Berapa Kali Operasi Caesar yang Boleh Dijalani Seorang Wanita?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/05/2020
Bagikan sekarang

Menjelang akhir kehamilan, Anda mungkin sudah memikirkan pilihan untuk melahirkan. Ada beberapa cara melahirkan, seperti dengan cara normal dan operasi caesar. Dengan cara normal, Anda akan melahirkan langsung melalui vagina, cara ini adalah yang paling direkomendasikan. Namun, terkadang ketika sudah memilih cara normal, ada beberapa kendala, sehingga Anda dan tim medis harus mengambil keputusan lain, seperti dengan cara caesar. Caesar memang bukan pilihan pertama yang akan direkomendasikan oleh dokter ketika keadaan janin cukup baik untuk dilahirkan normal, berhubung risiko dari bedah ini cukup besar. Butuh tenaga ahli dengan kualifikasi professional untuk melakukan operasi caesar.

Lalu, bila pada kehamilan pertama Anda susah menjalani caesar, bolehkah selanjutnya Anda melakukan caesar lagi? Berapa banyak operasi caesar yang bisa dilakukan?

Mengapa operasi caesar menjadi pilihan alternatif?

Proses penyembuhan pascasesar pada setiap perempuan berbeda-beda. Beberapa perempuan dapat sembuh dengan jangka waktu yang sama setelah menjalani sesar. Sementara beberapa orang lainnya menjalani proses penyembuhan yang lebih lama, bahkan ada yang mengalami penyembuhan yang sulit pascaoperasi setelah melakukan operasi kedua. Menurut David Ghausi, D.O., ketua departemen kebidanan dan ginekologi di Rumah Sakit Los Robles Thousand Oaks, California, yang dikutip oleh Fit Pregnancy, tak jarang juga ditemukan yang sangat mudah sembuh pascaoperasi caesar.

Menurut beberapa sumber kesehatan, ada pro dan kontra tentang batas caesar. Tidak ada aturan pasti tentang batasan berapa kali operasi caesar bisa dilakukan. Menurut  Jason S. James, MD, ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi di Baptist rumah sakit Miami, yang dikutip Fit Pregnancy, “Saya telah melakukan enam C-section (caesar) pada seorang perempuan dengan hampir tidak ada komplikasi atau kesulitan, dan saya telah melakukan bedah caesar kedua dengan banyak adhesi dan potensi komplikasi.”

Berapa kali operasi caesar bisa dilakukan?

Tidak ada batasan berapa kali caesar harus dilakukan. Namun, pendapat lain mengatakan bahwa ada peningkatan risiko setelah caesar ketiga pada beberapa orang. Selain itu, melahirkan secara normal juga tidak direkomendasikan setelah Anda melakukan sesar tiga kali. Berikut ini adalah risiko perempuan yang menjalani operasi caesar berkali-kali:

  • Luka jaringan di sepanjang rahim dan organ sekitarnya. Kantung-kantung jaringan menyerupai parut (adhesi) terbentuk dengan peningkatan pada ketebalannya pasca masing-masing operasi perut. Hal ini membuat perempuan menjadi sulit melahirkan.
  • Cedera usus dan kandung kemih. Luka pada kandung kemih mungkin bisa terjadi, tapi sangat jarang pada sesar pertama kali, risiko ditemukan pada sesar selanjutnya. Peningkatan risiko ini disebabkan oleh perlekatan yang terbentuk setelah sesar pertama atau sebelumnya, yang mengikat kandung kemih ke rahim. Adhesi dapat menyebabkan obtruksi usus kecil.
  • Perdarahan hebat. Sangat mungkin terjadi perdarahan hebat setelah melakukan beberapa kali caesar. Untuk mengendalikan perdarahan, risiko pengangkatan rahim alias histerektomi sangat mungkin terjadi. Pasien pun akan membutuhkan transfusi darah. Penelitian menunjukkan bahwa risiko histerektomi meningkat dari 0,65 persen setelah menjalani caesar pertama hingga 2,41 persen setelah menjalani caesar keempat. Jika Anda telah melakukancaesar keenam, maka 99% histerektomi akan dibutuhkan.
  • Masalah dengan plasenta. Semakin banyak sesar yang Anda lakukan, semakin tinggi juga risiko Anda mengalami masalah dengan plasesenta.  Kasusnya dapat berupa plasenta yang terlalu dalam ke dinding rahim (plasenta akreta), atau plasenta sebagian atau seluruhnya menutupi  pembukaan serviks (plasenta previa). Penelitian menunjukkan risiko plasenta akreta meningkat dari 0,24 persen ketika menjalani sesar pertama hingga 2,13 persen setelah menjalani sesar keempat.
  • Memicu hernia, diastasis recti (ketika otot-otot perut terpisah dan menjorok ke perut) serta mati rasa dan nyeri di daerah sayatan. Endometriosis (pertumbuhan jaringan endometrium yang dapat menonjol keluar dari rahim) pada sayatan juga dapat terjadi.

Adakah pilihan lain selain caesar?

Untuk menghindari pilihan caesar, kelahiran secara normal masih menjadi pilihan utama. Kelahiran normal juga bisa dijalani setelah sebelumnya Anda melahirkan secara caesar. Namun, caesar tidak akan dilakukan ketika risiko terhadap robeknya uterine selama persalinan meningkat 2 hingga 3 persen.

Jika Anda memang harus menjalani caesar, pastikan dokter menjelaskan tentang risiko yang ada. Menjalani caesar pada kelahiran pertama boleh dilakukan, tetapi untuk menghindari komplikasi, Anda perlu menunggu sampai 6 bulan pasca caesar hingga masa kehamilan kembali.

BACA JUGA:

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Tips Mengeringkan Luka Pasca Operasi Caesar

Mengeringkan luka operasi caesar dapat dilakukan dengan beberapa cara ini. Jangan lupa untuk tak beraktivitas terlalu berat agar luka bisa segera pulih.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Melahirkan, Kehamilan 09/12/2019

Melahirkan Lebih Lancar, Ini Berbagai Teknik Persalinan yang Meringankan Rasa Sakit

Rasa sakit saat melahirkan kerap menjadi momok bagi calon ibu. Namun, Anda bisa meringankan rasa nyeri dengan menerapkan metode melahirkan berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Melahirkan, Kehamilan 05/12/2019

Normalnya, Berapa Banyak Darah yang Akan Keluar Selama Nifas?

Keluar darah selama masa nifas itu normal. Namun, seberapa banyak normlanya darah keluar saat nifas? Cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Melahirkan, Kehamilan 30/08/2019

Mengenal Forceps, Alat yang Digunakan Saat Sulit Lahir untuk Mengeluarkan Bayi

Persalinan normal kadang bisa terhambat. Salah satu solusi untuk mempermudah melahirkan yakni dengan menggunakan alat berupa forceps (forsep).

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 16/08/2019

Direkomendasikan untuk Anda

menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020

Hal yang Perlu Diketahui dan Dipersiapkan saat Lahiran Caesar Kedua

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020
melahirkan normal setelah miomektomi

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020
merawat bekas operasi sesar

Tips Merawat Bekas Luka Operasi Caesar (Sesar) di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22/01/2020