5 Mitos Populer Tentang Melahirkan Caesar yang Perlu Dibongkar Kebenarannya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Tak masalah melahirkan si kecil lewat operasi caesar. Namun, masih banyak saja mitos yang dipercayai tentang melahirkan caesar yang membuat para calon ibu bingung dan juga takut. Berikut mitos dan fakta seputar operasi caesar yang sering Anda dengar.

Apa saja mitos seputar melahirkan caesar?

Mitos 1: Setelah melahirkan caesar, tidak akan bisa melahirkan normal

mitos persalinan

Fakta: Setelah menjalani operasi caesar tidak akan menghalangi Anda untuk mencoba melahirkan normal. Jika  Anda ingin melahirkan melalui vagina setelah operasi caesar, Anda akan menjalani percobaan atau persalinan setelah bedah caesar atau disebut dengan TOLAC (Trial or Labour After Caesarean).

Uji coba ini akan menentukan apakah Anda aman untuk melahirkan secara normal. Biasanya hasilnya akan positif bagi kebanyakan wanita. Menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists, sekitar 60-80 persen wanita yang menjalani TOLAC berhasil melahirkan melalui vagina.

Secara keseluruhan, operasi caesar sebelumnya akan berdampak kecil pada rencana persalinan normal Anda di ke depannya.

Mitos 2: Masa pemulihan melahirkan caesar dan normal kurang lebih sama

Sindrom Costello

Fakta: Setelah melahirkan caesar biasanya boleh pulang antara tiga hingga lima hari setelah prosedur. Masa pemulihannya sendiri bisa mencapai empat minggu.

Sementara jika Anda menjalani persalinan normal, Anda bisa pulang ke rumah setelah satu atau dua hari dan membutuhkan waktu pemulihan sekitar satu hingga dua minggu.

Anda juga perlu menghindari olahraga berat, mengangkat benda berat, dan berhubungan seksual sementara waktu.

Mitos 3: Ada batasan berapa kali melahirkan caesar

antibiotik saat melahirkan

Fakta: Tidak ada jumlah batasan untuk menjalani operasai caesar yang aman. Anda mungkin menjalani beberapa operasi caesar atau Anda bisa hanya sekali. Hal ini tergantung pada masing-masing kondisi kehamilan.

Namun, tetap saja akan ada risiko untuk setiap prosedur yang Anda jalani. Ini termasuk bekas luka uterus, cedera kandung kemih dan usus, perdarahan, dan komplikasi dengan plasenta. Karenanya, risiko akan semakin meningkat ketika Anda ingin menambah lebih banyak jumlah anak.

Mitos 4: Anda tidak akan merasakan apa pun selama melahirkan caesar

risiko epidural

Dengan obat bius, rasa sakit bukanlah sensasi yang normal untuk dialami selama operasi caesar, tetapi Anda mungkin masih merasakan tekanan. Bagaimanapun, ada bayi yang keluar dari perut Anda. Mual dan muntah baik sebelum atau sesudah operasi caesar juga cukup normal.

Menurut Cochrane Pregnancy and Childbirth Group, gejala-gejala tersebut mungkin disebabkan oleh tekanan darah rendah wanita atau obat-obatan yang diberikan selama operasi caesar.

Mitos 5: Melahirkan caesar tidak memungkinkan kontak kulit ke kulit dengan bayi

pembekuan darah setelah melahirkan

Fakta: Setelah bayi lahir, ibu dianjurkan untuk memberikan kontak kulit ke kulit dengan si kecil. Badan ibu akan mengatur suhu tubuh bayi yang baru lahir.

Setelah melahirkan caesar, beberapa bagian tubuh menjadi sangat sensitif bagi ibu. Namun, ini bukan berarti kontak kulit dengan kulit tidak mungkin. Ini hanya masalah menemukan posisi yang tepat yang nyaman bagi ibu untuk memiliki kontak kulit dengan kulit bayi. Saat mempersiapkan operasi caesar, Anda bisa mendiskusikan dengan bidan atau dokter semua kemungkinan cara memulai kontak kulit ke kulit.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Saya Boleh Menyetir Mobil Lagi Setelah Operasi Caesar?

Setelah operasi caesar, Anda akan diminta untuk menghindari aktivitas berat, termasuk menyetir mobil. Begini aturannya jika hendak nyetir setelah caesar.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Melahirkan, Kehamilan 11/01/2019

Mengenal Apgar Score, Tes Wajib untuk Menilai Kondisi Bayi Baru Lahir

Apgar Score adalah sebuah metode yang hanya didesain untuk memudahkan dokter dalam menilai kondisi bayi yang baru lahir. Simak info lengkap di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Melahirkan, Kehamilan 05/11/2018

Bolehkah Pakai Obat Opium untuk Meredakan Nyeri Setelah Melahirkan Caesar?

Obat opium (opiat) dikatakan sangat manjur untuk menyembuhkan rasa sakit setelah melahirkan caesar. Namun, benar aman? Katanya bisa bikin kecanduan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Melahirkan, Kehamilan 01/11/2018

5 Penyakit yang Jarang Ditanggung Oleh Asuransi Kesehatan

Sebelum teken kontrak dengan agen asuransi Anda, teliti dulu syarat dan kebijakannya. Pengobatan 5 penyakit ini biasanya tidak ditanggung asuransi.

Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Direkomendasikan untuk Anda

Hal yang Perlu Diketahui dan Dipersiapkan saat Lahiran Caesar Kedua

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020
merawat bekas operasi sesar

Tips Merawat Bekas Luka Operasi Caesar (Sesar) di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22/01/2020
luka operasi caesar

6 Tips Mengeringkan Luka Pasca Operasi Caesar

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 09/12/2019
VBAC adalah, melahirkan normal setelah caesar

Tidak Semua Wanita Ternyata Boleh Melahirkan Normal Setelah Pernah Caesar

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 03/03/2019