Sindrom Antifosfolipid (APS)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu antiphospholipid syndrome (APS)?

Antiphospholipid syndrome (sindrom antifosfolipid), atau yang biasa disingkat dengan APS, adalah salah satu jenis penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan justru menyerang jaringan tubuh yang normal hingga menimbulkan kerusakan.

Pada keadaan normal, sistem kekebalan tubuh dilengkapi dengan antibodi, yaitu jenis protein yang biasanya membantu mempertahankan tubuh terhadap infeksi. Namun, APS adalah penyakit yang membuat antibodi tubuh tidak bekerja dengan normal dan berbalik menyerang fosfolipid, jenis lemak dalam tubuh.

Jika antibodi menyerang fosfolipid, sel-sel menjadi rusak. Kerusakan ini menyebabkan gangguan pembekuan darah berupa pembentukan gumpalan darah dalam arteri tubuh dan pembuluh darah.

Biasanya, pembekuan darah adalah proses normal pada tubuh. Gumpalan darah membantu menutup luka kecil atau dinding pembuluh darah. Kondisi ini terjadi untuk mencegah Anda kehilangan terlalu banyak darah. Akan tetapi, penyakit APS adalah penyakit yang dapat memicu pembekuan darah berlebihan, sehingga bekuan atau gumpalan darah bisa menyumbat aliran darah dan merusak organ tubuh.

Pada kasus yang jarang terjadi, APS dapat memicu terjadinya penyakit atau gangguan pada trombosit. Hal ini tentu berkaitan erat dengan masalah pembekuan darah yang disebabkan oleh sindrom ini, sehingga kadar trombosit di dalam tubuh pun bisa terpengaruh.

Seberapa umumkah sindrom ini?

APS atau sindrom antifosfolipid adalah penyakit yang dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia. Namun, berdasarkan informasi dari situs Genetics Home Reference, sebanyak 20% orang berusia di bawah 50 tahun yang mengidap stroke juga diduga memiliki sindrom ini.

Selain itu, penyakit ini lebih sering ditemukan pada pasien berjenis kelamin wanita. Sekitar 70% dari penderita penyakit APS adalah wanita.

Sindrom ini juga cukup banyak terjadi pada orang-orang yang menderita gangguan autoimun atau masalah rematik, misalnya lupus. Diperkirakan 10% hingga 15% pasien SLE (systemic lupus erythematosus) mengidap sindrom ini juga.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-­tanda dan gejala antiphospholipid syndrome (APS)?

Tanda-tanda dan gejala dari penyakit APS adalah:

  • Nyeri dada dan sesak napas
  • Nyeri, kemerahan, terasa panas, dan pembengkakan pada tungkai
  • Sakit kepala yang sedang berlangsung
  • Perubahan cara bicara
  • Ketidaknyamanan tubuh bagian atas pada lengan, punggung, leher, dan rahang
  • Mual (merasa sakit perut)
  • Penurunan jumlah trombosit (trombositopenia)

Gejala stroke seperti bicara cadel, kelumpuhan, mati rasa, kelemahan, kehilangan penglihatan, dan masalah menelan juga bisa terjadi jika Anda mengalami penyakit ini.

Bagian lain dari tubuh yang terganggu termasuk paru-paru, saluran pencernaan, ginjal, dan kulit.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Mengalami tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas
  • Wanita hamil dengan APS
  • Menunjukkan tanda-tanda overdosis setelah mengonsumsi obat antikoagulan (pengencer darah)

Penyebab

Apa penyebab antiphospholipid syndrome (APS)?

Sindrom antifosfolipid atau APS adalah kondisi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh membuat antibodi (protein) yang menyerang fosfolipid. Fosfolipid adalah jenis lemak yang terdapat di sel-sel tubuh, termasuk sel darah dan dinding pembuluh darah.

Ketika antibodi menyerang fosfolipid di dalam sel, terjadi interaksi yang memengaruhi proses pembekuan darah dan . Akibatnya, penderitanya cenderung mengembangkan trombosis (gumpalan darah) di dalam pembuluh darahnya, baik di pembuluh vena maupun pembuluh arteri. Gumpalan darah tersebut berisiko menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Namun, hingga saat ini belum diketahui apa penyebab antibodi menyerang fosfolipid di dalam tubuh, serta bagaimana antibodi dapat menyebabkan darah lebih mudah kental dan membeku.

Peluang seseorang semakin tinggi untuk terkena APS jika mengalami:

  • rheumatoid arthritis
  • sindrom Scheel
  • sindrom Sjogren

Obat-obatan tertentu seperti hydralazine quinidine, phenytoin, serta amoxicillin juga dapat menyebabkan APS.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena antiphospholipid syndrome (APS)?

Ada banyak faktor risiko yang memicu sindrom antifosfolipid atau APS, di antaranya adalah:

  • Orang yang memiliki gangguan autoimun atau kondisi rematik lainnya
  • Orang yang aktif merokok
  • Istirahat berkepanjangan (bed rest)
  • Jarang menggerakkan tubuh
  • Kehamilan dan periode setelah melahirkan
  • Mengonsumsi pil KB dan terapi hormon
  • Mengidap kanker dan penyakit ginjal

Komplikasi

Apa saja komplikasi kesehatan yang diakibatkan oleh sindrom ini?

Tergantung pada organ tubuh mana yang terdampak oleh penggumpalan darah akibat APS, sindrom ini adalah situasi yang dapat memberikan komplikasi kesehatan serius jika tidak ditangani dengan tepat. Berikut adalah beberapa gangguan kesehatan serius yang dapat terjadi akibat sindrom ini:

  • Gagal ginjal
  • Stroke
  • Masalah jantung dan pembuluh darah
  • Trombosis vena dalam (DVT) atau trombosis arteri
  • Masalah pada paru-paru, seperti emboli paru

Jika wanita hamil terkena sindrom ini, ia berisiko terkena berbagai macam komplikasi kehamilan, seperti:

  • Tekanan darah tinggi selama kehamilan (preeklampsia)
  • Kelahiran prematur
  • Keguguran
  • Janin meninggal di dalam kandungan (stillbirth)

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk menyembuhkan antiphospholipid syndrome (APS)?

APS adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan secara total, tetapi penggunaan obat-obatan dapat membantu mencegah komplikasi. Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah penggumpalan darah dan menjaga gumpalan darah yang ada agar tidak menjadi lebih membesar.

Dokter Anda mungkin memberikan Anda heparin dan warfarin. Tes darah rutin diperlukan untuk memantau tingkat kekentalan darah. Jika APS disebabkan oleh penyakit lain, penting untuk mengobati penyakit itu juga. Wanita hamil yang memiliki APS biasanya diobati dengan heparin dan aspirin dosis rendah. Warfarin tidak digunakan sebagai pengobatan selama kehamilan karena dapat membahayakan janin.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis antiphospholipid syndrome (APS)?

Dokter Anda dapat menggunakan tes darah untuk memastikan diagnosis APS. Tes ini berfungsi untuk memeriksa apakah darah Anda memiliki salah satu dari tiga antibodi APS, yaitu adalah: antikoagulan lupus, anti-cardiolipin, beta-2 glikoprotein I.

Anda mungkin perlu tes darah kedua untuk mengkonfirmasi hasil yang lebih positif. Hal ini karena tes yang dilakukan hanya satu kali dapat merupakan hasil dari infeksi jangka pendek. Tes darah kedua sering dilakukan pada saat 12 minggu atau lebih setelah yang pertama.

Pengobatan di rumah

Apa saja ­perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi antiphospholipid syndrome (APS)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sindrom antibodi antifosfolipid atau APS:

  • Hindari aktivitas olahraga yang melibatkan kontak fisik langsung.
  • Gunakan sikat gigi yang lembut.
  • Gunakan mesin cukur listrik.
  • Berhati-hatilah saat menggunakan pisau, gunting dan benda tajam lainnya.
  • Batasi makan makanan yang mengandung vitamin K seperti brokoli, sawi, kacang kedelai. Vitamin K dapat membuat kinerja warfarin kurang efektif.
  • Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat atau suplemen

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pijat bayi

Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit