6 Tahapan yang Akan Terjadi Saat Proses Melahirkan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 9, 2020
Bagikan sekarang

Ketika mendekati masa trimester akhir kehamilan, Anda mulai berdebar-debar menanti saat-saat kelahiran buah hati. Mungkin, Anda telah mengikuti latihan pernapasan sebelum melahirkan, namun Anda masih gugup. Apalagi  ketika ini adalah momen melahirkan pertama Anda. Ketenangan sebelum melahirkan memang diperlukan. Berikut ini adalah tahapan-tahapan saat proses melahirkan sebagai gambaran untuk Anda.

Tahap apa saja yang terjadi dalam proses melahirkan?

Ada beberapa tahapan akan dialami perempuan mulai dari fase pertama menjelang kelahiran hingga kelahiran itu tiba:

1. Prodomal labor

Serviks mulai melunak, renggang, bergerak maju dan perlahan mulai membuka. Bayi menempati panggul. Pada tahap melahirkan ini, Anda akan merasakan sensasi pegal atau adanya tekanan di perut bagian bawah atau punggung. Kontraksi yang terjadi pada tahap ini biasanya muncul dan hilang secara tidak teratur, kadang tekanannya kuat, kadang lembut. Ini merupakan respon natural tubuh Anda untuk bersiap-siap. Fase ini terjadi tidak sebentar, sekitar beberapa jam, bahkan ada yang mengalami beberapa hari.

2. Tahap awal kelahiran (latent phase)

Serviks tetap menipis dan membuka, melebar dari 3 hingga 4 cm. Fase ini tidak terlalu lama, biasanya hanya sekitar dua pertiga tahap dari total waktu melahirkan. Setelah beberapa jam, kontraksi akan menjadi lebih lama, kuat, serta lebih teratur (sekitar lima menit terpisah, dan setiap interval berlangsung sekitar 25 hingga 45 detik, tetapi waktu tersebut bervariasi). Ciri lainnya adalah keluar keputihan berwarna merah muda selama kelahiran.

Anda juga akan merasakan sakit seperti sakit punggung atau mirip nyeri haid. Yang perlu Anda perhatikan adalah pecahnya membran ketuban, hal ini dapat terjadi secara spontan pada tahap pertama proses melahirkan atau di tahap selanjutnya. Ketika ini terjadi, Anda akan merasakan basah. Ada juga yang tidak mengalami pecahnya air ketuban hingga dokter yang melakukannya.

Ada baiknya Anda menelepon dokter ketika mulai kontraksi, tetapi mungkin Anda masih bisa menghabiskan waktu dengan membuat diri senyaman mungkin, seperti mendengarkan musik atau berendam air hangat. Anda juga bisa makan makanan yang mudah dicerna dan mendapatkan cairan minuman yang cukup.

Anda harus pergi ke dokter ketika kontraksi mulai terjadi setiap lima menit, atau ketika air ketuban pecah. Ketika kontraksi mulai kuat, Anda harus mencoba merelaksasi diri dengan strategi pernapasan. Anda juga bisa meminta kerabat terdekat dan suami Anda untuk tetap membuat Anda tenang dan percaya diri.

3. Tahap satu: fase aktif

Pada tahap ini, kontraksi semakin kuat dan terasa sakit, terjadi sekitar tiga menit terpisah dan berlangsung selama 45 hingga 60 detik. Serviks akan melebar dengan cepat, kira-kira 1,2 cm setiap jam. Ketika serviks melebar dari 8 hingga 10 cm, Anda berada masa tahap transisi. Kontraksi akan datang setiap dua hingga tiga menit sekali. Anda juga akan merasa mual dan punggung mulai bertambah sakit.

Cara mengatasinya: lakukan sesuatu yang aktif selama kontraksi berlangsung. Saat ini adalah saat-saat Anda akan merasakan momentum melahirkan. Anda bisa melakukan pola pernapasan dan bergerak ke sekitar Anda dan istirahat di antara kontraksi.

Ketika Anda di rumah sakit, Anda akan diperiksa suhu, tekanan darah, denyut nadi. Anda juga akan ditawarkan berbagai pilihan untuk mengatasi rasa nyeri seperti epidural atau anestesi. Jika Anda bisa rileks, Anda bisa mandi dengan shower air hangat, hal ini dapat membantu Anda mengurangi nyeri bagian punggung bawah. Anda juga bisa meminta pasangan Anda melakukan pijatan, mendengarkan musik, atau berjalan-jalan.

4. Tahap kedua

Tahap ini disebut juga tahap mendorong, ini akan berlangsung hingga tiga jam ketika Anda diberi epidural – dua jam tanpa epidural.  Serviks akan melebar sekitar 10 cm. Kontraksi akan lebih lama dari semenit dengan interval dua hingga tiga menit. Kepala bayi turun ke area vagina, Anda pun akan merasakan tekanan di area dubur alias rektum. Beberapa perempuan akan merasakan mual, gemetar, gelisah, dan marah pada masa ini.

Cara mengatasi: jangan mengejan kecuali ketika Anda sudah mendapat aba-aba. Mengejan yang tidak sesuai dapat menyebabkan serviks Anda bengkak. Ketika saat tiba, Anda bisa mengejan dengan mengambil napas dalam-dalam, dorong seperti Anda sedang sembelit. Dokter juga akan melakukan episiotomi, yaitu potongan pendek pada daerah di antara vagina dan rektum, untuk mempermudah proses melahirkan.

5. Tahap ketiga

Ini adalah saat-saat yang ditunggu, yaitu tahap melahirkan. Kebutuhan untuk mendorong semakin kuat ketika kepala bayi sudah turun ke bawah. Anda juga akan mengalami perasaan panas, menyengat, dan peregangan pada saat pembukaan vagina. Tahap melahirkan akan memakan waktu sekitar 15 hingga 30 menit. Jika Anda mengalami episiotomi, saat ini Anda akan dijahit lagi.

6. Penyembuhan

Ada perasaan gembira, lega, kagum, dan sukacita ketika bertemu dengan bayi Anda. Rasa sakit ketika melahirkan pun terasa terbayar dengan melihat wajah si mungil. Kompres air dingin bisa diberikan pada perineum untuk membuat Anda nyaman dan mengurangi pembengkakan. Banyak perempuan yang mengalami kram rahim setelah melahirkan.

BACA JUGA:

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh Diah Ayu
dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
Coronavirus, COVID-19 April 29, 2020

6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang Mei 18, 2020
Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal tayang Mei 17, 2020
Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 14, 2020
4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal tayang Mei 14, 2020