Apa yang Terjadi Jika Ibu Minum Alkohol Saat Hamil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, ibu hamil sebisa mungkin harus menjauhi alkohol. Bagi Anda yang memang bukan peminum minuman keras tersebut mungkin hal ini menjadi tidak masalah. Namun, bagi ibu yang sebelum hamil terbiasa dengan minum alkohol, mungkin ini agak sedikit sulit. Walaupun sulit, tetapi sebaiknya jauhilah alkohol saat Anda hamil, bahkan jika Anda sedang merencanakan kehamilan, karena ini berdampak buruk bagi bayi Anda.

Apa saja sih dampak minum alkohol saat kehamilan?

Alkohol yang Anda minum kemudian bersama dengan aliran darah akan mengalir di tubuh Anda dengan cepat. Alkohol tersebut dapat menembus plasenta, sehingga bisa mencapai bayi dalam kandungan Anda. Dalam tubuh bayi, alkohol akan dipecah di hati. Namun, hati bayi Anda sedang dalam tahap perkembangan dan masih belum matang untuk dapat memecah alkohol. Akibatnya, tubuh bayi tidak dapat memecah alkohol sebaik tubuh Anda. Sehingga, di dalam tubuh bayi terdapat kadar alkohol yang tinggi dalam darah.

Karena adanya kadar alkohol yang tinggi dalam tubuh bayi dan Anda, hal ini dapat membuat kehamilan Anda lebih berisiko mengalami:

  • Keguguran
  • Kelahiran prematur
  • Bayi lahir mati (stillbirth)
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah
  • Cacat lahir
  • Fetal alcohol spectrum disorders (FASD) atau fetal alcohol syndrome (FAS). Ini bisa anak Anda alami seumur hidup. Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan yang buruk selama di dalam kandungan, atau setelah lahir, atau keduanya. Bayi bisa mengalami kelainan bentuk wajah (kepala lebih kecil), kelainan pada jantung, dan kerusakan sistem saraf pusat. Kerusakan pada sistem saraf pusat dapat mencakup cacat intelektual, keterlambatan perkembangan fisik, penglihatan, dan masalah pada pendengaran, dan berbagai masalah perilaku.

Tidak hanya itu, saat bayi lahir dan tumbuh besar, bayi juga berisiko mengalami masalah kesulitan belajar, berbicara, perhatian, bahasa, dan hiperaktif. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ibu yang setidaknya minum satu kali dalam seminggu saat hamil lebih mungkin untuk memiliki anak yang menunjukkan perilaku agresif dan nakal dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak minum alkohol.

Semakin banyak atau sering Anda minum alkohol saat hamil akan lebih meningkatkan risiko bayi Anda terkena FAS atau FASD, atau juga bisa memiliki masalah mental, fisik, atau perilaku di kemudian hari. Semakin banyak alkohol pada tubuh Anda akan dapat merusak sel-sel bayi yang sedang berkembang secara permanen. Sehingga, hal ini bisa memengaruhi pertumbuhan wajah, organ, dan otak bayi.

Apakah ada bedanya minum sedikit dengan minum banyak alkohol saat hamil?

Seberapa besar dampak alkohol pada kehamilan tergantung pada:

  • Seberapa banyak Anda minum alkohol saat hamil?
  • Seberapa sering Anda minum alkohol saat hamil?
  • Pada usia kehamilan berapa Anda minum alkohol?

Dampak alkohol bisa diperparah jika ibu juga merokok, menggunakan obat, atau mempunyai kondisi kesehatan yang buruk saat hamil. Selain itu, dampak alkohol juga lebih berkembang pada bayi yang memiliki sifat keturunan dibandingkan dengan bayi lainnya. Namun, hal ini belum jelas mengapa bisa terjadi.

Beberapa ahli mengatakan bahwa kesulitan belajar dan masalah ingatan pada anak dapat terjadi jika ibu hamil minum alkohol selama trimester ketiga kehamilan. Ini merupakan waktu di mana bayi Anda mengalami banyak pertumbuhan dan otaknya sedang berkembang.

Namun, seberapa dikit atau seberapa banyak Anda minum alkohol, tetap saja alkohol tidak baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda. Tidak ada yang mengetahui berapa batas alkohol yang aman untuk ibu hamil. Sehingga, para ahli menyarankan Anda untuk tidak menyentuh alkohol sedikit pun saat Anda hamil, bahkan sebelum hamil. Terlalu banyak risiko bagi bayi Anda jika Anda minum alkohol saat hamil.

Apa yang bisa saya lakukan jika saya pernah minum alkohol saat sedang hamil?

Jika Anda pernah minum alkohol saat hamil sekarang ini, sebaiknya segera periksa kehamilan Anda ke dokter. Ceritakan pada dokter Anda bahwa Anda pernah minum alkohol. Dokter mungkin akan mencari tahu tanda-tanda yang berhubungan dengan FASD pada bayi dalam kandungan Anda. Dokter akan memantau kesehatan Anda dan bayi baik sebelum maupun setelah lahir.

Semakin cepat Anda memberi tahu dokter Anda tentang masalah ini maka semakin baik untuk Anda dan bayi Anda. Setelah itu, sebaiknya Anda berhenti minum alkohol saat Anda sedang hamil dan saat sedang merencanakan kehamilan Anda lagi.

 

BACA JUGA

 

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

    Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan, Hidup Sehat, Tips Sehat 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

    Pemanis buatan saat hamil mungkin diperlukan oleh ibu yang memiliki diabetes gestasional atau yang kelebihan berat badan. Tapi, apakah memang lebih aman?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup?

    Kebanyakan bayi prematur lahir pada usia kehamilan 34-36 minggu. Lalu, bagaimana kemungkinan bayi prematur bertahan hidup jika usianya masih 24 minggu?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Melahirkan, Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 17 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

    Jika ibu memiliki rhesus negatif sedangkan janinnya memiliki rhesus positif, ada berbagai komplikasi yang bisa terjadi, termasuk kematian bayi.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    waktu bermain video game

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    nutrisi trimester ketiga

    Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    berapa kali hamil

    Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit