Jangan Anggap Remeh, Ini 3 Penyebab Anemia saat Menstruasi

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sudah menyusun rencana, tetapi gejala anemia datang bersamaan dengan menstruasi. Jadwal jadi berantakan karena badan rasanya lemas dan letih. Kejadian ini umum dialami banyak perempuan saat menstruasi.

Proses alami tubuh ini tak dapat terhindarkan. Namun, anemia bisa dikelola dengan baik agar tidak mengganggu kegiatan harian Anda.

Mengapa bisa terjadi anemia saat menstruasi?

Dalam siklus menstruasi, ada kalanya darah keluar lebih banyak dibandingkan hari-hari biasanya. Sehingga Anda jadi lebih sering mengganti pembalut atau tampon.

Pada sebagian perempuan, menstruasi bisa menimbulkan gejala anemia. Gejala umum yang dapat diidentifikasi sebagai berikut.

  • kelelahan
  • lemah
  • kulit pucat
  • napas pendek
  • pusing
  • rasa kesemutan di kaki
  • lidah bengkak atau mati rasa
  • tangan dan kaki dingin
  • detak jantung cepat
  • kuku rapuh

Gejala tersebut muncul saat menstruasi, disebabkan oleh beberapa faktor berikut.

1. Menorrhagia

Ketika darah menstruasi keluar lebih banyak, tentu berdampak pada kegiatan Anda sehari-hari. Anda jadi lebih letih dibandingkan beraktivitas di hari biasanya.

Berdasarkan InformedHealth.org, 9-14 dari 100 perempuan mengalami menorrhagia. Menorrhagia merupakan kondisi perempuan mengalami menstruasi berlebihan (darah yang keluar lebih banyak) dalam jangka panjang. Adapun sebagian perempuan mengalami menstruasi berkepanjangan lebih dari 5-7 hari.

Secara umum, perempuan yang mengalami menorrhagia lebih rentan anemia. Hal ini mengakibatkan tubuh jadi kekurangan zat besi. Mineral ini berperan penting untuk pembentukan sel darah merah.

2. Tidak mengonsumsi zat besi

Saat menstruasi, tubuh kehilangan zat besi dan memicu anemia. Salah satu hal yang dibutuhkan saat Anda menstruasi adalah asupan zat besi. Jika tubuh kekurangan zat besi, besar kemungkinannya Anda mengalami anemia.

Di saat menstruasi, Anda membutuhkan asupan yang kaya zat besi seperti sayuran berdaun hijau. Konsumsi zat besi perlu dilakukan sejak Anda menstruasi sebagai langkah antisipasi mencegah anemia.

3. Kekurangan vitamin C

Vitamin C membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Maka dari itu, sangat dianjurkan mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan vitamin C saat menstruasi. Pilihan sayur dan buah yang mengandung vitamin C antara lain brokoli, paprika kuning, kale, kiwi, pepaya, jeruk, serta stroberi.

Cara mengatasi anemia saat menstruasi

Meskipun menstruasi dan anemia terkait erat, bukan berarti tak ada jalan keluar. Ada beragam cara untuk mengatasi masalah anemia. Ketika masalah bisa terselesaikan, tentu Anda masih bisa melanjutkan aktivitas sehari-hari tanpa perlu mencemaskan gejalanya.

Berikut tips mengatasi anemia saat menstruasi.

1. Minum vitamin untuk anemia

Anemia saat menstruasi secara mudah dapat diatasi dengan suplemen yang mengandung  zat besi (lipofer dan Fe glukonat), asam folat, dan vitamin B kompleks. Lipofer merupakan zat besi berukuran kecil, hasil dari mikroenkapsulasi yang mudah diserap. Sehingga tubuh dapat meningkatkan penyerapan zat besi.

Fe glukonat juga salah satu jenis zat besi yang mampu mencegah anemia saat menstruasi yang mudah diserap tubuh. Sementara itu, asam folat dan vitamin B kompleks mendukung tubuh untuk memproduksi sel darah merah. Dengan minum vitamin untuk anemia, tubuh mampu mendapatkan asupan mineral dan vitamin yang dibutuhkan tubuh saat kekurangan zat besi.

2. Diet tinggi zat besi

Selain dengan vitamin untuk anemia, menerapkan diet tinggi zat besi juga direkomendasikan. Makanan zat besi yang bisa dikonsumsi antara lain daging sapi, otak sapi, ati ayam, sayuran berdaun hijau seperti bayam dan brokoli, kacang-kacangan, biji labu, buah kering, ataupun sereal yang mengandung tinggi zat besi.

Anda bisa juga mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi. Tak hanya dari suplemen, vitamin dapat diperoleh melalui buah jeruk atau jus jeruk.

3. Hindari minum teh

Setelah mengonsumsi vitamin dan makanan kaya zat besi, satu hal yang jangan terlupakan, yaitu hindari minum teh. Senyawa tanin dalam teh dapat mengurangi kemampuan tubuh menyerap zat besi.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition menemukan konsumsi teh dapat menurunkan zat besi dalam tubuh. Beragam teh yang memiliki manfaat di antaranya teh hitam, teh hijau, serta teh herbal.

Anemia bisa dikelola dengan baik saat menstruasi. Konsumsi vitamin khusus anemia dan makanan tinggi zat besi memberikan pengaruh signifikan dalam meredakan gejala. Dengan demikian, Anda bisa beraktivitas seperti sedia kala dan kembali berkonsentrasi pada pekerjaan di kantor.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hemapo

PenggunaanUntuk apa hemapo digunakan? Hemapo adalah obat yang termasuk golongan obat erythropoiesis-stimulating agents (ESAs), yaitu obat-obatan yang menstimulasi sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah. Obat ...

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 20 April 2016 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat penambah darah

Berbagai Jenis Obat Penambah Darah yang Umum Diresepkan Dokter

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
mengobati anemia

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Anemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

4 Tes yang Dilakukan Dokter untuk Diagnosis Anemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
penyakit anemia

Kenali Anemia Makrositik, Saat Sel Darah Merah Membesar Jadi Tak Wajar

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2018 . Waktu baca 4 menit