Tahukah Anda bahwa terdapat kelainan dimana lubang penis bisa tidak pada tempat yang seharusnya? Mungkin terdengar cukup aneh, tapi ternyata memang bisa terjadi. Kelainan ini biasanya merupakan kelainan kongenital (bawaan) yang muncul ketika bayi lahir.

Terdapat dua macam istilah yaitu epispadia dan hipospadia. Epispadia adalah kelainan di mana lubang dari uretra (saluran air kencing) tidak terletak di ujung penis, melainkan terletak di sisi atas sedangkan hipospadia adalah kondisi lubang kencing terletak di sisi bawah penis.

Epispadia dan hipospadia, kelainan yang membuat lubang penis tidak normal

lubang penis tidak normal, epispadia  hipospadia

Kedua kelainan ini adalah kondisi genetik yang cukup langka. Kasus epispadia ditemukan sebanyak satu dari 10.000-50.000 orang sedangkan kasus hipospadia ditemukan sebanyak 1 dari 250 kelahiran bayi laki-laki.

Kejadian hipospadia dilaporkan meningkat pada bayi laki-laki yang lahir prematur serta berat badan lahir rendah. Risiko kelainan hipospadia ternyata lebih tinggi pada orang berkulit putih dibandingkan orang berkulit hitam.

Epispadia dan hipospadia ternyata juga dapat ditemukan pada perempuan, meski kejadiannya lebih jarang dibandingkan laki-laki.

Apa penyebab kelainan letak lubang penis ini?

Penyebab epispadia

Epispadia terjadi karena pembentukan organ genital yang tidak sempurna ketika memasuki minggu ke-5 kehamilan. Walaupun epispadia disebabkan karena kelainan pada proses pembentukan organ, kondisi ini jarang ditemukan pada dua orang dalam keluarga yang sama.

Penyebab hipospadia

Kelainan letak lubang penis yang satu ini, dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu:

  • genetik
  • hormon
  • lingkungan

Jika dilihat dari genetik, hipospadia bisa terjadi pada anak yang ayahnya memiliki kelainan ini. Peluang anak laki-laki itu untuk mendapatkan hipospadia adalah sebanyak 8 persen. Sementara risiko lebih besar dimiliki anak yang saudara laki-lakinya mengalami hipospadia.

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa risiko hipospadia lebih besar 8 kali lipat pada bayi kembar monozigot (berasal dari sel telur yang sama).

Hal ini berhubungan dengan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) yang tidak memadai karena diproduksi hanya oleh 1 plasenta sehingga suplai hormon tersebut tidak mencukupi untuk pembentukan kedua uretra.

Selain itu, kurangnya hormon androgen dan ketidakmampuan tubuh dalam menggunakan hormon androgen turut berperan dalam terjadinya hipospadia. Faktor lingkungan memiliki pengaruh dimana paparan zat estrogen dapat turut serta menjadi penyebab terjadinya hipospadia.

Bagaimana pengobatan penyakit tersebut?

Pada kasus epispadia dan hipospadia, dokter akan melakukan tindakan berupa operasi rekonstruksi. Operasi tersebut dilakukan untuk mengembalikan bentuk penis seperti pada umumnya. Operasi dilakukan juga agar penis dapat tumbuh dengan normal.

Terdapat berbagai metode operasi rekonstruksi mulai dari yang satu tahap hingga dua tahap. Tindakan operasi ini dianjurkan pada anak usia prasekolah agar tidak mengganggu kegiatan belajar pada saat operasi.

Perlu diingat bahwa seringkali operasi rekonstruksi ini membutuhkan lebih dari sekali operasi, koreksi ulangan jika terjadi komplikasi.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca