Apakah Jenis Kelamin Bayi Bisa Diketahui dari Detak Jantungnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Selain kesehatan dan perkembangan janin, salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan saat pemeriksaan kandungan adalah jenis kelamin. Uniknya, detak jantung disebut-sebut bisa menjadi penanda dari jenis kelamin bayi saat lahir nanti. Lantas, benarkah anggapan tersebut?

Hubungan antara detak jantung dan jenis kelamin janin

Banyak orang meyakini bahwa detak jantung bisa menentukan jenis kelamin bayi. Anggapan ini menimbulkan kegembiraan bagi banyak calon ibu, sebab jenis kelamin bayi memang selalu menjadi pertanyaan yang dinanti-nantikan jawabannya.

Detak jantung di bawah 140 bpm (denyut per menit) disebut-sebut menandakan jenis kelamin laki-laki. Sementara itu, detak jantung yang lebih cepat dipercaya merupakan tanda bahwa janin berjenis kelamin perempuan.

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan klaim ini. Penelitian terdahulu dilakukan pada tahun 2006 terhadap 477 kehamilan. Hasilnya, detak jantung rata-rata janin perempuan adalah 151,7 bpm, sedangkan janin laki-laki adalah 154,9 bpm.

Melihat bahwa selisih keduanya sangat kecil, bisa disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara detak jantung dengan jenis kelamin bayi.

Tak berhenti di situ, tahun 2016 para peneliti kembali melakukan peneliltian. Lagi-lagi, hasil yang ditunjukkan pun serupa.

Di antara 655 kehamilan yang diteliti, detak jantung rata-rata janin perempuan adalah 167 bpm, sedangkan janin laki-laki adalah 167,3 bpm. Selisih ini bahkan lebih kecil lagi sehingga memang dapat disimpulkan bahwa detak jantung memang tidak berhubungan dengan jenis kelamin janin.

Cara mengetahui jenis kelamin janin

USG payudara mammae

Jenis kelamin janin sudah ditentukan sejak sperma membuahi sel telur. Janin yang memiliki kromosom XX akan berjenis kelamin perempuan, sedangkan janin dengan kromosom XY akan terlahir dengan jenis kelamin laki-laki.

Detak jantung memang tidak bisa memberikan gambaran mengenai kromosom janin yang menentukan jenis kelaminnya. Selain itu, alat kelamin janin belum terbentuk sempurna pada 4-6 minggu pertama kehamilan. Alat kelamin baru dapat tampak perbedaannya saat saat janin berusia 10-20 minggu.

Meski detak jantung tidak bisa dijadikan patokan, terdapat beberapa metode yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui jenis kelamin bayi, yaitu:

1. Tes darah

Tujuan utama tes darah sebenarnya bukanlah untuk mengetahui jenis kelamin, melainkan untuk mendeteksi adanya kelainan genetik. Namun, tes ini juga dapat menunjukkan jenis kromosom janin yang menjadi penentu jenis kelaminnya.

2. Tes genetik

Tes genetik memiliki tujuan yang sama dengan tes darah, tapi dilakukan pada usia kehamilan yang lebih tua. Perlu diingat bahwa tes ini memiliki risiko terhadap kehamilan. Jadi, Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalaninya.

3. Ultrasonografi (USG)

USG adalah pemeriksaan yang paling aman karena tidak harus mengambil sampel dari darah ataupun cairan ketuban. Pemeriksaan ini menghasilkan gambar yang menunjukkan bagian tubuh, detak jantung, serta jenis kelamin bayi yang akan lahir.

Detak jantung tidak terbukti dapat menandakan jenis kelamin janin. Anggapan ini adalah mitos, sebab detak jantung tidak menggambarkan kromosom janin yang menjadi penentunya.

Jenis kelamin janin pada awal kehamilan hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan DNA dan tes genetik. Apabila alat kelamin janin telah terbentuk, Anda dapat mencari tahu jenis kelaminnya dengan metode yang lebih aman, yakni melalui pemeriksaan USG.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Baru Mengetahui Positif Hamil, Kapan Ibu Harus Periksa ke Dokter?

Setelah positif hamil, ibu terkadang bingung kapan saatnya harus menjalani pemeriksaan kehamilan untuk pertama kali. Lantas, kapan waktu yang tepat?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 9 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit

Setelah USG 2D, Perlukah Ibu Hamil Periksa USG 3D dan 4D?

USG 2D pada dasarnya cukup menggambarkan kesehatan janin. Lantas, haruskah ibu hamil juga menjalani pemeriksaan USG 3D dan 4D?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perkembangan Janin, Kehamilan 25 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Sebaiknya, Berapa Kali Ibu Hamil Harus USG?

USG adalah pemeriksaan yang mesti dilakukan rutin oleh ibu hamil demi menjaga kesehatan sang janin. Jadi, berapa kali USG yang harus dilakukan saat hamil?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 24 Juli 2019 . Waktu baca 5 menit

4 Fungsi USG Transvaginal untuk Wanita Maupun Pria

Ternyata, fungsi USG transvaginal tak hanya untuk wanita saja tapi juga pria. Lantas, apa saja fungsi dan manfaat yang didapat dari pemeriksaan ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 7 April 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis kelamin genetik ayah

Kondisi Genetik Ayah Turut Menentukan Jenis Kelamin Anak yang Lahir

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 3 menit
garis hitam di perut

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pemeriksaan kehamilan pandemi covid-19

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 29 April 2020 . Waktu baca 6 menit
penyebab janin tidak terlihat saat di usg

3 Kemungkinan Penyebab Janin Tidak Terlihat di USG

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2020 . Waktu baca 7 menit