3 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Penyembuhan Pasca Kuret agar Cepat Pulih

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ada berbagai faktor yang membuat dokter memutuskan untuk melakukan prosedur kuret. Setelahnya, Anda mungkin merasakan ketidaknyamanan di beberapa area tubuh. Simak apa saja cara penyembuhan atau perawatan pasca kuret yang bisa Anda lakukan!

 

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Mengapa prosedur kuret perlu dilakukan?

Di masa kehamilan, ada faktor yang membuat Anda mengalami komplikasi kehamilan atau janin tidak berkembang.

Maka dari itu, tidak menutup kemungkinan dokter akan memutuskan untuk melakukan kuret.

Kuret atau kuretase merupakan prosedur untuk mengangkat sisa jaringan yang ada di dalam rahim.

Dikutip dari Cleveland Clinic, prosedur ini diperlukan jika wanita mengalami:

  • Keguguran saat hamil.
  • Memiliki jaringan sisa aborsi di dalam rahim.
  • Mengalami perdarahan yang tidak dapat dijelaskan saat menstruasi.

Penyembuhan pasca kuret di rumah

Saat prosedur, Anda akan diberikan anestesi lokal atau total sehingga tidak bisa merasakan sakit.

Setelah itu, ada kemungkinan Anda juga diminta untuk beristirahat selama beberapa jam di ruang pemulihan.

Dokter akan memantau apakah terjadi perdarahan hingga komplikasi lainnya. Sekaligus memberi waktu hingga Anda benar-benar sadar dari efek anestesi.

Apabila sudah diperbolehkan pulang, Anda akan menjalani perawatan atau penyembuhan pasca kuret di rumah.

Masa pemulihan ini akan berlangsung selama beberapa hari tergantung dari kondisi kesehatan.

Terkadang, kuret juga dapat menimbulkan komplikasi yang menunjukkan gejala seperti perdarahan berat, keputihan berbau busuk, nyeri pada perut, dan demam.

Jika mengalami gejala tersebut, Anda mungkin perlu perawatan khusus dan perlu dirawat selama beberapa hari.

Namun, jika Anda tidak mempunyai komplikasi setelah kuret, Anda bisa menjalani aktivitas kembali seperti biasa dalam waktu satu atau dua hari setelah kuret.

Berikut beberapa cara penyembuhan atau pemulihan pasca kuret yang perlu dilakukan:

1. Beristirahat saat perut kram

Efek samping yang umum terjadi setelah prosedur adalah ketika Anda mengalami kram ringan di area perut dan sekitarnya.

Maka dari itu, Anda perlu beristirahat agar sakit yang dirasakan berangsur-angsur menghilang.

Apabila Anda tergolong rentan dengan rasa sakit, ada kemungkinan dokter akan memberikan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol.

Hindari mengonsumsi aspirin karena akan mengakibatkan perdarahan.

2. Menggunakan pembalut

Lalu, efek samping lainnya setelah prosedur kuret yang bisa terjadi adalah munculnya bercak darah hingga perdarahan ringan.

Maka dari itu, penyembuhan pasca kuret yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan pembalut agar lebih aman dan nyaman.

Obat pereda nyeri, yang diresepkan dokter umumnya dapat meningkatkan perdarahan.

Untuk itu, penggunaan pembalut yang tepat sangat disarankan.

3. Melakukan aktivitas dan olahraga ringan

Walaupun perut terasa kram dan merasakan ketidaknyamanan di area tubuh lainnya, Anda diharapkan tetap melakukan aktivitas ringan.

Aktivitas atau olahraga ringan merupakan salah satu penyembuhan dan perawatan pasca kuret.

Sebagai contoh, coba untuk berjalan kaki di sekitar rumah sekaligus melakukan peregangan ringan untuk mengaktifkan kembali otot.

Hal ini dilakukan agar otot tetap kuat dan mencegah penggumpalan darah di bagian kaki.

Pantangan sehabis kuret

Selain cara yang bisa dilakukan sebagai penyembuhan atau perawatan pasca kuret, ada pula hal yang sebaiknya dihindari. 

Hal ini dilakukan agar tidak terjadi komplikasi atau efek samping lainnya.

Berikut pantangan yang sebaiknya dihindari agar penyembuhan sehabis kuret cepat pulih:

1. Mengendarai kendaraan sendiri

Saat prosedur, Anda diberikan anestesi atau bius agar tidak merasakan sakit.

Walaupun beberapa jam setelahnya sudah diperbolehkan pulang, Anda tidak diperbolehkan untuk pulang dan mengendarai kendaraan sendiri.

Hal ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan akibat mengantuk atau rasa kram di perut yang mengganggu.

Pastikan pasangan atau keluarga terdekat bisa bersama dengan Anda selama penyembuhan pasca kuret pada 24 jam pertama.

2. Berendam atau berenang

Saat tubuh sudah terasa nyaman dan tidak ada rasa nyeri, Anda diperbolehkan untuk mandi sebagai perawatan atau penyembuhan pasca kuret.

Akan tetapi, hindari dulu berendam air panas atau berenang selama 2 hingga 4 minggu. Ini dilakukan untuk mencegah masuknya bakteri atau kuman yang bisa mengakibatkan infeksi.

3. Menggunakan tampon dan douching

Perdarahan adalah efek samping yang umum terjadi setelah proses kuret.

Walaupun Anda diperbolehkan menggunakan pembalut sebagai penyembuhan pasca kuret, hindari penggunaan tampon.

Hal ini untuk menghindari terjadinya infeksi di dalam vagina. Tidak hanya itu saja, Anda juga perlu menghindari membersihkan vagina dengan bahan kimia atau douching selama beberapa minggu.

4. Melakukan hubungan seksual

Jangan melakukan hubungan seksual sampai beberapa minggu setelah kuret atau sampai dokter Anda memperbolehkannya.

Biasanya, Anda diperbolehkan melakukan hubungan seksual setelah 2 minggu sejak dikuret atau sampai perdarahan benar-benar berhenti.

Hal ini juga dilakukan untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam rahim yang dapat menyebabkan infeksi vagina serta rahim.

5. Melakukan aktivitas berat

Sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa Anda direkomendasikan untuk melakukan aktivitas ringan sebagai penyembuhan pasca kuret agar otot tidak kaku.

Namun, hindari melakukan aktivitas hingga olahraga berat agar tidak terjadi perdarahan.

Kapan harus pergi ke dokter setelah kuret?

Selalu ada kemungkinan komplikasi pasca prosedur medis apa pun, termasuk setelah kuret. Tidak perlu khawatir karena hal tersebut dapat diobati.

Namun, jangan sepelekan tanda yang muncul pasca kuret seperti: 

  • Perdarahan hebat sehingga Anda mengganti pembalut setiap 10 hingga 20 menit.
  • Keluarnya gumpalan darah.
  • Demam tinggi hingga menggigil.
  • Nyeri perut di bagian bawah tidak mereda.
  • Keluarnya cairan yang disertai bau dari vagina.

Jika Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gastritis (Radang Lambung)

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 13 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Setelah kuret, seringkali wanita merasa khawatir dengan siklus menstruasinya. Kapan menstruasi terjadi kembali setelah keguguran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Meningioma

Meningioma adalah tumor otak. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegahpenyakit ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Penyakit Pes

Penyakit pes adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Y. pestis. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat berakibat pada kematian.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 6 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
cantengan (ingrown toenail, onychocryptosis)

Cantengan (Ingrown Toenail, Onychocryptosis)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
jamur kuku tinea unguium

Jamur Kuku (Tinea Unguium)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
cara menggugurkan kandungan

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit