung dipakai pada mata.

Bila Anda tidak mau memakai sesuatu yang membantu kondisi rabun jauh Anda, Anda bisa mempertimbangkan operasi refraktif. Metode ini membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan ketergantungan kacamata atau lensa kontak. 

Prosedur paling umum adalah keratektomi fotorefraktif dengan penggunaan laser untuk menghilangkan lapisan jaringan kornea, dan laser-assisted in situ keratomileusis (LASIK) dengan memanfaatkan laser femto atau alat mekanis untuk memotong lapisan tipis melalui bagian atas kornea.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi miopi (rabun jauh)?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi rabun jauh:

  • Memeriksakan mata secara teratur. Lakukan hal ini meski Anda merasa baik-baik saja. 
  • Mengendalikan kondisi kesehatan kronis, misalnya diabetes dan tekanan darah tinggi. Kondisi tersebut bisa memengaruhi penglihatan Anda jika tidak ditangani dengan serius. 
  • Melindungi mata dari sinar matahari dengan memakai kacamata yang menghambat radiasi ultraviolet (UV).
  • Mencegah cedera mata. Anda disarankan memakai pelindung mata saat melakukan aktivitas tertentu macam berolahraga, memangkas rumput, mengecat, atau menggunakan produk lain yang mengandung asap beracun.
  • Konsumsi makanan sehat, seperti sayur-sayuran hijau dan buah-buahan. Ikan yang mengandung asam lemak omega-3, seperti tuna dan salmon, juga bisa membantu mengatasi miopi. 
  • Berhenti merokok. Hal ini tidak hanya membantu mengistirahatkan tubuh melainkan juga kesehatan mata.
  • Menggunakan lensa korektif yang tepat.
  • Mencegah mata lelah dengan mengalihkan pandangan dari komputer, atau saat membaca, setiap 20 menit, selama 20 detik, dan memandang objek lain yang jaraknya 20 kaki atau 6 meter. 
  • Mengurangi kelelahan mata. Setelah beberapa menit menggunakan komputer atau membaca, Anda harus berpaling sehingga mata dapat rileks.
  • Hubungi dokter jika Anda mengalami kehilangan penglihatan tiba-tiba tanpa merasakan sakit, penglihatan buram atau ganda, seperti melihat titik hitam atau lingkaran cahaya. 

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: November 21, 2019

Sumber