Hipospadia

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hipospadia?

Hipospadia adalah kondisi sejak lahir yang terjadi apabila lubang bukaan uretra (lubang kencing) terdapat pada bagian bawah penis, bukan pada ujung penis seperti pada umumnya. Uretra adalah saluran yang mengalirkan urine keluar dari kantong empedu melalui penis. 

Pada hipospadia, muara uretra terdapat pada batang penis (biasanya di bagian bawah). Hipospadia dapat ringan hingga berat, tergantung letak muara uretra.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Hipospadia adalah kondisi yang dapat menyebabkan infertilitas (mandul) jika tidak diterapi dengan benar. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala hipospadia?

Gejala hipospadia yaitu jika ujung uretra tidak berada pada ujung penis. Biasanya muara terletak di dekat kepala, tapi pada kasus ini terdapat pula di tengah atau bawah penis.

Beberapa laki-laki yang memiliki penis melengkung saat ereksi, aliran kencing yang tidak normal, diharuskan duduk saat berkemih.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus ke dokter?

Kebanyakan bayi yang didiagnosis hipospadia sudah bisa terlihat setelah ia lahir dan masih di rumah sakit. Meski begitu, hipospadia yang tidak begitu berat biasanya tidak terlihat.

Hubungi dokter jika Anda menyadari bahwa muara uretra anak tidak terletak di ujung penis, kulit penutup penis tidak berkembang secara sempurna, atau penisnya melengkung ke bawah.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda, gejala yang muncul juga bisa berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab hipospadia?

Lubang kencing laki-laki seharusnya terletak di ujung penis. Namun, anak dengan hipospadia memiliki lubang kencing yang bisa saja berada di sisi batang penis.

Ada pulang lubang kencing yang terletak di antara batang penis dengan kantong buah zakar (skrotum).

Meski tidak menyulitkan orangtua untuk merawat bayi, kondisi ini bisa membuat bayi kesulitan untuk buang air kecil. Tanpa perawatan, kelainan area lubang kencing ini bisa menyebabkan pria dewasa sulit punya keturunan. Pasalnya, sperma akan sulit mencapai dan masuk tepat ke vagina untuk pembuahan saat berhubungan seks.

Menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, CDC, penyebab hipospadia pada bayi tidak diketahui secara pasti. Namun, ahli kesehatan menduga bahwa kondisi ini dapat terjadi akibat kombinasi gen dan faktor lingkungan.

Sementara itu, Boston’s Children Hospital menjelaskan bahwa hipospadia disebabkan oleh kerusakan hormon. Saat penis berkembang di dalam kandungan, hormon tertentu memainkan penting untuk membentuk uretra dan kulup. Nah, kerusakan pada hormon itulah yang mungkin mengganggu pembentukan penis secara sempurna.

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat anak saya berisiko kena hipospadia?

Meski penyebab hipospadia tidak diketahui secara pasti, beberapa kondisi berikut mungkin bisa jadi salah satu sebabnya:

  • Riwayat keluarga. Bayi memiliki risiko yang tinggi lahir dengan hipospadia jika ia memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.
  • Genetika. Variasi gen tertentu dapat mengganggu kerja hormon tertentu yang merangsang pembentukan penis secara sempurna.
  • Hamil usia di atas 35 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan risiko hipospadia pada bayi yang dilahirkan dari ibu berusia di atas 35 tahun.
  • Paparan zat tertentu selama kehamilan. Meski belum diuji lebih lanjut, banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa ada kaitan antara hipospadia dengan paparan senyawa tertentu, seperti pestisida atau bahan kimia industri lainnya.
  • Perawatan kesuburan. Wanita yang menggunakan bantuan teknologi reproduksi kehamilan memiliki risiko melahirkan bayi dengan hipospadia.

Meski terdapat faktor yang meningkatkan risiko, Anda juga perlu mewaspadai sekalipun tidak memiliki faktor di atas. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan hipospadia?

Hipospadia adalah kondisi yang bisa diobati. Terapi yang paling umum yaitu pembedahan. Dokter akan membuat muara uretra alias lubang kencing baru pada kepala penis. Pembedahan sebaiknya dilakukan secepat mungkin, antara usia 6-12 bulan. Meski begitu, pembedahan dapat pula dilakukan saat dewasa.

Kebanyakan pasien langsung pulang usai operasi. Pasien akan menggunakan kateter di penisnya. Kateter merupakan saluran saluran yang terbuat dari plastik untuk mengalirkan urine. Normalnya, urine akan mengandung darah. Dokter akan memberikan obat antinyeri dan antibiotik untuk mencegah infeksi.

Kateter biasanya bisa dilepas dalam waktu 10 hari. Biasanya hanya membutuhkan 2 kali kontrol setelah pembedahan dilakukan. Setelah operasi, pasien diharapkan mampu memiliki kehidupan seks yang normal nantinya dan mampu bereproduksi.

Jika tidak diobati, hipospadia bisa membawa masalah saat anak belajar buang air di toilet, hubungan seksual saat dewasa, dan struktur serta fistula uretra.

Apa saja tes yang dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dokter akan membuat diagnosis dari riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Dokter mungkin akan merujuk anak ke ahli bedah dengan spesialisasi dalam kondisi genital dan kemih (urologis) untuk pemeriksaan lebih lanjut.  

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipospadia?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi hipospadia adalah:

  • Beri tahu dokter Anda tentang masalah medis Anda
  • Gunakan 2 popok setelah operasi, 1 untuk feses dan 1 untuk urin dari kateter.
  • Jaga kebersihan penis Anda. Jika feses mengenai luka operasi, segera bersihkan dengan air bersih.
  • Hubungi dokter Anda sesegera mungkin jika Anda demam pasca operasi, nanah keluar dari penis, tidak ada urine yang keluar dari kateter lebih dari 1 jam, atau urine merembes dari bagian penis yang lain.

Hubungi dokter Anda segera atau pergi ke instalasi gawat darurat jika pasca operasi Anda mengeluarkan darah yang tidak dapat berhenti dari penisnya.

Bagaimana mencegah hipospadia?

Hingga saat ini, peneliti masih melakukan riset lebih lanjut mengenai penyebab sekaligus tindakan untuk mencegah hipospadia. Sementara ini, tindakan pencegahan dilakukan dengan konsultasi rencana kehamilan, pemenuhan kebutuhan nutrisi pada ibu hamil, dan cek kesehatan rutin ke dokter kandungan.

Ibu hamil sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan obat atau bahan-bahan tertentu yang kemungkinan mengganggu kinerja dan kestabilan hormon. Untuk itu, selalu konsultasikan ke dokter sebelum ibu hamil menggunakan bahan atau produk tertentu.

Selain itu, dikutip dari Web MD, Anda bisa mengurangi risiko anak Anda terkena hipospadia dengan melakukan upaya pencegahan di bawah ini saat hamil:

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Bayi Sering Mengeluarkan Air Liur, Apakah Ini Normal?

    Bila Anda perhatikan, bayi memang sering mengeluarkan air liur. Namun, tahukah Anda apa penyebabnya? Apakah ini adalah hal yang normal?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Memahami Tahap Perkembangan Kemampuan Bahasa Bayi

    Kecepatan perkembangan kemampuan bahasa bayi tidak tidak selalu sama. Ketahui tahap-tahap perkembangan kemampuan bayi sesuai usia.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    Purple Crying, Kondisi Saat Bayi yang Baru Lahir Terus-terusan Menangis

    Istilah purple crying mungkin masih asing di telinga Anda. Padahal, purple crying adalah hal yang hampir pasti dialami bayi yang baru lahir.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Usia Berapa Bayi yang Baru Lahir Diperbolehkan Keluar Rumah?

    Saat baru dilahirkan Anda mungkin cemas untuk membawa si kecil keluar rumah. Memangnya, umur berapa bayi baru lahir boleh pergi keluar rumah?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Direkomendasikan untuk Anda

    susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

    Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
    berat badan bayi ideal

    Berat Badan Bayi Ideal Usia 0-12 Bulan

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 02/04/2020

    Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020
    cara mengatasi bayi sembelit obat untuk

    Cara Mengatasi Sembelit (Susah BAB) pada Bayi

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 10/02/2020