Sindrom Antibodi Antifosfolipid

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sindrom antibodi antifosfosindrom antibodi antifosfolipidlipid?

Sindrom antibodi antifosfolipid alias Antiphospholipid Antibody Syndrome (APS) adalah penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan justru menyerang jaringan tubuh yang normal hingga menimbulkan kerusakan.

Pada keadaan normal, sistem kekebalan tubuh dilengkapi dengan antibodi, yaitu jenis protein yang biasanya membantu mempertahankan tubuh terhadap infeksi. Namun, pada kondisi APS tubuh membuat antibodi yang tidak normal sehingga menyerang fosfolipid – sejenis lemak. Ketika antibodi menyerang fosfolipid, sel-sel menjadi rusak. Kerusakan ini menyebabkan pembentukan gumpalan darah dalam arteri tubuh dan pembuluh darah.

Biasanya, pembekuan darah adalah proses normal pada tubuh. Gumpalan darah membantu menutup luka kecil atau  dinding pembuluh darah. Kondisi ini terjadi untuk mencegah Anda kehilangan terlalu banyak darah. Kondisi APS terjadi terlalu banyak pembekuan darah sehingga menyumbat aliran darah dan merusak organ tubuh.

Seberapa umumkah sindrom antibodi antifosfolipid?

APS dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia. Namun lebih sering terjadi pada wanita dan orang-orang yang memiliki gangguan autoimun atau rematik lainnya, seperti lupus.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-­tanda dan gejala sindrom antibodi antifosfolipid?

Tanda dan gejala sindrom antibodi antifosfolipid adalah:

  • Nyeri dada dan sesak napas.
  • Nyeri, kemerahan, terasa panas, dan pembengkakan pada tungkai.
  • Sakit kepala yang sedang berlangsung.
  • Perubahan cara bicara.
  • Ketidaknyamanan tubuh bagian atas pada lengan, punggung, leher, dan rahang.
  • Mual (merasa sakit perut).

Gejala stroke seperti bicara cadel, kelumpuhan, mati rasa, kelemahan, kehilangan penglihatan, dan masalah menelan juga bisa terjadi jika Anda mengalami penyakit ini.

Bagian lain dari tubuh yang terganggu termasuk paru-paru, saluran pencernaan, ginjal, dan kulit.

Jika wanita hamil terkena penyakit ini, maka ia dapat menderita aborsi secara spontan dan berisiko alami anemia atau trombositopenia.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Mengalami tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas.
  • Wanita hamil dengan APS.
  • Menggunakan antikoagulan dan memiliki tanda-tanda overdosis.

Penyebab

Apa penyebab sindrom antibodi antifosfolipid?

Sindrom antibodi antifosfolipid (APS) terjadi jika sistem kekebalan tubuh membuat antibodi (protein) yang menyerang fosfolipid.

Penyebabnya tidak diketahui. Hal ini tidak dapat diturunkan dari generasi ke generasi. Antibodi antifosfolipid diperkirakan memiliki  interaksi dengan sistem pembekuan tubuh, sehingga orang cenderung untuk mengalami trombosis vena dalam (pembentukan gumpalan darah atau trombus, biasanya dalam vena kaki) dan trombosis arteri (gumpalan di pembuluh darah). Gumpalan ini dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Antibodi antifosfolipid disebut lupus antikoagulan dan antibodi antikardiolipin. Kondisi tersebut ditemukan pada orang dengan lupus eritematosus sistemik.

Peluang seseorang semakin tinggi untuk terkena APS jika mengalami:

  • rheumatoid arthritis
  • sindrom Scheel
  • sindrom Sjogren

Antibiotik obat seperti hydralazine (untuk tekanan darah), kina (untuk kram kaki), dan kadang-kadang juga dapat menyebabkan APS.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sindrom antibodi antifosfolipid?

Ada banyak faktor risiko sindrom antifosfolipid antibodi, seperti:

  • Orang yang memiliki gangguan autoimun atau kondisi rematik lainnya
  • Merokok
  • Istirahat berkepanjangan
  • Kehamilan dan periode setelah melahirkan
  • Pil KB dan terapi hormon
  • Kanker dan penyakit ginjal

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sindrom antibodi antifosfolipid?

APS tidak dapat disembuhkan tapi penggunaan obat-obatan dapat membantu mencegah komplikasi. Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah penggumpalan darah dan menjaga gumpalan darah yang ada agar tidak menjadi lebih membesar.

Dokter Anda mungkin memberikan Anda heparin dan warfarin. Tes darah rutin diperlukan untuk memantau tingkat kekentalan darah. Jika APS disebabkan oleh penyakit lain, penting untuk mengobati penyakit itu juga. Wanita hamil yang memiliki APS biasanya diobati dengan heparin dan aspirin dosis rendah. Warfarin tidak digunakan sebagai pengobatan selama kehamilan karena dapat membahayakan janin.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk sindrom antibodi antifosfolipid?

Dokter Anda dapat menggunakan tes darah untuk memastikan diagnosis APS. Tes ini memeriksa darah apakah memiliki salah satu dari tiga antibodi APS: antikoagulan lupus, anti-cardiolipin, beta-2 glikoprotein I.

Anda mungkin perlu tes darah kedua untuk mengkonfirmasi hasil yang lebih positif. Hal ini karena tes yang dilakukan hanya satu kali dapat merupakan hasil dari infeksi jangka pendek. Tes darah kedua sering dilakukan pada saat 12 minggu atau lebih setelah yang pertama.

Pengobatan di rumah

Apa saja ­perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom antibodi antifosfolipid?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sindrom antibodi antifosfolipid:

  • Hindari aktivitas olahraga yang melibatkan kontak fisik langsung.
  • Gunakan sikat gigi yang lembut.
  • Gunakan mesin cukur listrik.
  • Berhati-hatilah saat menggunakan pisau, gunting dan benda tajam lainnya.
  • Batasi makan makanan yang mengandung vitamin K seperti brokoli, sawi, kacang kedelai. Vitamin K dapat membuat warafin kurang efektif.
  • Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat atau suplemen

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

    Gejala lupus di awal memang ringan. Namun, jika tidak diobati secepatnya, lupus bisa berkembang menjadi komplikasi yang memperparah kondisinya.

    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

    Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    NSAID untuk autoimun

    Apakah Obat-obatan NSAID Bisa Digunakan untuk Penyakit Autoimun?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020
    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    menu puasa untuk ibu hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    puasa bagi ibu hamil

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020