Anemia Megaloblastik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/07/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu anemia megaloblastik?

Anemia megaloblastik adalah jenis anemia yang ditandai dengan bentuk keping darah yang abnormal serta ukuran yang lebih besar daripada normalnya.

Keping darah merah yang normal seharusnya berbentuk cakram bulat pipih yang sedikit berceruk di tengah. Namun pada kasus anemia ini, keping sel darah merah berbentuk oval.

Bentuk dan ukuran yang abnormal ini terjadi karena sel darah merah tidak mengalami pembelahan dan tidak berkembang sempurna. Alhasil, jumlah sel darah merah yang normal dan sehat kurang dari kata cukup.

Penyakit kelainan darah ini juga menyebabkan sumsum tulang menghasilkan lebih sedikit sel. Sel-sel darah merah yang normal umumnya dapat bertahan sekitar 90-120 hari sebelum akhirnya dihancurkan oleh tubuh dan diganti dengan yang baru.

Namun pada kasus anemia ini, kadang sel darah merah dihancurkan atau mati lebih cepat dari jangka waktu seharusnya.

Seberapa umum kondisi ini?

Anemia megaloblastik adalah kondisi yang dapat memengaruhi pria dan wanita dari latar belakang ras atau etnis apa pun. Namun, belum diketahui pasti jumlah seberapa banyak orang di dunia yang mengalami anemia jenis ini.

Tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala anemia megaloblastik?

Anemia megaloblastik dapat menimbulkan gejala anemia umum, seperti lemah dan letih serta pusing dan kulit memucat. Di sisi lain, beberapa individu mungkin tidak menunjukkan gejala yang jelas (anemia asimptomatik)

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala umum anemia megaloblastik adalah:

  • Sesak napas
  • Mati rasa di setiap ujung tubuh; misal ujung jari tangan dan ujung jari kaki
  • Lidah membengkak
  • Diare
  • Mual
  • Keram otot
  • Kulit terlihat pucat
  • Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan secara drastis.
  • Jantung berdebar
  • Tangan dan kaki tremor

Beberapa gejala anemia megaloblastik yang berhubungan dengan masalah pencernaan dapat memicu kerusakan saraf. Jika dibiarkan dalam waktu lama, anemia megaloblastik dapat memicu penurunan kepadatan tulang dan perkembangan kanker lambung.

Penyebab

Apa penyebab anemia megaloblastik?

Salah satu hal yang membedakan jenis anemia adalah beragam penyebabnya. Penyebab utama dari anemia megaloblastik adalah kekurangan asupan vitamin B12 dan asam folat (vitamin B9). Vitamin B12 dan asam folat termasuk sebagai bahan utama pembuat sel darah merah.

Kekurangan dua zat gizi ini dapat mengakibatkan sumsum tulang tidak mampu memproduksi komponen darah yang sehat dan normal dalam jumlah memadai.

Hal ini juga mengakibatkan sel darah merah yang keluar dari sumsum tulang jadi berbentuk dan berukuran abnormal. Sel darah merah yang rusak atau berbentuk tidak sempurna akan lebih cepat mati daripada sel darah yang sehat.

Kekurangan sel darah merah menyebabkan kadar hemoglobin yang terkandung dalam darah jadi lebih sedikit. Padahal, hemoglobin berperan penting untuk mengikat oksigen dan nutrisi pada sel darah untuk kemudian dibawa ke seluruh tubuh.

Namun, tidak hanya sel darah merah yang berkurang. Bahkan, jumlah granulosit (sel darah putih yang mempunyai granula dalam sitoplasmanya) dan trombosit juga ikut berkurang akibat anemia ini.

Dilansir dari National Center for Biotechnology Information, dalam kasus yang lebih jarang terjadi, anemia jenis ini terjadi karena kondisi yang diwariskan, seperti:

  • Sindrom anemia megaloblastik yang responsif terhadap tiamin (vitamin B1), yaitu penyakit yang ditandai dengan anemia megaloblastik terkait kehilangan indra pendengaran dan diabetes melitus. 
  • Sindrom Imerslund-Grasbeck, yaitu kekurangan faktor yang datang dari dalam atau reseptor di usus. 
  • Kesalahan dalam penyerapan folat yang diturunkan pada bayi.

Faktor pemicu

Apa saja faktor yang meningkatkan risiko saya mengalami anemia megaloblastik?

Pemicu terjadinya anemia megaloblastik adalah akibat defisiensi atau kekurangan nutrisi vitamin B12 dan asam folat. Kekurangan kedua zat penting tersebut dapat menyebabkan sel darah merah tidak berkembang dengan sempurna.

Berikut adalah beberapa hal yang menjadi faktor risiko anemia megaloblastik:

1. Kurang makan makanan tinggi vitamin B12

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan sumsum tulang belakang tidak bisa menghasilkan sel darah yang sehat. Orang yang jarang makan daging merah, daging ayam, ikan, telur, dan susu, atau orang vegetarian, berisiko mengalami anemia megaloblastik.

