Sembelit Setelah Operasi Caesar? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Turun Berok (Hernia)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Hernia adalah komplikasi melahirkan caesar yang cukup jarang terjadi. Hernia yang terjadi setelah melahirkan caesar disebut dengan hernia insisional. Hernia terjadi ketika bagian dari organ atau jaringan (seperti bagian dari usus) menonjol ke daerah-daerah yang tidak biasa sehingga akan terlihat benjolan di daerah tersebut. Lalu, apa saja gejala hernia insisional yang bisa terjadi setelah operasi caesar?

Gejala hernia setelah melahirkan caesar

Gejala utama dari hernia insisional adalah munculnya benjolan dekat atau menempel pada tempat sayatan bedah. Benjolan biasanya memiliki warna yang sama dengan kulit. Ukuran benjolan bisa sekecil anggur atau bisa juga sangat besar. Hernia bisa berubah tempat atau bertambah besar seiring waktu.

Hernia tidak selalu segera muncul setelah melahirkan caesar, melainkan dapat muncul setelah bertahun-tahun setelah operasi. Jika ini yang terjadi, benjolan akan terlihat sepanjang bekas sayatan.

Benjolan dari hernia ini biasanya lebih terlihat ketika:

  • berdiri tegak
  • melakukan aktivitas fisik, seperti mengangkat benda di atas kepala Anda
  • batuk

Kadang-kadang, hernia insisional dapat menyebabkan rasa sakit dan menganggu, terutama jika benjolan di perut terlihat jelas.

Hernia insisional juga memengaruhi daerah sekitar perut sehingga dapat menyebabkan sakit perut. Ini termasuk mual dan bahkan muntah. Sembelit adalah gejala lain karena hernia dapat menyebabkan usus keluar dari tempatnya. Ini membuat gerakan usus lebih sulit.

Seberapa besar risiko mengalami hernia setelah melahirkan caesar?

Hernia setelah melahirkan caesar jarang terjadi.

Sebuah penelitian di tahun 2014, yang dilakukan dari 642.578 wanita di Australia menemukan bahwa hanya 0,2 persen peserta yang membutuhkan operasi hernia.

Penelitian lain tahun 2014 di Denmark yang diterbitkan dalam jurnal PLoS One, melaporkan bahwa diperkirakan 0,2 persen wanita yang menjalani operasi caesar membutuhkan operasi hernia dalam 10 tahun. Risikonya lebih tinggi dalam 3 tahun pertama setelah persalinan.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa wanita yang memiliki sayatan garis tengah (atas dan bawah) lebih mungkin memiliki hernia setelah operasi caesar daripada wanita dengan sayatan melintang (sisi ke sisi). Setengah dari hernia yang terjadi setelah operasi caesar menimbulkan gejala pada tahun pertama.

Hernia insisional jenis ini adalah tipe hernia ventral, yang berarti hernia membesar melalui otot perut. Hernia ini menyumbang 15 hingga 20 persen dalam kasus hernia.

Perawatan untuk hernia setelah melahirkan caesar

Anda mungkin memerlukan pengobatan untuk efek samping dari hernia yang kompleks, seperti perforasi usus atau infeksi. Kondisi ini mungkin memerlukan operasi tambahan, antibiotik, atau perawatan di rumah sakit.

Operasi pengangkatan hernia darurat membutuhkan anestesi umum. Jika hernia belum terlalu parah, anestesi lokal yang biasanya akan diberikan. Hal ini tergantung pada jenis dan letak hernia yang dimiliki.

Seorang ahli bedah dapat melakukan pengangkatan hernia melalui operasi terbuka atau laparoskopi. Dalam operasi terbuka, dokter akan melakukan pemotongan di perut. Sementara, operasi laparoskopi dilakukan menggunakan sayatan kecil, yang cenderung akan sembuh lebih cepat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Kiat Ampuh Mengurangi Stres Menjelang Persalinan

Baik selama kehamilan maupun menjelang persalinan, ibu hamil rentan mengalami stres. Lantas, bagaimana cara mengurangi stres menjelang persalinan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Melahirkan, Kehamilan 24/11/2019

Pembukaan Sudah Lengkap, Tapi Bayi Tidak Keluar? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Pembukaan persalinan diakhiri dengan pembukaan 10 saat bayi lahir. Pada beberapa kasus, bayi bisa saja tidak keluar meski sudah terjadi pembukaan lengkap.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Melahirkan, Kehamilan 22/11/2019

5 Hal yang Perlu Calon Ibu Persiapkan Jika Ingin Melahirkan di Luar Negeri

Melahirkan di luar negeri memang butuh persiapan yang matang. Apa saja persiapannya agar persalinan berjalan lancar? Intip di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Melahirkan, Kehamilan 04/09/2019

Normalnya, Berapa Banyak Darah yang Akan Keluar Selama Nifas?

Keluar darah selama masa nifas itu normal. Namun, seberapa banyak normlanya darah keluar saat nifas? Cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Melahirkan, Kehamilan 30/08/2019

Direkomendasikan untuk Anda

Hal yang Perlu Diketahui dan Dipersiapkan saat Lahiran Caesar Kedua

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020
Ibu, Ketahui Penyebab Induksi Tidak Berhasil

Ibu, Ketahui Penyebab Induksi Tidak Berhasil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 25/03/2020
merawat bekas operasi sesar

Tips Merawat Bekas Luka Operasi Caesar (Sesar) di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22/01/2020
luka operasi caesar

6 Tips Mengeringkan Luka Pasca Operasi Caesar

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 09/12/2019