brand logo
Kategori
Cek Kesehatan
Komunitas
Booking Dokter

Iklan

Bagikan

Anak Sering Sakit Flu? Ini Cara Menjaga Daya Tahan Tubuhnya

Anak yang aktif bermain dan bersekolah bisa lebih sering terpapar virus penyebab infeksi, termasuk virus influenza A. Karena itu, menjaga daya tahan tubuh anak penting untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembangnya.

Anak Sering Sakit Flu? Ini Cara Menjaga Daya Tahan Tubuhnya

Orang tua dapat memulainya dengan memenuhi kebutuhan nutrisi, memastikan anak tidur cukup, dan membiasakan pola hidup sehat. Jika diperlukan, suplemen vitamin dan mineral juga dapat dipertimbangkan untuk membantu melengkapi asupan gizinya.

Cuaca berubah, apakah anak jadi mudah kena influenza A?

Anak yang mudah sakit mungkin memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Pasalnya, sistem imun anak masih berkembang.

Ketika cuaca berubah, kebiasaan sehari-hari juga bisa ikut berubah. Anak mungkin lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan bersama orang lain sehingga kesempatan terpapar virus saluran pernapasan dapat meningkat.

Namun, penyebab langsung penyakit flu tetaplah virus yang masuk ke dalam tubuh, termasuk virus influenza A, bukan perubahan cuaca itu sendiri. Sistem imun berperan dalam mengenali dan melawan patogen yang masuk ke tubuh, tetapi tidak dapat menjamin anak terbebas dari infeksi.

Untuk mendukung fungsi sistem imun anak, orang tua dapat membiasakan pola hidup sehat sekaligus melakukan langkah pencegahan penularan flu. Upaya menjaga kesehatan anak ini penting dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika cuaca sedang tidak menentu.

Jika anak sering sakit, mengalami infeksi berat, membutuhkan waktu pemulihan yang lama, atau mengalami infeksi berulang yang tidak biasa, sebaiknya konsultasikan kondisinya kepada dokter.

Dengan begitu, Anda dapat mengetahui apakah kondisi tersebut masih tergolong wajar atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Suplemen untuk membantu menjaga daya tahan tubuh anak

hufagripp h booster

Selain melalui makanan bergizi seimbang, kebutuhan vitamin dan mineral anak dapat dilengkapi dengan suplemen jika diperlukan.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah H-Booster, suplemen multivitamin dan mineral yang membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral serta memelihara daya tahan tubuh.

H-Booster mengandung vitamin C, B3, B5, B6, dan E, serta mineral zinc dan selenium. Zat gizi tersebut berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk mendukung fungsi sistem imun.

Selain mengonsumsi suplemen, anak harus tetap diberi makanan bergizi seimbang. Namun, suplemen bukan pengganti makanan bergizi seimbang dan tidak menjamin anak terhindar dari infeksi, termasuk influenza A.

Lantas, bagaimana jika anak sudah terkena influenza A? Selain mengikuti penanganan yang dianjurkan dokter, orang tua dapat memberikan H-Booster untuk membantu melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral anak.

Jika diperlukan, dokter dapat meresepkan obat antivirus untuk membantu menangani infeksi influenza A. Pastikan pemberian obat dan H-Booster sesuai dengan usia anak serta petunjuk penggunaan masing-masing produk.

Sebelum memberikan H-Booster, pastikan penggunaannya sesuai dengan petunjuk pada kemasan dan usia anak. Jika anak memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi suplemen lain, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Cara membantu menjaga daya tahan tubuh anak

Selain memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat membantu mendukung fungsi sistem imun anak. Berikut langkah yang bisa diterapkan untuk menjaga kesehatan anak.

1. Berikan makanan bergizi seimbang

Pastikan anak mendapatkan makanan bergizi seimbang yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk sebagai sumber protein, sayuran, dan buah-buahan.

Protein membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, sementara vitamin dan mineral mendukung berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem imun. Karena itu, nutrisi yang cukup sangatlah penting untuk menjaga daya tahan tubuh anak.

Beberapa zat gizi yang berperan dalam fungsi sistem imun antara lain vitamin A, C, D, dan E, serta mineral seperti zinc dan selenium. Kebutuhan zat gizi tersebut sebaiknya dipenuhi melalui makanan sehari-hari dengan menu yang bervariasi.

Anda juga dapat membiasakan anak mengonsumsi buah dan sayuran dengan jenis serta warna yang beragam agar asupan gizinya lebih bervariasi. Pola makan yang seimbang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak untuk tumbuh dan berkembang sekaligus mendukung kesehatan tubuhnya.

2. Pastikan anak tidur cukup

Tidur yang cukup membantu mendukung pertumbuhan dan fungsi sistem imun anak. Kebutuhan tidur anak berbeda-beda berdasarkan usia sehingga orang tua perlu memastikan waktu istirahat anak sesuai dengan tahap perkembangannya.

Anak usia prasekolah umumnya membutuhkan tidur selama 10–13 jam sehari, sedangkan anak usia sekolah membutuhkan sekitar 9–12 jam sehari.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut, bangun rutinitas tidur yang konsisten. Misalnya, biasakan anak tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari serta batasi penggunaan gadget menjelang waktu tidur.

Tidur yang cukup merupakan bagian dari pola hidup sehat yang mendukung daya tahan tubuh anak sehingga penting untuk dijaga bersama kebiasaan makan dan aktivitas fisik.

3. Ajak anak aktif bergerak

anak bermain di luar rumah

Aktivitas fisik secara rutin merupakan bagian penting dari pola hidup sehat. Anda dapat mengajak anak bermain di luar ruangan, bersepeda, berjalan kaki, atau melakukan aktivitas fisik lain yang sesuai dengan usia dan kemampuannya.

Selain membantu menjaga kebugaran, aktivitas fisik juga mendukung kesehatan anak secara keseluruhan. Pastikan anak tetap memiliki waktu istirahat yang cukup dan tidak memaksakan aktivitas ketika sedang sakit.

Membiasakan anak aktif bergerak juga membantu membangun rutinitas sehat sejak dini. Jika dilakukan bersama pola makan bergizi dan tidur cukup, kebiasaan ini dapat mendukung fungsi tubuh anak secara menyeluruh.

4. Ajarkan anak menjaga kebersihan diri

Menjaga kebersihan merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko penularan penyakit infeksi. Ajarkan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain.

Biasakan juga anak menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin menggunakan tisu atau siku bagian dalam. Jika ada anggota keluarga yang sedang sakit, usahakan mengurangi kontak dekat dan menjaga sirkulasi udara di dalam rumah.

Selain itu, pertimbangkan vaksinasi influenza sesuai rekomendasi tenaga kesehatan. Vaksinasi merupakan salah satu langkah pencegahan yang dapat membantu mengurangi risiko influenza dan komplikasinya.

Menjaga daya tahan tubuh anak perlu dilakukan melalui kebiasaan sehat yang konsisten, mulai dari memberikan makanan bergizi seimbang, memastikan tidur cukup, hingga membiasakan anak menjaga kebersihan diri.

Jika asupan vitamin dan mineral belum tercukupi, suplemen seperti H-Booster dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan petunjuk penggunaan.

Meski begitu, langkah-langkah tersebut tidak menjamin anak terbebas dari influenza A. Jika anak mengalami gejala influenza A, pantau kondisinya dan konsultasikan dengan dokter bila gejalanya memburuk atau tidak kunjung membaik.

medical
Hello Sehat Medical Review Team
Ditinjau secara medis oleh
Kesehatan · None
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari · Tanggal diperbarui 6 jam lalu