5 Penyebab Berat Badan Anda Tak Juga Turun Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Beberapa dari Anda mungkin ada yang takut hamil karena takut kehilangan bentuk tubuhnya. Kebanyakan wanita setelah hamil akan mempunyai bentuk tubuh yang lebih besar daripada sebelum hamil. Ya, bagi banyak wanita, menurunkan berat badan setelah hamil mungkin merupakan suatu hal yang sangat sulit. Lalu, mengapa ini merupakan hal yang sulit?

Penyebab Anda sulit menurunkan berat badan setelah hamil

Kemampuan seorang ibu menurunkan berat badannya setelah melahirkan mungkin akan berbeda-beda. Ada ibu yang dengan cepat mendapatkan berat badan idamannya kembali seperti sebelum hamil. Namun, ada juga ibu yang perlu waktu bertahun-tahun untuk menurunkan berat badan. Bahkan, ada juga yang malah mempunyai berat badan yang terus bertambah setelah hamil dan akhirnya menjadi obesitas.

Menurunkan berat badan memang bukan suatu hal yang mudah. Anda harus bekerja keras untuk mendapatkan berat badan Anda kembali. Coba pikirkan, sudahkah Anda mengurangi jumlah asupan makanan Anda dan melakukan olahraga secara teratur sejak beberapa bulan setelah melahirkan?

Beberapa hal yang mungkin membuat Anda sulit menurunkan berat badan setelah hamil adalah:

1. Stres dan kelelahan

Kedua hal tersebut umum dialami oleh orangtua baru pada bulan-bulan pertama setelah kelahiran. Stres dan kelelahan dapat memicu Anda untuk makan lebih banyak sehingga Anda lebih banyak menabung kalori tambahan dalam tubuh. Hal ini tentu membuat Anda makin sulit untuk menurunkan berat badan.

2. Kurang tidur

Kurang tidur juga dapat menyebabkan stres dan kelelahan. Hal ini kemudian dapat mengganggu kadar hormon dalam tubuh yang menjaga nafsu makan.

Stres pada tubuh juga dapat menyebabkan hormon kortisol (hormon stres) meningkat. Hal ini kemudian mengakibatkan ketidakmampuan tubuh ibu dalam memetabolisme kalori secara efisien. Sehingga, metabolisme tubuh lebih lambat yang memungkinkan lemak lebih banyak menumpuk dalam tubuh. Kadar kortisol dalam tubuh juga dapat meningkat jika ibu terlalu banyak berolahraga.

3. Jarang olahraga

Jarang melakukan olahraga membuat kalori yang masuk ke tubuh tidak terpakai dan akhirnya tertimbun dalam tubuh, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini juga mendorong metabolisme tubuh Anda melambat. Metabolisme juga tambah melambat seiring dengan pertambahan usia Anda. Semua hal ini kemudian dapat menyebabkan berat badan Anda sulit turun dan justru bertambah.

4. Cadangan lemak setelah melahirkan

Tubuh ibu menyimpan cadangan lemak sebelum melahirkan untuk mempersiapkan energi selama menyusui. Cadangan lemak ini mungkin tidak mudah untuk hilang, terlebih bagi Anda yang tidak menyusui bayi secara eksklusif.

Menurut La Leche League International, ibu menyusui dapat menurunkan 6-7 kg per bulan dalam empat sampai enam bulan pertama setelah melahirkan, dan setelah itu penurunan berat badan mungkin akan lebih lambat. Sedangkan, ibu yang memberi susu formula kepada anaknya mungkin akan lebih sulit dalam menghilangkan cadangan lemak tersebut dan menurunkan berat badan.

Di samping itu, ibu cenderung mempertahankan pertambahan berat badannya dari setiap kehamilan. Jadi, semakin Anda sering hamil dan semakin banyak berat badan Anda bertambah saat kehamilan, semakin sulit juga bagi Anda untuk menurunkan berat badan Anda seperti semula.

5. Perubahan tubuh setelah melahirkan

Anda mungkin merasakan bentuk tubuh Anda berubah setelah melahirkan. Banyak ibu mengeluhkan bahwa perutnya masih belum kembali normal setelah satu sampai dua tahun sejak melahirkan. Hal ini bisa disebabkan oleh perubahan otot perut Anda setelah melahirkan.

Beberapa wanita secara genetik memang rentan terhadap stretch mark dan kulit kendor. Ini mungkin bisa dikurangi, namun mungkin tidak bisa hilang dengan sempurna. Kulit Anda pun akan kehilangan elastisitasnya setelah melahirkan dan seiring dengan bertambahnya usia Anda. Agar tidak bertambah buruk, Anda mungkin perlu melakukan olahraga teratur, seperti sit-up. Jika tidak, Anda mungkin akan lebih sulit mengembalikan kekencangan otot perut Anda.

Selain melakukan olahraga teratur, Anda juga perlu untuk mengatur pola makan Anda dengan baik dan tidur yang cukup untuk membantu penurunan berat badan Anda setelah melahirkan. Hindari diet secara berlebihan dan olahraga berlebihan karena dapat membuat tubuh Anda stres dan bisa mengakibatkan metabolisme tubuh melambat.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Langsung BAB Setelah Makan, Apakah Normal?

Banyak orang butuh waktu untuk mencerna makanan, namun ada juga yang langsung merasa ingin BAB setelah makan. Apakah ini normal? Benarkah bisa bikin kurus?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

5 Manfaat Berkebun Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Meski berpeluh keringat, berkebun ternyata punya segudang manfaat bagi kesehatan tubuh dan juga jiwa. Apa saja manfaat berkebun untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 31 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Panduan Merawat Luka Jahitan Perineum dan Vagina Setelah Melahirkan

Perawatan luka perineum yang tepat tentu akan mempercepat proses penyembuhan. Sudahkah Anda tahu bagaimana cara merawat jahitan setelah melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Perawatan Ibu, Masa Nifas, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Dari Mana Lemak Dagu Berasal? Bisakah Dihilangkan?

Jika Anda berkaca, mungkin Anda melihat dagu Anda yang berlipat. Lipatan itu diakibatkan oleh lemak dagu. Sebenarnya, dari mana lemak dagu berasal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan, Informasi Kesehatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diet alpukat

Mengenal Diet Alpukat, Betulkah Bermanfaat untuk Turun Berat Badan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
pilihan beras untuk menurunkan berat badan

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
olahraga kardio dan angkat berat untuk menurunkan berat badan

Olahraga Kardio vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit