home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Obat Penguat Kandungan untuk Mencegah Keguguran

3 Obat Penguat Kandungan untuk Mencegah Keguguran

Keguguran bisa terjadi karena berbagai penyebab. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena pada sebagian kasus, dokter akan memberikan obat penguat kandungan. Berikut penjelasan mengenai apa saja obat penguat kehamilan untuk mencegah keguguran yang perlu diketahui.

Mengapa Anda perlu obat penguat kandungan?

Di masa kehamilan, keguguran umumnya terjadi karena ada masalah pada janin hingga rahim ibu yang lemah atau inkompetensi serviks.

Oleh karena itu, keguguran merupakan komplikasi kehamilan yang cukup sulit untuk dicegah.

Dikutip dari Harvard Health Publishing, penyebab paling umum dari keguguran adalah kehamilan abnormal serta kelainan kromosom pada bayi.

Biasanya pula, keguguran terjadi di trimester pertama kehamilan karena merupakan usia yang rentan.

Setelah melihat riwayat kehamilan sebelumnya serta kondisi kesehatan Anda, hal ini yang membuat dokter memutuskan untuk memberikan obat penguat kehamilan pada ibu hamil.

Obat penguat kandungan yang biasa diberikan dokter

Dikutip dari Reproductive Facts, dalam kondisi tertentu pada perkembangan trimester kehamilan, dokter akan menyarankan perawatan untuk membantu mengurangi risiko keguguran.

Berikut beberapa obat penguat kandungan yang diberikan untuk mencegah kegagalan kehamilan atau keguguran:

1. Hormon progesteron

Biasanya, dokter akan memberikan obat yang mempunyai kandungan zat aktif hormon progesteron.

Ini merupakan jenis hormon yang cukup penting untuk kehamilan Anda karena dapat menambah kekuatan lapisan dinding rahim.

Tidak hanya itu saja, hormon progesteron juga membantu tubuh beradaptasi dengan pertumbuhan janin.

Namun, dalam The Prism Trial ditemukan bahwa belum ada bukti yang cukup kuat untuk menunjukkan bahwa hormon progesteron dapat mengatasi masalah perdarahan di awal kehamilan.

Obat dengan kandungan hormon ini lebih bermanfaat bagi wanita yang mengalami perdarahan di awal kehamilan dan sebelumnya pernah mengalami keguguran.

Ada pula zat sintetis lainnya yang mirip dengan progesteron, yaitu progestin.

Kedua jenis obat penguat kandungan ini dapat diminum secara langsung, disuntikkan, atau langsung dimasukkan melalui vagina sesuai anjuran dokter.

Dosis hormon progesteron yang direkomendasikan:

  • Kapsul: 200 mg per hari selama 12 hari.
  • Supositoria (dimasukkan melalui vagina): 25 mg hingga 100 mg.
  • Injeksi: 5 hingga 10 mg per hari selama 10 hari.

Perlu diingat bahwa dosis pada setiap orang akan berbeda sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan ibu hamil. Penting untuk selalu mengikuti saran yang diberikan dokter.

Efek samping dari obat penguat kandungan hormon progesteron:

  • Nyeri di bagian perut.
  • Perdarahan ringan pada vagina.
  • Memengaruhi gula darah (mulut kering, sering buang air kecil, kehilangan nafsu makan, rasa haus).
  • Sakit kepala ringan.
  • Mengalami pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.

2. Dydrogesterone

Ini merupakan obat penguat kandungan karena biasa digunakan untuk mengatasi endometriosis, ancaman keguguran, keguguran berulang, serta gangguan menstruasi.

Dydrogesterone merupakan jenis hormon progestasional sintetis yang bermanfaat untuk mengatasi kurangnya hormon progesteron.

Tidak hanya itu saja, obat penguat kehamilan ini juga mempunyai manfaat lainnya seperti merawat lapisan rahim.

