Mungkinkah Melahirkan Normal Jika Pernah Operasi Caesar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 November 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Persalinan normal setelah dulunya pernah melahirkan dengan operasi caesar mungkin dilakukan. Dalam bahasa medis, ini disebut dengan persalinan Vaginal Birth After Cesarean, alias VBAC. Selain karena proses penyembuhan pasca persalinan yang lebih cepat, banyak wanita mempertimbangkan untuk melakukan persalinan vaginal karena alasan ingin mengalami persalinan normal. Walaupun saat ini tingkat keberhasilan persalinan normal setelah caesar cukup besar, ini bukanlah tindakan yang sederhana dan tanpa risiko. Keputusan untuk melahirkan normal jika persalinan pertama adalah lewat operasi caesar membutuhkan pertimbangan yang matang dan persiapan yang lengkap.

Apa keuntungan melahirkan normal?

  • Mencegah bekas perlukaan (scar) pada dinding rahim. Hal ini penting bila Anda masih berencana memiliki keturunan lagi di masa datang.
  • Tidak ada luka operasi sehingga perawatan paska persalinan lebih mudah, komplikasi akibat operasi dapat dihindari.
  • Waktu rawat inap lebih singkat, proses penyembuhan ibu hingga bisa beraktivitas normal lebih cepat.
  • Risiko infeksi pasca persalinan lebih kecil.
  • Risiko perdarahan pasca persalinan lebih kecil
  • Ibu berperan aktif dalam proses persalinan.

Apakah ada syarat-syarat tertentu untuk melahirkan normal setelah caesar?

Pada sebagian besar persalinan normal di mana sang ibu sudah pernah menjalani operasi caesar, persalinan dapat berjalan dengan lancar tanpa komplikasi. Tetapi  tingkat keberhasilannya sangat terkait dengan riwayat persalinan, riwayat kesehatan Anda, dan kondisi kesehatan Anda saat ini.

Tingkat keberhasilan persalinan normal setelah caesar akan  lebih tinggi apabila:

  • Anda memiliki riwayat melahirkan secara normal minimal sekali, sebelum atau sesudah operasi caesar.
  • Bekas irisan dinding rahim pada operasi caesar terdahulu berbentuk transversal.
  • Masalah kesehatan/kondisi penyulit kehamilan yang menyebabkan Anda dulu harus menjalani operasi caesar saat ini sudah tidak ada.
  • Proses persalinan normal terdahulu berlangsung spontan (tidak memerlukan induksi/ pemacu persalinan)
  • Persalinan dilakukan saat bayi sudah cukup bulan.
  • Anda berusia kurang dari 35 tahun.

Kondisi yang berisiko untuk melahirkan normal setelah caesar

Di sisi lain, tingkat keberhasilan persalinan normal menurun pada beberapa kondisi berikut:

  • Anda masih mengalami masalah kesehatan yang sama yang menyebabkan Anda dulu harus menjalani operasi caesar.
  • Ditemukan kondisi penyulit kehamilan seperti placenta previa (letak plasenta yang abnormal), macrosomia (ukuran bayi besar), kondisi kegagalan perkembangan janin, posisi janin di kandungan berupa bokong/kaki terlebih dahulu, dan penyulit lainnya.
  • Bekas irisan dinding rahim pada operasi caesar terdahulu berbentuk vertikal atau T.
  • Waktu persalinan hanya berjeda kurang dari 18 bulan atau 24 bulan dari persalinan caesar Anda sebelumnya.
  • Beberapa faktor risiko dari ibu seperti obesitas, berpostur pendek, usia saat hamil di atas 35 tahun, kondisi diabetes sebelum dan atau saat hamil.
  • Usia kehamilan sudah lebih dari 40 minggu.

Apakah risiko dari persalinan normal bagi ibu yang pernah operasi caesar?

Risiko utama dari persalinan ini adalah suatu kondisi yang disebut ruptur uteri. Ruptur uteri adalah kondisi robeknya daerah bekas operasi caesar di dinding rahim akibat tekanan yang tinggi yang terjadi di dalam rahim pada saat proses persalinan sedang berlangsung. Ruptur uteri sangat membahayakan Anda maupun bayi Anda. Kepala bayi dapat mengalami cedera. Ibu dapat mengalami perdarahan yang sangat hebat akibat robeknya dinding rahim.

Jika kondisi perdarahan ibu semakin berat dan sulit ditangani, dokter harus segera melakukan tindakan pengangkatan rahim (histerektomi). Bila rahim Anda diangkat, Anda tidak bisa mengandung lagi di kemudian hari. Ibu hamil dengan risiko ruptur uteri sebaiknya bersalin dengan operasi caesar di kehamilan kedua dan selanjutnya, hindari persalinan normal jika sudah pernah menjalani bedah caesar.

Persiapan apa saja yang perlu dilakukan sebelum melahirkan normal jika saya pernah menjalani bedah caesar?

  • Tidak ada perbedaan dalam perawatan antenatal umum antara persalinan normal setelah caesar dengan metode persalinan yang lain.
  • Monitor kehamilan secara rutin diperlukan untuk mendeteksi munculnya faktor-faktor penyulit persalinan.
  • Bila Anda berencana melakukan persalinan normal setelah caesar, pastikan Anda bersalin di rumah sakit yang memiliki fasilitas dan tenaga ahli lengkap, yang dapat segera melakukan tindakan operasi caesar darurat bila persalinan normal ternyata gagal, dan dapat segera memberikan bantuan yang tepat bila terjadi kondisi darurat pada bayi.
  • Bekali diri Anda dengan informasi lengkap dan diskusikan dengan dokter kandungan sebelum memutuskan melakukan persalinan normal. Siapkan mental Anda untuk siap melakukan tindakan operasi caesar jika proses persalinan normal berlangsung sulit/ gagal dilakukan.

BACA JUGA:

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

    Tak ada ibu yang ingin bayinya lahir dengan berat rendah. Tapi, tahukah Anda bahwa bayi yang terlalu besar dalam kandungan juga bisa menimbulkan bahaya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

    Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

    Untuk wanita, adakah batasan maksimal berapa kali hamil dan melahirkan? Apa ada dampak tertentu jika hamil dan melahirkan hingga lebih dari 5 kali?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Perawatan Ibu, Perawatan Setelah Persalinan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

    Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

    Pemanis buatan saat hamil mungkin diperlukan oleh ibu yang memiliki diabetes gestasional atau yang kelebihan berat badan. Tapi, apakah memang lebih aman?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    hamil di usia 20-an

    Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
    bersepeda saat hamil

    Apakah Bersepeda Saat Hamil Aman Bagi Janin?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
    waktu bermain video game

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    nutrisi trimester ketiga

    Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit