Ini Bahayanya Jika Bayi Sudah Buang Air Besar Dalam Kandungan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sebagai calon ibu baru, pasti ada beberapa hal yang membuat Anda penasaran. Anda pasti pernah berpikir apakah mungkin bayi BAB dalam kandungan? Jika iya, apakah ini berbahaya untuk Anda dan calon Anak Anda? Simak ulasan artikel berikut ini.

Apa yang menyebabkan bayi BAB dalam kandungan?

Selama di dalam kandungan, bayi membutuhkan berbagai macam membran untuk memenuhi kebutuhannya. Ada empat membran yang diperlukan oleh bayi selama berada di dalam rahim. Salah satunya adalah membran alantois yang merupakan membran pembentuk tali pusat. Di dalam alantois terdapat pembuluh-pembuluh darah yang bertugas untuk mengirimkan makanan dan sisa-sisa metabolisme seperti urea dan karbondioksida, yang kemudian akan dikeluarkan oleh ibu.

Jadi jika Anda bertanya, apakah bayi bisa buang air besar saat masih di dalam kandungan? Jika dalam bentuk kotoran, jawabannya tidak. Namun, sisa-sisa metabolisme pada bayi dikeluarkan melalui pembuluh darah yang ada pada alantois ini, untuk dikeluarkan melalui saluran pembuangan ibu.

Namun, jika asupan oksigen dan makanan pada janin terhambat akibat lilitan tali pusat atau tali pusat tertekan oleh janin, maka anus janin akan melemah sehingga kotorannya keluar dan bayi BAB di dalam kandungan. Hal ini juga bisa terjadi pada kehamilan lewat waktu (42 minggu). Karena usia janin dalam perut terlalu tua, pencernaan janin mulai berfungsi sehingga bayi BAB dalam kandungan.

Akibat dari janin yang buang kotoran ini air ketuban menjadi tercemar dan bisa menimbulkan keracunan pada janin karena kotoran tertelan oleh janin dan masuk ke dalam paru-paru. Air ketuban yang berwarna hijau kecokelatan menandakan kemungkinan bayi BAB di dalam kandungan.

Bahayanya jika bayi BAB dalam kandungan

Meconium Aspiration Syndrome atau MAS adalah sindrom bayi yang mengalami kesulitan bernapas sesaat setelah lahir. Kasus MAS di dunia terjadi sekitar 5-20% dari semua kelahiran.

Penyebabnya adalah karena bayi di dalam kandungan tersedak mekonium atau kotoran bayi yang bercampur dengan air ketuban. Cairan ini masuk ke paru-paru bayi dan menghalangi jalan napasnya sehingga bayi tidak dapat bernapas secara normal.

Risiko bayi mengalami MAS meningkat jika bayi kekurangan oksigen saat dalam rahim, atau jika ibu mengidap diabetes dan darah tinggi. Biasanya bayi yang mengalami MAS ini akan terlihat dari cairan ketuban berwarna kehijauan dan ditemukan mekonium di dalamnya. Kulit bayi berwarna biru yang menunjukkan ia mengalami gangguan pernapasan. Bayi akan sulit bernapas, seperti terengah-engah dan yang paling membahayakan adalah berhenti bernapas.

Gejala ini terlihat saat bayi dilahirkan. Biasanya dokter akan segera membawa bayi ke NICU (Neonatal Intensive Care Unit), membantunya bernapas dengan bantuan mesin, dan menyalakan penghangat untuk menjaga suhu tubuhnya. Jika ditangani dengan cepat dan tepat, sindrom ini bisa disembuhkan.

Bayi BAB di dalam kandungan sangat berbahaya karena hal ini akan menyebabkan Meconium Aspiration Syndrome atau MAS. Pastikan Anda selalu memperhatikan kehamilan. Konsultasikan segera dengan dokter jika ada hal yang tidak wajar yang Anda rasakan selama masa kehamilan.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hipospadia

Hipospadia adalah kelainan ketika lubang penis terletak di batang, bukan di ujung penis. Apa penyebab dan bagaimana cara mengobati hipospadia pada anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Saat sedang menjalani promil, Anda perlu tahu berbagai cara cepat hamil yang perlu dilakukan bersama pasangan. Berikut tipsnya untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Telat haid dan mual-mual adalah tanda-tanda hamil yang paling umum. Namun, tahukah Anda, mimisan dan sakit kepala juga termasuk ciri-ciri hamil muda?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
cat kuku kutek

Informasi Seputar Cat Kuku dan Dampaknya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
tanda bayi akan lahir

Kenali 5 Tanda-Tanda Bayi Akan Lahir Dalam Waktu Dekat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit