Periode Perkembangan

5 Fakta yang Perlu Ibu Tahu Tentang Bayi Sungsang

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: Hello Sehat Medical Review Team.

Waktu persalinan Anda sebentar lagi dan dokter Anda mengatakan bahwa posisi bayi sungsang di dalam perut? Apakah Anda perlu khawatir? Apa yang dapat Anda lakukan? Apa yang menyebabkan bayi sungsang?

Apa itu sungsang?

Sekitar 3-4% kehamilan dapat mengalami posisi bayi sungsang. Kehamilan sungsang terjadi ketika kepala bayi berada di bagian atas rahim, sementara kaki atau bokong bayi berada pada bagian bawah. Pada kehamilan ‘normal’, bayi akan secara otomatis memosisikan kepalanya di bawah atau di dekat jalan lahir untuk mempersiapkan diri menghadapi persalinan. Namun, perubahan posisi ini tidak terjadi pada kehamilan sungsang, oleh karena itu, posisi bayi sungsang akan menjadi tantangan tersendiri baik bagi ibu dan bayi dalam menghadapi proses persalinan.

BACA JUGA: 11 Fakta Menakjubkan Tentang Pertumbuhan Janin Dalam Kandungan

Apa penyebab posisi bayi sungsang?

Terdapat tiga jenis posisi sungsang, yaitu sungsang sempurna, sungsang murni, dan sungsang kaki (footling). Pengelompokkan posisi tersebut tergantung pada letak bayi pada rahim, namun yang pasti, dalam ketiga posisi tersebut, bagian bawah bayi berada pada mulut jalan lahir.

Para dokter tidak dapat menjelaskan secara pasti mengapa posisi sungsang terjadi, akan tetapi, menurut American Academy Assocation, terdapat beberapa sebab mengapa bayi memosisikan diri mereka dalam posisi yang ‘salah’ pada rahim. Penyebab tersebut antara lain:

BACA JUGA: Apa yang Terjadi Jika Air Ketuban Rusak?

Bagaimana mengetahui bahwa posisi bayi saya sungsang?

Seorang bayi tidak dianggap sungsang kecuali sudah melewati minggu ke 35 atau 36. Adalah hal yang wajar jika kepala bayi berada di bawah atau posisi bayi melintang sebelum usia kehamilan 35 minggu. Setelah itu, seiring dengan bertambah besarnya bayi dan semakin kecilnya ruang gerak di dalam rahim bagi bayi, maka akan semakin sulit bagi bayi untuk memosisikan dirinya pada posisi yang benar.

Dokter kandungan biasanya akan dapat memberi tahu posisi bayi Anda dengan meraba bagian luar perut Anda. Selanjutnya, dokter Anda mungkin akan memastikan posisi bayi yang sebenarnya melalui USG.

Komplikasi apa saja yang mungkin terjadi akibat posisi sungsang?

Secara umum, posisi sungsang tidak berbahaya hingga waktu persalinan. Persalinan normal dengan posisi sungsang memiliki risiko yang tinggi untuk menjadi macet. Bayi Anda mungkin saja terjepit pada jalan lahir dan tidak dapat bernapas akibat terputusnya asupan oksigen dari tali pusat.

Pertanyaan yang penting untuk ditanyakan pada saat Anda mengalami kehamilan sungsang adalah ‘metode melahirkan apa yang paling aman?’ Dulu, sebelum operasi caesar lazim dilakukan, para dokter dan bidan dilatih untuk terampil menolong persalinan sungsang secara normal. Namun, tetap saja, persalinan sungsang secara normal memiliki risiko yang lebih tinggi daripada persalinan dalam posisi normal.

BACA JUGA: Kelebihan dan Kekurangan Melahirkan Normal vs Operasi Caesar

Sebuah penelitian yang melibatkan 2000 wanita di 26 neara menemukan bahwa, secara keseluruhan, operasi caesar yang direncakan akan lebih aman bagi bayi dibandingkan dengan persalinan normal pada kehamilan sungsang. Angka kematian dan komplikasi secara signifikan lebih rendah pada persalinan secara caesar. Akan tetapi, angka komplikasi pada ibu hampir sama besar pada persalinan caesar maupun normal.

Sebuah penelitian juga menyimpulkan bahwa seorang wanita masih dapat mengalami persalinan normal yang aman pada posisi sungsang dengan bantuan tenaga terlatih jika wanita tersebut ingin melahirkan secara spontan. Akan tetapi, kebanyakan tenaga kesehatan akan lebih memilih metode yang paling aman sebisa mungkin, maka operasi merupakan metode yang lebih banyak diminati dibandingkan persalinan normal pada posisi sungsang.

Dapatkah posisi sungsang diperbaiki?

Jadi, apa yang harus Anda lakukan jika bayi Anda dalam posisi sungsang? Selain pastinya membicarakan mengenai rencana operasi dengan dokter Anda, Anda juga dapat melakukan berbagai cara untuk ‘memutar’ bayi Anda. Kemungkinan sukses akan sangat bergantung pada penyebab bayi Anda sungsang. Selama Anda memakai metode yang aman, tidak akan menjadi masalah.

Versi eksternal

Versi eksternal merupakan prosedur di mana dokter akan mencoba memutar bayi Anda ke posisi normal secara manual melalui bagian luar perut Anda. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), dokter umunya akan menyarankan prosedur ini dilakukan antara usia kehamilan 36 hingga 38 minggu. Prosedur ini biasanya dilakukan di rumah sakit dengan dibantu oleh dua penolong. Bayi Anda akan selalu dipantau untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi. Perlu Anda ketahui, ACOG mencatat bahwa keberhasil metode ini hanya 50%.

Minyak esensial

Beberapa wanita mengaku dengan mengoleskan minyak essens seperti peppermint pada perut, mereka dapat membuat bayi mereka berputar dengan sendirinya. Akan tetapi, selalu konsultasikan terlebih dulu pada dokter sebelum Anda menggunakan minyak esensial.

Inversi

Salah satu metode yang paling populer untuk membalikkan posisi bayi adalah dengan membalikkan posisi tubuh ibu sendiri, melalui berbagai posisi seperti bersujud, melakukan handstand di kolam berenang, dan mengangkat pinggul dengan bantal.

BACA JUGA: 3 Pose Yoga yang Bermanfaat Mengubah Posisi Bayi Sungsang

Selalu berkonsultasi dengan dokter

Selalu konsultasikan dan kontrol kehamilan Anda ke dokter di rumah sakit atau puskesmas. Dokter kandungan Anda akan memberitahu jika posisi bayi Anda sungsang. Anda dapat berbicara dengan dokter Anda mengenai alternatif pilihan melahirkan yang dapat Anda ambil, termasuk risiko dan keuntungan memilih operasi, dan bagaimana mempersiapkan diri Anda

Sumber
Yang juga perlu Anda baca