Dosis obat dydrogesterone yang direkomendasikan:

  • Obat minum untuk mencegah keguguran: 20 mg hingga 30 mg dalam sehari hingga gejala berkurang.
  • Obat minum dengan kondisi pernah keguguran: 10 mg selama 12 minggu usia kehamilan.

Efek samping dari obat penguat kandungan dydrogesterone:

  • Gangguan pada trombosit.
  • Disfungsi hati berat.

Perlu pula diketahui bahwa sejauh ini tidak ada efek berbahaya dari penggunaan dydrogesterone selama hamil atau sebagai obat penguat kehamilan.

3. Allylestrenol

Ini merupakan obat penguat kandungan yang berasal dari progesteron sintetis sehingga berfungsi untuk mempersiapkan rahim.

Maka dari itu, tidak hanya untuk mencegah terjadinya keguguran serta keguguran berulang, allystrenol juga bermanfaat untuk mencegah kelahiran bayi prematur.

Namun, ada kemungkinan Anda tidak bisa mengonsumsi obat ini apabila mengalami alergi atau aborsi yang pernah dilakukan belum tuntas.

Dosis obat allystrenol yang direkomendasikan:

  • Obat minum untuk mencegah keguguran: 5 mg hingga 10 mg selama satu bulan jika ada masalah kandungan.
  • Apabila sebelumnya Anda pernah mengalami keguguran, maka dosis obat minum yang disarankan pun sama seperti untuk pencegahan.

Efek samping dari obat penguat kandungan allystrenol:

  • Perubahan berat badan.
  • Demam ringan saat hamil.
  • Sakit kepala ringan dan rasa lelah.
  • Jerawat atau ruam kulit.

Tidak hanya dengan mengonsumsi obat penguat kehamilan, ibu juga perlu mengubah kebiasaan agar kandungan tetap terjaga kesehatannya.

Konsultasikan perubahan atau gejala apa pun yang dirasakan pada kandungan untuk mencegah risiko keguguran.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hope Ricciotti, M. (2016). Progesterone supplements don’t help prevent miscarriage – Harvard Health Blog. Retrieved 23 December 2020, from https://www.health.harvard.edu/blog/9829-201606229829

Treatment of recurrent pregnancy loss. (2020). Retrieved 23 December 2020, from https://www.reproductivefacts.org/news-and-publications/patient-fact-sheets-and-booklets/documents/fact-sheets-and-info-booklets/treatment-of-recurrent-pregnancy-loss/

Preventing miscarriage. (2020). Retrieved 23 December 2020, from https://www.tommys.org/baby-loss-support/miscarriage-information-and-support/preventing-miscarriage

Haas, D., Hathaway, T., & Ramsey, P. (2019). Progestogen for preventing miscarriage in women with recurrent miscarriage of unclear etiology. Cochrane Database Of Systematic Reviews. doi: 10.1002/14651858.cd003511.pub5

Dydrogesterone | DrugBank Online. (2020). Retrieved 23 December 2020, from https://go.drugbank.com/drugs/DB00378

The PRISM trial – bleeding in early pregnancy and miscarriage. (2016). Retrieved 23 December 2020, from https://www.tommys.org/about-us/charity-news/prism-trial-bleeding-early-pregnancy-and-miscarriage

Hope for many couples as progesterone shown to reduce risk of miscarriage in some women. (2019). Retrieved 23 December 2020, from https://www.tommys.org/about-us/charity-news/hope-many-couples-progesterone-shown-reduce-risk-miscarriage-some-women

Progesterone and Progestins – MotherToBaby. (2020). Retrieved 23 December 2020, from https://mothertobaby.org/fact-sheets/progesterone/

Progestin (Oral Route, Parenteral Route, Vaginal Route) Side Effects – Mayo Clinic . (2020). Retrieved 23 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/progestin-oral-route-parenteral-route-vaginal-route/side-effects/drg-20069443

Allylestrenol | DrugBank Online. (2020). Retrieved 23 December 2020, from https://go.drugbank.com/drugs/DB01431

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal diperbarui 02/02/2021
x