Keguguran Berulang: Apa Penyebabnya dan Bagaimana Mengatasinya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 7 menit baca
Bagikan sekarang

Jika Anda mengalami keguguran lebih dari 3 kali berturut-turut, dokter menyebutnya sebagai recurrent miscarriage atau keguguran berulang. Jika Anda mengalami recurrent miscarriage, dokter atau bidan akan mereferensikan ginekolog untuk Anda, yang akan mengidentifikasi penyebab keguguran.

Mengalami keguguran berulang kali dapat membuat Anda merasa kehilangan harapan. Kadang, akan terasa sulit untuk memiliki harapan mendapatkan buah hati.

Cobalah menguatkan diri Anda dengan fakta bahwa kebanyakan wanita yang mengalami keguguran berulang pada akhirnya memiliki bayi. Terutama apabila hasil tes Anda tidak menunjukkan alasan penyebab keguguran. 6 dari 10 wanita yang telah mengalami keguguran sebanyak 3 kali, berhasil memiliki bayi pada kehamilan selanjutnya.

Seberapa umumkah keguguran berulang?

Sekitar 1 dari 100 wanita mengalami keguguran berulang. Sering kali, pada beberapa wanita, tidak diketahui pasti mengapa keguguran berulang terjadi. Sekitar setengah dari kasus keguguran berulang tidak diketahui penyebabnya.

Namun, beberapa penyebab keguguran yang terjadi secara berulang dapat diidentifikasi.

Apa penyebab keguguran berulang?

Jika Anda telah mengalami keguguran berulang kali, satu pertanyaan yang Anda butuhkan jawabannya adalah: “Mengapa hal ini terjadi?”. Walau tidak ditemukan penyebabnya, masih ada kesempatan kehamilan yang berhasil di masa mendatang.

Beberapa kondisi kesehatan diketahui menjadi penyebab keguguran. Biasanya kondisi penyebab keguguran berulang adalah kondisi yang tidak umum, seperti:

  • Sindrom antiphospholipid (APS) atau sindrom sticky blood atau sindrom Hughes yang menyebabkan pembekuan darah yang tidak semestinya. APS ditemukan sebanyak 15%-20% pada keguguran berulang.
  • Kelainan pembekuan darah yang menurun atau thrombophilia. Thrombophilia mirip dengan APS, tapi thrombophilia dimiliki sejak lahir. Darah lebih mudah membeku dan dapat menyebabkan keguguran berulang.
  • Masalah genetik. Anda atau pasangan mungkin memiliki kelainan pada kromosom yang tidak menyebabkan masalah, sampai diturunkan ke bayi Anda. Kelainan kromosom sering dikaitkan dengan keguguran berulang pada sebanyak 2%-5% pasangan.
  • Masalah pada rahim (uterus) atau panggul. Anda mungkin memiliki kelainan pada bentuk rahim atau panggul yang lemah. Bacterial vaginosis atau infeksi pada vagina dapat meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran prematur.
  • Masalah pada hormon. Beberapa kondisi, seperti polycystic ovaries dikaitkan dengan keguguran berulang. Namun masih belum diketahui pasti mengapa hal ini berkaitan dengan keguguran dan bagaimana penanganannya bekerja.

Usia dapat memberi pengaruh pada keguguran. Semakin tua usia  Anda, semakin besar kemungkinan Anda mengalami keguguran. Usia ayah juga dapat meningkatkan risiko keguguran.

Fakta yang menyedihkan adalah: setiap keguguran dapat meningkatkan risiko keguguran selanjutnya.

Pada usia 35 tahun ke atas, jumlah dan kualitas sel telur mulai cepat menurun. Hal ini dapat membuat materi genetik pada sel telur tidak sesuai pada saat fertilisasi. Kelainan kromosom pada bayi lebih mudah terjadi, meningkatkan kemungkinan keguguran.

Dari semua kemungkinan penyebab, terdapat kasus yang tidak memiliki alasan. Hal ini disebut unexplained recurrent miscarriage alias keguguran berulang yang tak dapat dijelaskan. Namun seiring ditemukannya penyebab pada keguguran berulang, kasus unexplained recurrent miscarriage bisa turun.

Apa saja tes dan penanganan yang perlu dilakukan?

Jika Anda mengalami keguguran lebih dari 3 kali, dokter akan mengajukan ginekolog yang akan memeriksa penyebab keguguran berulang Anda.

Tes

Anda mungkin akan menjalani tes darah untuk pemeriksaan APS atau sindrom sticky blood. Tes akan melihat antibodi untuk kondisi. Antibodi adalah zat kimia yang diproduksi tubuh untuk melawan infeksi. Diperlukan 2 tes, dengan jarak 6 minggu, untuk melihat apakah Anda memiliki APS atau tidak.

Jika Anda memiliki APS, Anda akan tetap memiliki kesempatan untuk bisa sukses hamil, dengan penanganan yang tepat. Jika Anda hamil lagi, dokter akan memberi obat pengencer darah seperti aspirin dan heparin untuk mengobati APS.

Anda dan pasangan dapat menjalani tes darah untuk pemeriksaan kelainan kromosom atau karyotyping. Jika ditemukan kelainan, Anda dan pasangan harus menemui spesialis genetik untuk konseling.

Konselor dapat menjelaskan kelainan dan kesempatan Anda memiliki kehamilan yang sehat.

Kadang, hasil tes tidak memberikan jawaban. Jika dokter tidak dapat menemukan penyebab keguguran, Anda dapat melihatnya sebagai kesempatan di waktu lain, jika Anda ingin terus mencoba. Anda juga dapat merasa kecewa karena tidak adanya penjelasan dan jadi frustasi apabila tidak ada hal lain lagi yang dapat Anda coba.

Dokter dapat menawarkan tes lainnya jika Anda mengalami keguguran lainnya. Dengan persetujuan Anda, pemeriksaan jaringan kehamilan yang gagal atau post mortem dapat dilakukan. Tes ini dapat melihat permasalahan pada kromosom.

Jaringan dari plasenta juga dapat diuji untuk melihat tanda-tanda masalah. Jika ditemukan kelainan, semakin besar kemungkinan kehamilan berikutnya yang berhasil, disebabkan kelainan biasanya one-off.

Ultrasound Scan (USG)

Dokter akan menawarkan ultrasound scan (USG) untuk memeriksa rahim Anda. Scan dapat menunjukan kelainan yang menghambat kehamilan. Tergantung pada kelainan, masih ada kemungkinan untuk Anda memiliki kehamilan yang berhasil. Sebagai contoh, beberapa kelainan dapat diperbaiki dengan operasi.

Jika Anda memiliki kemungkinan kelemahan pada panggul, Anda akan ditawarkan untuk melakukan scan lagi pada kehamilan selanjutnya.

Akan sulit untuk dokter memeriksa kelemahan panggul jika Anda sedang tidak hamil. Dokter dapat menduga kondisi ini jika pada kehamilan selanjutnya, air tuban Anda pecah lebih awal, atau panggul terbuka tanpa rasa sakit.

Pada kehamilan berikutnya, dapat dilakukan operasi minor untuk menjahit panggul Anda. Hal ini dapat membantu Anda dari keguguran lainnya. Ada pro dan kontra dari prosedur ini, yang akan dijelaskan oleh dokter.

Kelainan rahim dan lemahnya panggul adalah kondisi yang jarang terjadi.

Seberapa besar kemungkinan Anda memiliki bayi yang sehat?

Jika keguguran Anda tidak memiliki penyebab yang pasti, Anda memiliki kemungkinan yang bagus untuk memiliki kehamilan yang sukses. Anda akan dirawat dengan sangat hati-hati dan dan diberi perawatan ekstra pada awal kehamilan.

Tim khusus akan merawat Anda di Early Pregnancy Assesment Unit (EPAU) di sekitar Anda. Perawatan dan dukungan intensif dapat meningkatkan kesempatan kehamilan yang sukses. Sekitar ¾ wanita yang mengalami unexplained recurrent losses, pada akhirnya akan memiliki bayi yang sehat, dengan dukungan dan perawatan yang tepat.

Jika Anda atau pasangan memiliki masalah kromosom yang menyebabkan keguguran, sulit diperkirakan kesempatan memiliki bayi yang sehat. Beberapa kondisi tidak menurun setiap kali Anda mengandung. Setiap pasangan memiliki kondisi yang berbeda dan Anda akan melakukan konseling dengan dokter spesialis kelainan genetik.

Beberapa, tapi tidak semua, kondisi penyebab keguguran berulang bisa disembuhkan. Tidak ada yang bisa menjamin peluang berhasilnya kehamilan. Namun, ginekolog dapat memperhitungkan sejarah medis, usia, dan hasil tes saat mendiskusikan peluang keberhasilan kehamilan Anda.

Akan sangat sulit jika Anda merasa sangat terpukul dengan kehilangan yang Anda rasakan. Dukungan dapat sangat membantu Anda. Ceritakanlah kepada teman dan keluarga terdekat, serta dokter tentang perasaan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . 5 menit baca

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 menit baca

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 menit baca