home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Risiko Cedera Otot Saat Melahirkan dan Cara Menghindarinya

Mengenal Risiko Cedera Otot Saat Melahirkan dan Cara Menghindarinya

Pada persalinan normal, calon ibu diharuskan untuk mengejan sekuat tenaga untuk membantu bayi keluar dari rahim. Kuatnya dorongan dari dalam perut dapat menyebabkan cedera otot pada beberapa bagian tubuh. Lantas, otot mana saja yang berisiko mengalami cedera dan bagaimana mengatasinya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Penyebab cedera otot saat melahirkan

Setiap wanita memiliki pengalaman yang berbeda-beda saat melahirkan. Ada yang merasakan sakit yang luar biasa, ada pula yang mampu mengatasinya dengan baik. Bagaimanapun sakit yang dirasakan ketika melahirkan, semua akan hilang seketika saat melihat bayi yang selama ini dinanti-nantikan selama tiga trimester.

Pada dasarnya, melahirkan normal adalah proses ketika ibu mengerahkan sekuat tenaganya untuk mengeluarkan bayi dalam kandungan melalui proses mengejan. Tidak hanya otot rahim, seluruh otot yang ada di dalam tubuh ikut bekerja keras saat proses persalinan.

Bagian perut terasa kencang, otot rahim semakin berkontraksi untuk melebarkan leher rahim, dan area panggul terasa penuh akibat usaha bayi mendorong keluar. Ini sebabnya para calon ibu mengalami ketegangan luar biasa dan rasa lelah di bagian kaki, lengan, punggung, bahkan sekujur tubuh. Dorongan kontraksi dan mengejan inilah yang dapat menyebabkan cedera otot saat melahirkan.

Otot panggul bagian bawah (otot dasar panggul) merupakan otot yang paling berisiko mengalami cedera otot saat melahirkan. Pasalnya, bagian panggul merupakan tempat rahim dan organ reproduksi lainnya yang menjadi bagian terpenting selama kehamilan dan melahirkan.

Ketika otot dasar panggul mengalami cedera, kondisi ini disebut dengan pelvic floor disorder, yaitu saat sekelompok otot yang menempel pada panggul menjadi rusak saat melahirkan. Cedera otot panggul ini biasanya terasa selama satu minggu setelah melahirkan, walaupun ada juga yang merasakannya lebih dari satu minggu setelah persalinan.

Pelvic floor disorder dengan nyeri panggul yang kronis dapat menyebabkan prolaps organ panggul. Prolaps organ panggul merupakan kondisi saat kandung kemih, rahim, dan atau rektum turun masuk ke dalam vagina, atau bahkan ke luar vagina. Akibatnya, pasien cenderung mengalami inkontinensia urine dan inkontinensia alvi.

Cedera otot panggul ini bisa dicegah dengan prosedur episiotomi, yaitu sayatan pada perineum (daerah otot antara vagina dan anus) untuk membantu bayi lahir. Proses penyembuhannya tergantung dari luas otot perineum yang dirobek. Semakin luas sayatannya, maka proses penyembuhannya cenderung lebih lama.

bab saat melahirkan

Cara mengurangi rasa sakit akibat cedera otot saat melahirkan

Cedera otot panggul biasanya akan berkurang setelah 7 sampai 10 hari setelah melahirkan. Untuk membantu mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan, kompres bagian yang nyeri dengan handuk yang sudah direndam atau dibasahi air hangat.

Dilansir dari laman Everyday Health, Anda juga bisa membasuh bagian vagina atau perineum secara perlahan dengan air hangat (arahnya dari depan ke belakang, bukan sebaliknya). Cara ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri.

Jahitan pada perineum akibat episiotomi cenderung membuat Anda sulit berjalan atau duduk. Anda bisa mengatasinya dengan mengatur posisi duduk senyaman mungkin. Gunakan alas yang empuk untuk membantu meringankan nyeri.

Wanita yang baru saja melahirkan umumnya mengalami kesulitan buang air besar. Terlebih setelah menjalani episiotomi, nyeri otot akan semakin terasa ketika buang air besar. Oleh karena itu, hindari kemungkinan sembelit agar tidak memperparah nyeri. Makan makanan tinggi serat dari sayur dan buah serta penuhi kebutuhan cairan Anda untuk menghindari sembelit dan mempercepat proses penyembuhan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Truth about Labor Pain. https://www.fitpregnancy.com/pregnancy/labor-delivery/truth-about-labor-pain. Accessed 26/1/2018.

Understanding Labor Pain. https://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/labor-and-delivery/understanding-labor-pain/. Accessed 26/1/2018.

Risk of Natural Birth – What You Need to Know. https://www.bellybelly.com.au/birth/risks-of-natural-birth/. Accessed 26/1/2018.

How to Manage Pain After Pregnancy. https://www.everydayhealth.com/pain-management/pain-after-pregnancy.aspx. Accessed 26/1/2018.

Normal Labor and Delivery Process. https://www.webmd.com/baby/guide/normal-labor-and-delivery-process#1. Accessed 26/1/2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal diperbarui 12/02/2018
x