Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Mendeteksi Gejala Endometriosis Setelah Operasi Caesar

    Mendeteksi Gejala Endometriosis Setelah Operasi Caesar

    Endometriosis adalah jaringan endometrium yang menempel pada dinding rahim, menumpuk di luar rahim. Meski sangat jarang, jaringan ini dapat tumbuh pada bekas luka operasi caesar. Mengingat endometriosis setelah operasi caesar jarang terjadi, terkadang dokter tidak menyadari kondisi ini. Berikut gejala endometriosis setelah caesar yang perlu ibu ketahui.

    Gejala endometriosis setelah operasi caesar

    Pada kasus yang umum, jaringan endometrium akan meluruh satu bulan sekali sesuai dengan siklus menstruasi. Kemudian menebal saat masa subur wanita.

    Jaringan ini bermanfaat agar saat terjadi pembuahan, calon janin bisa menempel dengan sempurna pada dinding rahim.

    Endometriosis terjadi ketika jaringan menumpuk di luar rahim dan bisa mengendap menjadi peradangan.

    Lalu, bagaimana endometriosis setelah operasi caesar?

    Penelitian dari Cureus menunjukkan bahwa 0,03 persen ibu mengalami gejala endometriosis setelah melahirkan secara caesar.

    Berikut beberapa gejala endometriosis setelah operasi caesar yang perlu ibu ketahui.

    Benjolan pada bekas luka

    Gejala yang paling umum dari endometriosis pascaoperasi caesar adalah terbentuknya benjolan pada bekas luka.

    Ukuran benjolan pada luka operasi dapat bervariasi dan biasanya terasa nyeri. Penyebab rasa nyeri ini karena area sekitar jaringan endometrium berdarah.

    Perdarahan ini kemudian mengiritasi organ-organ dalam perut, menimbulkan inflamasi dan iritasi.

    Perdarahan pada bekas luka

    Beberapa ibu hamil menyadari bahwa benjolan pada bekas luka operasinya lebih pucat dan dapat berdarah.

    Perdarahan biasanya lebih banyak keluar saat sedang menstruasi, walau tidak semua ibu menyadari hal ini.

    Saat ibu mengalami ini, mungkin berpikir benjolan tersebut adalah bekas operasi yang tidak sembuh sempurna, atau daging lebih dari luka bekas operasi.

    Hal yang menyebabkan lebih membingungkan lagi dapat terjadi jika seorang ibu menyusui anaknya secara eksklusif.

    Selama masa ini, wanita tersebut tidak akan mengalami menstruasi, sehingga gejala endometriosis pun tidak terlihat.

    Cara pemeriksaan endometriosis setelah operasi caesar

    Dokter akan mendiagnosis kondisi ini adalah dengan mengambil sampel jaringan yang berkaitan.

    Kemudian mendeteksi benjolan pada perut melalui pemeriksaan pencitraan seperti CT-Scan, MRI, dan USG.

    Sampel jaringan yang dokter ambil akan diperiksa memakai mikroskop untuk melihat apakah ciri selnya mirip dengan jaringan endometrium.

    Pengobatan endometriosis setelah operasi caesar

    Pengobatan biasanya berdasarkan pada gejala yang ibu alami. Ibu dapat membeli dan mengonsumsi obat penghilang nyeri di apotek, seperti ibuprofen.

    Dokter biasanya akan memberikan obat KB bagi penderita endometriosis biasa, tetapi metode ini tidak untuk penderita endometriosis akibat operasi.

    Oleh karena itu, dokter akan menyarankan metode operasi untuk menangani kondisi ini.

    Dokter akan mengambil jaringan endometrium yang berlebih agar sel-sel yang tersisa benar-benar bersih dan tidak kambuh lagi.

    Walau kecil, kemungkinan seseorang untuk mengalami endometriosis lagi setelah operasi tetaplah ada.

    Obrolkan pilihan terapi yang terbaik sesuai kondisi ibu. Tidak perlu ragu untuk mencari referensi dan berbagai pendapat dari dokter lain.

    Biasanya rasa sakit yang muncul akibat endometriosis akan menghilang setelah ibu mengalami menopause.


    Punya pertanyaan atau cerita kehamilan?

    Yuk, gabung komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan dapatkan info menarik seputar kehamilan.


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Alnafisah, F., Dawa, S., & Alalfy, S. (2018). Skin Endometriosis at the Caesarean Section Scar: A Case Report and Review of the Literature. Cureus. doi: 10.7759/cureus.2063

    Yıldırım, D., Tatar, C., Doğan, O., Hut, A., Dönmez, T., & Akıncı, M. et al. (2018). Post-cesarean scar endometriosis. Journal Of Turkish Society Of Obstetric And Gynecology, 15(1), 33-38. doi: 10.4274/tjod.90922

    Endometriosis – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 25 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometriosis/symptoms-causes/syc-20354656

    Adriaanse, B., Natté, R., & Hellebrekers, B. (2013). Scar endometriosis after a caesarean section: a perhaps underestimated complication. Gynecological Surgery, 10(4), 279-284. doi: 10.1007/s10397-013-0807-3

     

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui Jul 14, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita
    Next article: