Bolehkah Makan Atau Minum Jika Ibu Kelaparan Ketika Persalinan Masih Berlangsung?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Melahirkan adalah kegiatan fisik yang cukup menghabiskan tenaga. Bayangkan saja, seorang ibu harus melewati kurang lebih 10-20 jam untuk melahirkan normal, tergantung dengan masing-masing kondisi ibu. Tenaga yang dikeluarkan ketika seorang ibu melakukan persalinan normal juga tentunya tidak sedikit. Oleh karena itu ibu bisa saja kehabisan tenaga dan dehidrasi saat proses persalinan berlangsung. Karena itu, wajar bila seorang ibu yang sedang melahirkan tiba-tiba merasa kehausan bahkan kelaparan. Apakah ibu bisa makan saat persalinan berlangsung? lantas jika ya, makanan apa yang diizinkan untuk dikonsumsi si ibu ketika merasa lapar di tengah proses persalinan?

Makan saat persalinan bisa menyediakan energi tambahan untuk ibu

Sebagian besar ibu hanya tahu bahwa makan atau minum saat persalinan adalah hal yang kurang baik dan akan menyebabkan masalah. Namun, ternyata sah-sah saja kalau Anda ingin makan atau minum di tengah proses persalinan.

Rekomendasi ini didukung oleh sebuah penelitian yang membuktikan bahwa makan atau minum yang padat gizi selama sedang bersalin justru akan menambah tenaga untuk mengejan bayi keluar, dan membantu proses persalinan berlangsung lebih cepat.

Bagaimana makan saat persalinan dapat membantu melahirkan lebih cepat?

Faktanya, kalori yang terbakar saat persalinan hampir sama dengan kalori yang hilang ketika seseorang melakukan lari maraton. Hal ini menandakan bahwa sang ibu memang harus memiliki sumber energi yang cukup untuk selama persalinan berlangsung.   

Tanpa asupan tenaga yang kuat dan banyak dari makanan, maka tubuh akan secara alami menggunakan lemak sebagai sumber energi utama dan kemudian tubuh akan mengeluarkan zat asam yang beredar di aliran darah ibu maupun janin. Kondisi ini akan membuat penurunan kontraksi pada ibu, sehingga proses persalinan akan berlangsung lebih lama.

Selain itu, rasa lapar dan haus yang dirasakan ibu ketika persalinan berlangsung juga dapat meningkatkan stres, yang kemudian membuat bayi yang masih di dalam kandungan juga merasa stres. Yang perlu dipahami, tak semua makanan boleh Anda lahap selama persalinan

Apa yang bisa saya konsumsi jika merasa lapar ketika persalinan berlangsung?

Makan saat persalinan tidak akan sama seperti Anda makan normal pada waktu-waktu lainnya. Hanya beberapa makanan dan minuman yang diperbolehkan untuk dikonsumsi bagi ibu yang sedang melahirkan. Hal ini ditujukan agar mereka mendapatkan tenaga yang lebih untuk mengejan lebih kuat dan proses persalinan dapat berlangsung dengan cepat.

Pilih makanan yang mengandung banyak energi, namun mudah dicerna oleh tubuh seperti:

  • Teh
  • Jus buah
  • Buah-buahan
  • Biskuit yang mengandung gula
  • Yogurt
  • Sup
  • Sereal

Sebagian besar makanan atau minuman yang Anda perlukan memang mengandung gula dan karbohidrat tinggi. Hal ini bertujuan untuk membuat tubuh Anda menyimpan lebih banyak sumber energi.

Tapi sebelum Anda memutuskan untuk makan saat persalinan nantu, sebaiknya Anda tanyakan dahulu seperti apa kebijakan rumah sakit tempat anda bersalin. Tak semua rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan menyediakan makanan ketika persalinan berlangsung.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Minyak kelapa atau virgin coconut oil (VCO) memang sudah terkenal khasiatnya, bahkan untuk sang buah hati. Inilah berbagai khasiat minyak kelapa untuk bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Mendengar detak jantung janin merupakan hal berkesan bagi calon orangtua. Tapi seperti apa perkembangan jantung janin dalam kandungan? Intip di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
susah bab setelah melahirkan normal

Penyebab dan Cara Mengatasi Susah BAB Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
hamil tua tapi belum kontraksi

Sudah Masuk Usia Hamil Tua, Tapi Kok Belum Kontraksi? Apakah Perlu Cemas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit