Mengenal PLI, Terapi Suntik Leukosit untuk Tubuh Ibu yang “Menolak” Sperma

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang Juli 3, 2019
Bagikan sekarang

Beberapa tahun terakhir ini, statistik menunjukkan bahwa angka infertilitas pada pasangan suami-istri cukup meningkat. Salah satu “tersangka”-nya adalah tingginya antibodi antisperma pada tubuh sang istri. Kondisi ini dapat ditangani dengan terapi paternal leukocyte immunization alias PLI.

Apa itu antibodi antisperma (ASA)?

Sebelum menggali lebih dalam soal teknik PLI, ada baiknya kita ketahui dulu apa itu ASA.

Infertilitas atau ketidaksuburan bukan hanya masalah laki-laki atau perempuan saja. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, baik pihak suami ataupun istri.

Salah satu penyebab yang membuat pasangan bertahun-tahun tidak berhasil mempunyai keturunan adalah adanya antibodi antisperma (antisperm antibody/ASA) pada tubuh perempuan.

ASA merupakan senyawa dalam tubuh yang dapat “menghancurkan” sperma. Antibodi ini kemudian akan mengenali sperma sebagai benda asing yang sifatnya membahayakan bagi tubuh seseorang sehingga akan dihancurkan.

Antibodi antisperma bisa terdapat dalam darah maupun lendir vagina. Namun, jangan dulu panik, karena tidak semua perempuan memilikinya.

Kecurigaan adanya antibodi antisperma pada tubuh istri menguat ketika pasangan suami istri telah dinyatakan subur, namun tak kunjung mendapatkan keturunan.

Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk menekan kerja ASA adalah dengan menyuntikkan sel darah putih suami ke dalam tubuh istri yang dikenal dengan teknik paternal leukocyte immunization (PLI).

Prosedur terapi PLI (Paternal Leukocyte Immunization)

Apabila terbukti antibodi antisperma alias ASA yang menjadi penyebab ketidaksuburan pada pasangan, seorang dokter mungkin akan menawarkan terapi PLI alias Paternal Leukocyte Immunization, selain bayi tabung.

Paternal Leukocyte Immunization merupakan salah satu cara alternatif untuk mengusahakan keturunan pada kasus di mana tubuh istri “menolak” sperma suami.

Terapi PLI ini dilakukan dengan menyuntikkan sel darah putih suami ke dalam tubuh istri untuk menekan angka antibodi antisperma.

Berikut adalah prosedur pelaksanaan terapi PLI.

Konsultasi

Sebelum memulai terapi ini, pasangan akan melakukan konsultasi medis terlebih dahulu dengan dokter.

Beberapa hal hal yang perlu didiskusikan antara lain mengenai indikasi, tahapan, hingga efek samping dan biaya terapi PLI.

Uji pra-PLI

Setelah mengerti benar mengenai keuntungan dan kerugian tindakan terapi PLI, maka akan dilakukan pengambilan darah suami untuk diperiksa lebih lanjut.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk, misalnya, mengetahui ada tidaknya penyakit menular tertentu. Setelah dinyatakan aman, barulah pasangan tersebut bisa melanjutkan ke prosedur imunisasi.

Tindakan imunisasi

Darah suami mula-mula akan diambil. Darah tersebut kemudian akan menjalani suatu prosedur tertentu sehingga akhirnya akan menyisakan sel darah putih (leukosit) saja.

Sel darah putih inilah yang kemudian akan disuntikkan ke dalam tubuh istri di titik tertentu. Umumya, injeksi dilakukan pada daerah lengan.

Uji post-PLI

Beberapa minggu setelah imunisasi dilakukan, dokter akan memeriksa kadar antibodi antisperma dalam tubuh istri. Apabila hasilnya sudah baik, pasangan tersebut dapat segera dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual.

Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa angka keguguran yang menurun setelah melakukan prosedur terapi PLI ini.

Siapa saja yang membutuhkan terapi PLI?

Biasanya, seseorang dinyatakan tidak subur apabila telah melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi secara rutin selama setahun, namun belum juga hamil.

Meski begitu, tetap diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui dengan pasti bahwa keduanya subur atau tidak subur.

Apabila hasil keduanya normal dan dinyatakan subur bisa jadi penyebabnya adalah adanya adanya antibodi antisperma.

Jika terbukti bahwa ASA adalah penyebabnya, maka dokter mungkin akan menyarankan untuk menjalankan terapi PLI untuk menekan jumlah antibodi antisperma.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Memahami Prosedur Flebotomi, yang Dapat Membantu Mengatasi Kondisi Kelainan Darah

Flebotomi adalah suatu prosedur medis yang biasanya dilakukan saat seseorang mengalami kelainan darah. Yuk, cari tahu selengkapnya lewat ulasan ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik Januari 25, 2019

Mengenal Lebih Jauh Fungsi Leukosit, Sel Darah Putih Penghasil Kekebalan Tubuh

Leukosit adalah satu dari empat komponen darah manusia yang berperan membangun sistem kekebalan tubuh. Apa lagi fungsinya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik Januari 16, 2019

Benarkah Merendam Kaki Dengan Air Garam Baik Bagi Kesehatan?

Merendam kaki dengan air garam yang hangat memang kedengarannya nyaman sekali. Namun, sebetulnya apakah betul ada manfaatnya bagi kesehatan? Cari tahu, yuk!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Ivena
Hidup Sehat, Fakta Unik Januari 12, 2019

4 Kiat Jitu Menjaga Hubungan Baik dengan Mantan Suami Atau Istri

Meski sulit, Anda dan mantan istri harus tetap berusaha menjalin hubungan baik setelah bercerai. Apalagi jika memiliki buah hati usianya yang masih kecil.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Seks & Asmara Januari 11, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

4 Penyebab Leukosit Bayi Rendah yang Perlu Orangtua Ketahui

4 Penyebab Leukosit Bayi Rendah yang Perlu Orangtua Ketahui

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Maret 1, 2020
Cara Bijak Hadapi Suami yang Pengangguran dan Malas Mencari Pekerjaan Baru

Cara Bijak Hadapi Suami yang Pengangguran dan Malas Mencari Pekerjaan Baru

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal tayang Oktober 7, 2019
Kenali HBcAg, Tes untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

Kenali HBcAg, Tes untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal tayang Agustus 6, 2019
3 Tips Bijak Memberitahu Suami Bahwa Anda Sudah Menopause

3 Tips Bijak Memberitahu Suami Bahwa Anda Sudah Menopause

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Januari 27, 2019