2. Kurang asupan folat

Kurang makan sayuran hijau seperti bayam atau sawi, atau produk makanan hewani dapat menyebabkan tubuh mengalami defisiensi folat. Cara masak yang kurang tepat, seperti merebus sayur terlalu lama dengan suhu api yang terlalu panas dapat merusak kandungan folat.

3. Gangguan penyerapan nutrisi

Meskipun sudah makan makanan yang mengandung vitamin B12 dan folat, Anda tetap bisa mengalami anemia megaloblastik. Hal ini disebabkan karena tubuh Anda tidak dapat menyerap vitamin dengan baik. 

Biasanya kondisi ini dapat disebabkan karena berkurangnya protein dalam lambung yang membantu penyerapan vitamin B12.  Selain itu adanya kondisi penyakit autoimun, infeksi bakteri, dan infeksi cacing parasit akan membuat kadar vitamin B12 lebih sulit diserap. Secara lebih spesifik anemia megaloblastik akibat defisiensi vitamin B12 dikenal sebagai anemia pernisiosa.

Sementara itu, asam folat dapat cenderung lebih sulit diserap tubuh karena beberapa faktor tertentu. Misalnya karena Anda memiliki riwayat minum alkohol berlebihan, atau sedang hamil.

4. Kondisi medis

Ada beberapa kondisi medis lainnya yang bisa menjadi pemicu anemia megaloblastik. Di antaranya sebagai berikut:

  • Leukimia
  • Infeksi HIV
  • Sindroma Myelodyspslatic
  • Myelofibrosis
  • Penggunaan obat anti-kejang epilepsi
  • Penggunaan obat kemoterapi

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Gejala anemia dapat menurunkan kualitas hidup dan kesehatan penderitanya seiring waktu. Maka dari itu, anemia tidak boleh dibiarkan dan pelu mendapatkan penanganan segera.

Terdapat berbagai cara untuk mendiagnosis segaja jenis anemia. Berikut adalah cara dokter memeriksa dan mendiagnosis anemia megaloblastik:

1. Tes darah lengkap (complete blood count)

Tes darah lengkap dapat digunakan untuk mendiagnosis berbagai jenis anemia. Tes ini akan mengukur berbagai bagian dan jumlah darah Anda. 

Selain itu, dokter Anda dapat memeriksa jumlah dan penampilan sel darah merah Anda. sel darah yang bentuknya tampak lebih besar dan kurang berkembang bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki anemia megaloblastik.

Dokter juga akan mengumpulkan riwayat medis Anda dan melakukan pemeriksaan fisik untuk menyingkirkan penyebab lain dari gejala Anda.

2. Tes kadar vitamin

Dokter Anda perlu melakukan lebih banyak tes darah untuk mengetahui apakah kekurangan vitamin atau tidak, yang juga menjadi penyebab anemia Anda. 

Tes darah tambahan ini juga akan membantu dokter mengetahui apakah anemia Anda disebabkan karena itu kekurangan vitamin B12 atau folat. 

3. Tes Schilling

Tes Schilling adalah tes darah yang mengevaluasi kemampuan Anda untuk menyerap vitamin B-12. Pertama Anda dianjurkan minum suplemen vitamin B12 radioaktif. Setelahnya Anda akan kencing dan sampel urin akan dianalisis oleh dokter Anda. 

Kedua,  Anda akan diinstruksikan lagi untuk minum suplemen radioaktif sama namun dikombinasi dengan protein “faktor intrinsik”. Faktor ini  dibutuhkan tubuh Anda untuk dapat menyerap vitamin B-12. Setelahnya dokter akan meminta sampel urin Anda untuk dibandingkan dengan tes pertama. 

Hasil akan dibaca dengan beberapa ketentuan. Apabila urin tidak mengandung faktor intrinsik, ini menunjukkan bahwa tubuh Anda hanya menyerap B12 apabila dikonsumsi dengan protein faktor intrinsik. Ini menandakan bahwa tubuh Anda tidak dapat menyerap vitamin B12 secara alami.

Pengobatan

Bagaimana cara mengatasi anemia megaloblastik?

Mengetahui gejala dan penyebab jenis-jenis anemia dapat memudahkan Anda memilih pengobatan yang tepat. Mengobati anemia megaloblastik dilakukan untuk mencegah gejala bertambah buruk, menghindari komplikasi akibat anemia, sekaligus mengatasi penyebab yang paling mendasar, yaitu kekurangan vitamin b12 dan juga asam folat. 

Selain itu, rencana perawatan Anda juga dapat dilakukan tergantung pada usia dan kesehatan Anda secara keseluruhan. Perawatan akan dipertimbangkan berdasarkan respons Anda terhadap perawatan dan seberapa parah penyakitnya.

Berikut adalah perawatannya:

1. Menambahkan asupan vitamin B-12

Dalam kasus anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B-12, Anda mungkin perlu suntikan vitamin B-12 setiap bulannya. Berdasarkan pertimbangan dokter dan juga kondisi anemia Anda, suntikan dapat diberikan sampai setahun penuh. 

Selain itu, suplemen vitamin b12 juga dapat diberikan dan dosisnya harus diresepkan oleh dokter.Anda juga bisa mengatasi anemia ini dengan lebih banyak makanan dengan vitamin B-12 ke dalam diet Anda. Makanan yang mengandung vitamin B-12 di dalamnya termasuk:

  • Telur 
  • Ayam 
  • Sereal yang diperkaya vitamin B12
  • Daging merah (terutama daging sapi)
  • Susu 
  • Kerang 

Beberapa orang ada yang memiliki mutasi genetik pada gen MTHFR (methylenetetrahydrofolate reductase). Gen MTHFR ini bertanggung jawab untuk mengolah vitamin B tertentu, termasuk B12 dan folat, menjadi bentuk yang dapat digunakan di dalam tubuh. 

Orang yang gen MTHFR bermutasi dianjurkan untuk menggunakan suplemen methylcobalamin tambahan untuk mencegah anemia bertambah buruk. 

2. Menambahkan asupan folat

Anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kurangnya folat dapat diobati dengan rajin mengonsumsi suplemen asam folat oral atau harus diinfus cairan folat. 

Asupan makanan yang diubah dengan lebih banyak meningkatkan kadar folat juga dapat membantu mencegah anemia bertambah buruk. Berikut adalah beberapa makanan yang baik dikonsumsi untuk mengatasi anemia megaloblastik karena kekurangan folat:

  • Buah jeruk 
  • Sayuran berdaun hijau gelap
  • Kacang -kacangan
  • Biji-bijian yang diperkaya

Sama dengan defisiensi vitamin B12, orang yang mengalami mutasi MTHFR dianjurkan untuk menggunakan methylfolate tambahan untuk mencegah defisiensi folat dan risikonya.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah dan merawat kondisi anemia megaloblastik?

Anda bisa melakukan langkah pencegahan agar terhindar dari anemia atau mencegahnya mudah kambuh. Orang dengan anemia megaloblastik akibat kekurangan vitamin B12 atau folat dapat mengatasi gejala-gejalanya dan merasa lebih baik dengan perawatan berkelanjutan berikut ini:

  • Banyak makan makanan kaya zat besi, seperti tahu, sayuran hijau, daging merah tanpa lemak, lentil, kacang-kacangan, sereal dan roti yang diperkaya zat besi.
  • Makan dan minum makanan dan minuman yang kaya vitamin C.
  • Hindari minum teh atau kopi dengan makanan Anda, karena dapat mempengaruhi penyerapan zat besi dan vitamin lainnya
  • Dapatkan cukup vitamin B12 dan asam folat dalam makanan Anda.

Kekurangan vitamin B12 dan folat bukan hanya dapat menyebabkan anemia, namun masalah kesehatan lain juga dapat terjadi. Ini dapat termasuk kerusakan saraf, masalah neurologis, dan masalah saluran pencernaan. Komplikasi ini dapat dibalik jika Anda didiagnosis dan dirawat lebih awal. 

Tes genetik tersedia untuk menentukan apakah Anda memiliki mutasi genetik MTHFR. Orang yang mengalami anemia pernisiosa juga mungkin berisiko lebih tinggi untuk melemahnya kekuatan tulang dan kanker lambung. Karena alasan ini, penting untuk mengetahui anemia megaloblastik sejak dini. 

Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda melihat tanda-tanda anemia sehingga Anda dan dokter Anda dapat membuat rencana perawatan dan membantu mencegah kerusakan permanen.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

Memiliki anemia membuat Anda mudah mengalami lemas, letih, lesu tiba-tiba. Lantas, langkah pencegahan apa yang tepat agar anemia tidak mudah kambuh?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Health Centers 26/02/2020 . Waktu baca 8 menit

Anemia Gravis

Anemia gravis adalah penyakit kekurangan darah berat. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, dan cara mencegah kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . Waktu baca 7 menit

3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 12/12/2019 . Waktu baca 5 menit

Anemia Sideroblastik

Anemia sideroblastik adalah penyakit kelainan darah. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 10/11/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anemia rash

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 4 menit
pantangan penderita anemia g6pd

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
penderita anemia minum suplemen saat puasa

Perlukah Penderita Anemia Dewasa Minum Suplemen Zat Besi Saat Puasa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pasien Anemia Ingin Puasa

Hal yang Perlu Diperhatikan Pasien Anemia Saat Puasa Ramadan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit