Hammertoe

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi hammertoe

Hammertoe adalah masalah kelainan bentuk kaki yang terjadi karena ketidakseimbangan otot, tendon, dan ligamen. Selain hammer toe, kondisi mallet toe juga umum terjadi.

Kedua kondisi ini dapat dipicu oleh jenis sepatu yang Anda gunakan, struktur kaki, trauma, dan beberapa masalah kesehatan tertentu.

Hammertoe ditunjukkan dengan sendi di pertengahan jari kaki yang bengkok, mallet toe justru memengaruhi sendi yang berada di dekat kuku jari kaki. Kedua kondisi ini biasanya terjadi pada jari kaki kedua, ketiga, dan keempat.

Untuk mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh hammertoe dan mallet toe, Anda mungkin harus mengganti model sepatu yang digunakan. Bahkan, jika rasa sakit tak kunjung reda karena kondisi yang dialami sudah cukup parah, Anda mungkin harus menjalani operasi.

Tanda & gejala hammertoe

Gejala paling utama dari hammertoe adalah sendi di tengah jari kaki yang bengkok. Awalnya, Anda masih bisa berusaha untuk meluruskannya kembali. Namun seiring berjalannya waktu, rasa sakitnya akan bertambah semakin parah.

Gangguan sistem gerak manusia yang fokus pada area kaki ini ditunjukkan oleh beberapa gejala, seperti:

  • Rasa sakit atau iritasi yang menyerang jemari kaki saat sedang menggunakan sepatu.
  • Muncul koreng dan kapalan di sela-sela jari kaki atau di bagian dasar kaki.
  • Peradangan yang ditandai dengan kemerahan dan sensasi panas.
  • Kontraksi jari kaki.
  • Terbentuknya luka terbuka, khususnya pada kasus yang sudah parah.

Penyebab & faktor risiko hammertoe

Hammertoe dan mallet toe sering kali dikaitkan dengan beberapa penyebab, seperti berikut.

1. Penggunaan sepatu tertentu

Penggunaan sepatu hak tinggi dan sepatu lain yang ukurannya terlalu kecil untuk kaki Anda mengharuskan jemari kaki berimpitan di dalam ruang yang sempit. Hal ini membuat jari kaki tidak bisa berada pada posisi normal.

Jari-jemari kaki yang harus terus-menerus berdesakan di dalam sepatu akhirnya menimbulkan kebiasaan pada jari kaki, sehingga posisinya akan tetap bengkok dan tidak beraturan meski Anda sedang tidak mengenakan sepatu.

Selain itu, jari kaki yang terus-terusan berdempet di dalam sepatu menyebabkan kaki kapalan dan berkoreng yang dapat memperparah hammertoe dan mallet toe.

2. Trauma

Selain penggunaan sepatu yang salah, hammertoe dan mallet toe juga dapat disebabkan oleh trauma dari cedera yang mungkin pernah Anda alami. Sebagai contoh, kaki Anda pernah terinjak, atau Anda pernah terpeleset hingga retak atau patah pada kaki, terutama jari.

Ya, kondisi-kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko mengalami kedua masalah sendi yang terjadi pada jemari kaki ini.

3. Otot jari kaki yang tidak normal

Anda mungkin juga mengalami ketidakseimbangan pada otot jari kaki, sehingga memicu jemari kaki untuk berkontraksi karena tidak dapat stabil.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko hammertoe

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami gangguan muskuloskeletal ini, yaitu:

  • Usia. Potensi mengalami hammertoe dan mallet toe akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Jenis kelamin. Wanita lebih rentan mengalami kedua kondisi ini dibanding pria.
  • Panjang jari kaki. Jika jari telunjuk kaki lebih panjang dibanding jempol kaki, risiko mengalami hammertoe dan mallet toe akan lebih besar.
  • Masalah kesehatan tertentu. Sebagai contoh, arthritis dan diabetes yang meningkatkan risiko Anda mengalami gangguan sendi.

Komplikasi hammertoe

Awalnya, jari kaki Anda masih bisa digerakkan meski mengalami hammertoe. Namun, jika jari kaki dibiarkan dalam keadaan hammertoe untuk waktu yang lama, tendon jari kaki bisa mengencang karena tak bisa diregangkan lurus ke ukuran penuhnya. Lama kelamaan, jari kaki akan bengkok permanen.

Jika tidak ditangani, hammertoe ringan bisa berubah menjadi cacat jari kaki yang permanen, menyebabkan kapalan dan luka setiap bagian dalam sepatu bergesekan dengan bagian jari kaki yang mengalami hammertoe.

Pengobatan hammertoe

Ada beberapa pengobatan yang bisa dijalani, tergantung pada seberapa parah kondisi Anda, di antaranya:

  • Penggunaan bebat untuk menahan jari kaki agar tetap lurus, jika jari yang mengalami hammertoe atau mallet toe masih tergolong fleksibel.
  • Latihan khusus untuk menggerakkan jari kaki Anda agar sendi tetap lentur dan fleksibel.
  • Jika jari kaki terasa begitu sakit, kompres dengan es baru beberapa kali dalam sehari.
  • Penggunaan obat golonganĀ nonsteroidal anti-inflammatory diseaseĀ (NSAID) seperti ibuprofen atau naproxen yang dapat meredakan rasa sakit.

Pada kasus yang sudah tergolong parah, Anda mungkin harus menjalani operasi untuk kembali meluruskan persendian di area jemari kaki.

Pencegahan hammertoe

Jika tidak ingin mengalami masalah persendian semacam ini, Anda bisa memastikan beberapa hal berikut saat sedang membeli sepatu:

  • Pastikan ada ruang yang cukup untuk jari-jari kaki saat mengunakan sepatu.
  • Pilih sepatu dengan hak yang rendah, karena menggunakan sepatu hak tinggi dapat meningkatkan risiko mengalami sakit punggung.
  • Pertimbangkan sepatu bertali karena lebih mudah diatur.

Selain itu, Mayo Clinic juga memberikan beberapa tips tambahan saat hendak membeli sepatu demi menghindari hammertoe dan mallet toe:

  • Beli sepatu saat sore menjelang malam, karena pada saat itu kaki Anda berukuran lebih besar.
  • Pastikan kembali ukuran sepatu Anda, karena seiring bertambahnya usia, bisa jadi ukuran sepatu ikut berubah.
  • Belilah sepatu yang ukurannya pas untuk kaki Anda, karena sepatu yang tidak pas dengan ukuran kaki dapat menyebabkan rasa tak nyaman. Apalagi jika ukurannya terlalu kecil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Cara Mengatasi Jari Bengkak, Sesuai Dengan Penyebabnya

Jari yang bengkak dapat diatasi dengan banyak cara, tergantung dari apa penyebabnya. Bagaimana jika jari bengkak Anda diakibatkan oleh infeksi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Fakta Unik 5 April 2018 . Waktu baca 3 menit

Langkah Demi Langkah Cara Pedicure yang Benar di Rumah

Kebanyakan orang merawat kakinya dengan pedicure di salon. Tapi, lebih aman melakukan pedicure di rumah. Bagaimana cara pedicure di rumah sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Kecantikan 8 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Bisa Muncul Lepuhan Darah dan Bagaimana Mengatasinya?

Lepuh darah kebanyakan muncul di tangan atau kaki. Apa yang harus dilakukan untuk menghilangkannya? Apakah ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 November 2017 . Waktu baca 4 menit

Polidaktili

Polidaktili adalah kelainan pada jari kaki dan tangan kaki. Cari tahu informasi mengenai gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 26 Juni 2017 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mungkinkah COVID Toes atau Lesi pada Kaki Jadi Gejala Baru Coronavirus?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 30 April 2020 . Waktu baca 5 menit
penyebab benjolan di jari

Kenali Berbagai Penyebab yang Menimbulkan Benjolan di Jari Tangan dan Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2019 . Waktu baca 4 menit
akibat pakai sepatu hak tinggi

Trik Atasi Nyeri Kaki Akibat Pakai High Heels Seharian

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 3 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit
jari tangan gatal

Jari Tangan Sering Gatal? Jangan Sepelekan, 5 Gangguan Kesehatan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Juli 2018 . Waktu baca 6 menit