Cairan Ketuban dan Urine, Ini Perbedaan Keduanya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernah kebingungan membedakan warna air ketuban dan urine di fase kehamilan? Bagi sebagian ibu hamil, agak sulit menemukan perbedaan antara air ketuban dan air kencing. Saat air ketuban merembes, ibu bisa tidak menyadari apakah itu cairan ketuban atau air kencing. Untuk memudahkan, berikut penjelasan seputar cairan ketuban dan urine.

Perbedaan cairan ketuban dan urine

emboli air ketuban

Ada satu kondisi air ketuban merembes dan keluar hanya sedikit. Pada saat itu, kadang ibu hamil hanya menganggap yang keluar adalah urine, bukan cairan ketuban. 

Agar tidak menebak-nebak, ini perbedaan cairan ketuban dan air kencing yang perlu diperhatikan:

Aliran air ketuban tidak bisa dikendalikan

Urine dan cairan ketuban memiliki perbedaan dalam pengendalian air saat keluar.

Ketika cairan ketuban pecah, Anda akan merasakan aliran air atau tetesan air dari vagina dan tidak dapat kendalikan. 

Kalau urine yang keluar, Anda bisa mengendalikannya kapan harus berhenti. Pasangkan pembalut bila cairan terus keluar.

Kemudian periksa warna dan bau dari cairan yang menempel di permukaan pembalut.

Air ketuban berwarna kuning

Saat Anda menempelkan pembalut pada area vagina, periksa warna dan bau dari cairan yang keluar atau merembes.

Dikutip dari Mandaya Royal Hospital, warna cairan ketuban bisa berbeda-beda. Biasanya warna air ketuban yaitu, kuning jernih, pucat, atau kehijauan.

Warna air ketuban yang merembes biasanya berbau manis atau tidak berbau.

Aroma cairan ketuban berbeda-beda. Mulai dari berbau manis sampai berbau pahit, tetapi yang paling umum adalah berbau manis. 

Sementara itu, jika yang keluar adalah urine dan bukan ketuban, cairan tersebut berbau menyengat seperti gas amonia

Warnanya juga kuning jernih atau lebih gelap, tergantung dari jumlah cairan yang dikonsumsi ibu hamil sehari-hari.

Air ketuban terdapat bintik merah dan lendir

Perbedaan antara cairan ketuban dan urine (air kencing) selanjutnya adalah tekstur air yang keluar dari vagina. 

Air ketuban yang keluar dari vagina ditandai dengan adanya bintik-bintik merah mirip darah dan lendir menyerupai keputihan.

Maka, perhatikan cairan yang keluar saat Anda buang air kecil. Bila sudah selesai mengeluarkan urine dan masih ada cairan yang keluar, itu adalah air ketuban.

Lalu, seperti apa kondisi saat cairan ketuban pecah?

air Ketuban

Dikutip dari Mayo Clinic, air ketuban adalah cairan yang mengelilingi bayi di dalam kandungan. Cairan ini dapat melindungi bayi dari benturan fisik dan juga dari berbagai infeksi. 

Normalnya, cairan ketuban akan pecah pada awal atau selama tahapan proses melahirkan. Namun, cairan ketuban bisa pecah sebelum waktunya atau disebut Ketuban Pecah Dini (KPD).

Saat cairan ketuban pecah, ibu hamil biasanya akan merasakan sensasi basah di vagina atau di perineum. Ini adalah otot yang menghubungkan antara vagina dan anus. 

Saat keluar cairan dari vagina, terkadang ibu hamil sulit membedakan air ketuban dan urine. 

Cairan ketuban yang keluar ini bisa dalam jumlah kecil atau dalam jumlah besar, dalam waktu sementara atau berlangsung lama.

Hal yang harus dilakukan saat kantung ketuban pecah

KPD adalah ketuban pecah dini

Jika menyadari yang keluar adalah cairan ketuban, sebaiknya segera ke rumah sakit atau bidan. 

Dokter akan memeriksa lebih lanjut dan memutuskan apakah kelahiran masih bisa ditunda atau harus melahirkan saat itu juga.

Petugas kesehatan akan memeriksa jumlah air ketuban di dalam kandungan. Apakah jumlah cairan ketubannya sedikit (oligohidramnion), normal, atau justru terlalu banyak (polihidramnion).

Pemeriksaan jumlah air ketuban sangat penting untuk mendeteksi adanya masalah cairan ketuban atau tidak. 

Jika cairan ketuban sudah pecah, sebaiknya jaga kebersihan vagina. Hindari melakukan hal apapun yang memungkinkan bakteri bisa masuk ke vagina, seperti berhubungan seksual. Anda dan bayi lebih rentan terhadap infeksi setelah cairan ketuban pecah.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Keguguran rentan menyerang kehamilan di usia muda atau trimester pertama. Berikut tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Pilihan Obat Sembelit yang Aman Diminum Ibu Hamil

Obat sembelit cukup ampuh mengatasi susah BAB. Apa saja obat pencahar yang aman diminum ibu hamil untuk mengatasi sembelit?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

10 Penyebab Kaki Bengkak dan Cara Mengatasinya

Ada banyak penyebab kaki bengkak, mulai dari cedera, lama berdiri, kehamilan, dan banyak lagi. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
vitamin E untuk kesuburan

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
proses terjadinya kehamilan atau pembuahan

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit