Mengenal PLI, Terapi Suntik Leukosit untuk Tubuh Ibu yang "Menolak" Sperma

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Beberapa tahun terakhir ini, statistik menunjukkan bahwa angka infertilitas pada pasangan suami-istri cukup meningkat. Salah satu “tersangka”-nya adalah tingginya antibodi antisperma pada tubuh sang istri. Kondisi ini dapat ditangani dengan terapi paternal leukocyte immunization alias PLI.

Apa itu antibodi antisperma (ASA)?

Sebelum menggali lebih dalam soal teknik PLI, ada baiknya kita ketahui dulu apa itu ASA.

Infertilitas atau ketidaksuburan bukan hanya masalah laki-laki atau perempuan saja. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, baik pihak suami ataupun istri.

Salah satu penyebab yang membuat pasangan bertahun-tahun tidak berhasil mempunyai keturunan adalah adanya antibodi antisperma (antisperm antibody/ASA) pada tubuh perempuan.

ASA merupakan senyawa dalam tubuh yang dapat “menghancurkan” sperma. Antibodi ini kemudian akan mengenali sperma sebagai benda asing yang sifatnya membahayakan bagi tubuh seseorang sehingga akan dihancurkan.

Antibodi antisperma bisa terdapat dalam darah maupun lendir vagina. Namun, jangan dulu panik, karena tidak semua perempuan memilikinya.

Kecurigaan adanya antibodi antisperma pada tubuh istri menguat ketika pasangan suami istri telah dinyatakan subur, namun tak kunjung mendapatkan keturunan.

Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk menekan kerja ASA adalah dengan menyuntikkan sel darah putih suami ke dalam tubuh istri yang dikenal dengan teknik paternal leukocyte immunization (PLI).

Prosedur terapi PLI (Paternal Leukocyte Immunization)

Apabila terbukti antibodi antisperma alias ASA yang menjadi penyebab ketidaksuburan pada pasangan, seorang dokter mungkin akan menawarkan terapi PLI alias Paternal Leukocyte Immunization, selain bayi tabung.

Paternal Leukocyte Immunization merupakan salah satu cara alternatif untuk mengusahakan keturunan pada kasus di mana tubuh istri “menolak” sperma suami.

Terapi PLI ini dilakukan dengan menyuntikkan sel darah putih suami ke dalam tubuh istri untuk menekan angka antibodi antisperma.

Berikut adalah prosedur pelaksanaan terapi PLI.

Konsultasi

Sebelum memulai terapi ini, pasangan akan melakukan konsultasi medis terlebih dahulu dengan dokter.

Beberapa hal hal yang perlu didiskusikan antara lain mengenai indikasi, tahapan, hingga efek samping dan biaya terapi PLI.

Uji pra-PLI

Setelah mengerti benar mengenai keuntungan dan kerugian tindakan terapi PLI, maka akan dilakukan pengambilan darah suami untuk diperiksa lebih lanjut.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk, misalnya, mengetahui ada tidaknya penyakit menular tertentu. Setelah dinyatakan aman, barulah pasangan tersebut bisa melanjutkan ke prosedur imunisasi.

Tindakan imunisasi

Darah suami mula-mula akan diambil. Darah tersebut kemudian akan menjalani suatu prosedur tertentu sehingga akhirnya akan menyisakan sel darah putih (leukosit) saja.

Sel darah putih inilah yang kemudian akan disuntikkan ke dalam tubuh istri di titik tertentu. Umumya, injeksi dilakukan pada daerah lengan.

Uji post-PLI

Beberapa minggu setelah imunisasi dilakukan, dokter akan memeriksa kadar antibodi antisperma dalam tubuh istri. Apabila hasilnya sudah baik, pasangan tersebut dapat segera dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual.

Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa angka keguguran yang menurun setelah melakukan prosedur terapi PLI ini.

Siapa saja yang membutuhkan terapi PLI?

Biasanya, seseorang dinyatakan tidak subur apabila telah melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi secara rutin selama setahun, namun belum juga hamil.

Meski begitu, tetap diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui dengan pasti bahwa keduanya subur atau tidak subur.

Apabila hasil keduanya normal dan dinyatakan subur bisa jadi penyebabnya adalah adanya adanya antibodi antisperma.

Jika terbukti bahwa ASA adalah penyebabnya, maka dokter mungkin akan menyarankan untuk menjalankan terapi PLI untuk menekan jumlah antibodi antisperma.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca